Ada ganjil genap Tol Cikampek, masyarakat diharapkan beralih ke transportasi umum
Merdeka.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan kebijakan ganjil genap di Tol Cikampek bukan berarti untuk mengurangi mobil-mobil besar masuk ke Jakarta. Melainkan bagaimana caranya mengubah pola masyarakat agar terbiasa menggunakan kendaraan umum.
"Sebetulnya filosofi ini adalah bukan untuk mengurangi mobil-mobil penumpang itu ke Jakarta tetapi kita memindahkan sebagian kebiasaan masyarakat yang menggunakan mobil penumpang menjadi kepada mobil angkutan umum (bus)," kata Budi di Jakarta, Minggu, (4/3).
Dia menjelaskan, untuk mengurangi jumlah volume kendaraan pada jam sibuk dari pukul 06.00 sampai 09.00 WIB nantinya akan disediakan mobil angkutan di dua Mall Bekasi. Dengan harapan, pengguna kendaraan pribadi dapat beralih kendaraannya menggunakan Bus yang telah disediakan dan memakirkan mobilnya di Mall tersebut.
"Makanya disiapkan ada dua Mall di Bekasi untuk bagi pengemudi yang mobilnya sekarang platnya ganjil kemudian tidak boleh jam enam jam sembilan akan beralih ke bus akan disiapin di dua mall," imbuhnya.
Sementara, Dia juga mengimbau agar nantinya pengendara mobil truk dan mobil besar lainnya agar menghentikan kendaraannya terlebih dahulu pada jam-jam sibuk. Dia juga menyarankan pada jam sibuk tersebut, sebaiknya para pengguna kendaraan besar lainnya dapat berhenti di rest area.
"Kita mengimbau kepada para pengguna mobil-mobil logistik dan besar lainnya pada jam 6 sampai jam 9 dia akan mengubah polanya jadi dia akan berhenti dulu di jam tersebut itu, dia akan mengendap di rest area baik di industri maupun yang ada setelah itu baru boleh jalan. Jadi tidak memaksakan," tuturnya.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, pemberlakuan sistem ganjil genap di ruas jalan tol Japek tersebut khusus kendaraan yang masuk dari gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur menuju ke Jakarta.
"Pintu Tol Bekasi Barat, Bekasi Timur itu di situ saat yang tidak boleh ganjil yang genap keluar lintasan. Itu menyortirnya di pintu tol. Tapi yang dari Cikampek tetap jalan biasa," terang dia.
Sementara, kata dia apabila masih ada pengendara yang tetap melewati pada waktu yang ditentukan tidak akan dilakukan penindakan, melainkan hanya akan dialihkan dari ruas jalan tol. "Iya disuruh keluar lintasan, dari jam enam sampai jam sembilan saja," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya