9 Fakta Unik soal Iran Jarang Diketahui Orang, Termasuk soal Mengacungkan Jempol

Sembilan fakta menarik tentang Iran yang mencerminkan keunikan sejarah, budaya, hingga kebijakan sosial negara tersebut.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
9 Fakta Unik soal Iran Jarang Diketahui Orang, Termasuk soal Mengacungkan Jempol
9 Fakta Unik soal Iran Jarang Diketahui Orang, Termasuk soal Mengacungkan Jempol (Merdeka.com)

Iran kembali menjadi sorotan masyarakat internasional setelah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Aksi militer ini menambah panjang daftar ketegangan antara kedua negara yang memang telah lama bersitegang. 

Namun di balik kabar panas tersebut, Iran menyimpan berbagai fakta unik yang jarang diketahui publik dunia.

Melansir dari Rustic Pathways, berikut sembilan fakta menarik tentang Iran yang mencerminkan keunikan sejarah, budaya, hingga kebijakan sosial negara tersebut.

1. Iran Memiliki Pemimpin Tertinggi seperti Korea Utara

Salah satu ciri khas sistem pemerintahan Iran adalah keberadaan Pemimpin Tertinggi, posisi yang serupa dengan sistem kekuasaan di Korea Utara. 

Pemimpin Tertinggi adalah otoritas tertinggi dalam aspek politik dan keagamaan, yang memiliki kendali besar atas angkatan bersenjata serta Korps Garda Revolusi Islam yang didirikan pasca-Revolusi Islam. 

Sebagian besar penduduk Iran, sekitar 90–95 persen dari total lebih dari 99 persen pemeluk Islam, menganut mazhab Syiah.

Jika di banyak negara simbol jempol berarti tanda setuju atau baik-baik saja, hal itu tidak berlaku di Iran. Di sana, mengacungkan jempol justru dianggap sebagai gestur yang sangat menyinggung, sebanding dengan mengacungkan jari tengah di negara-negara Barat. 

Oleh karena itu, penting bagi wisatawan untuk memahami konteks budaya lokal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

3. Kekaisaran Persia Salah Satu yang Terkuat dalam Sejarah Dunia

Iran adalah pewaris Kekaisaran Persia kuno yang pernah menjadi salah satu kekaisaran terbesar di dunia, dikenal juga sebagai Kekaisaran Akhemeniyah. 

Berdiri sejak 559 SM hingga 331 SM, kekaisaran ini pernah mencakup wilayah Mesir, Turki, Iran modern, serta sebagian Afghanistan dan Pakistan. 

Didirikan oleh Cyrus yang Agung, kekaisaran ini berhasil menyatukan tiga pusat peradaban besar, Mesopotamia, Lembah Nil, dan Lembah Indus. Hingga kini, reruntuhan ibu kota kuno Persepolis di barat daya Iran masih bisa dikunjungi, menawarkan gambaran sejarah yang megah.

Dengan total 27 Situs Warisan Dunia UNESCO, Iran menempati posisi ke-10 dalam daftar negara dengan jumlah situs bersejarah terbanyak. Warisan budaya dan arsitektur Iran yang beragam mencerminkan peradaban yang sudah berkembang sejak ribuan tahun lalu.

5. Kata “Assassin” Berasal dari Iran

Kata “assassin” yang berarti pembunuh bayaran berasal dari kelompok Hashishin yang aktif di Iran pada abad ke-11 dan ke-12. Kelompok ini dikenal karena melakukan pembunuhan terencana terhadap tokoh-tokoh penting, bukan peperangan terbuka. 

Keberadaan mereka telah memberi pengaruh besar hingga kata “assassin” dan “assassination” masih digunakan dalam bahasa Inggris hingga kini.

6. Iran Memiliki Pulau Pelangi Bernama Pulau Hormuz

Salah satu permata tersembunyi Iran adalah Pulau Hormuz, yang dijuluki sebagai pulau pelangi. Terletak di Selat Hormuz dekat Teluk Persia, pulau ini menyuguhkan pemandangan geologi unik seperti Pantai Merah yang kontras dengan laut biru, Lembah Pelangi yang menyerupai Gunung Pelangi di Peru, serta Gua Dewi Garam yang penuh warna layaknya marmer alami. 

Selain itu, terdapat Majara Residence yang dirancang oleh arsitek lokal sebagai tempat penginapan, dan Kastil Portugis yang menjadi peninggalan era kolonial Portugis di kawasan itu.

Meski dinamai “kucing Persia”, asal-usul kucing berbulu panjang ini masih menjadi perdebatan. Beberapa catatan menyebutkan bahwa nenek moyangnya berasal dari Khorasan, wilayah di dataran tinggi Iran, dan pertama kali dibawa ke Italia pada tahun 1600-an. 

Namun, sebagian besar sejarawan percaya bahwa kucing ini diekspor dari Afghanistan dan Iran pada abad ke-19. Meskipun begitu, catatan sejarah sebelumnya masih belum jelas.

8. Alkohol Dilarang namun Masih Beredar secara Ilegal

Sejak Revolusi Islam tahun 1979, konsumsi dan penjualan alkohol resmi dilarang di Iran. Namun, larangan ini tak sepenuhnya menghilangkan permintaan dari masyarakat. 

Akibatnya, alkohol diperjualbelikan secara ilegal melalui jalur penyelundupan, yang berisiko karena tidak ada pengawasan kualitas. Bahkan, konsumsi alkohol ilegal telah menyebabkan banyak korban jiwa hingga tahun 2024.

9. Kalender Iran Berbeda dengan Kalender Barat

Kalender Iran sangat berbeda dengan kalender Gregorian yang umum digunakan di dunia Barat. Kalender ini dimulai dari tengah malam yang paling dekat dengan titik ekuinoks musim semi belahan bumi utara dan dihitung berdasarkan observasi astronomi di Teheran, bukan melalui aturan tetap seperti kalender Gregorian. 

Karena perbedaan ini, warga non-Iran sering kesulitan memahami sistem kalender Iran dan membutuhkan konverter daring untuk menyesuaikannya.

Rekomendasi