6 Fakta Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran 2019 Capai Rp 21 Juta

Sabtu, 1 Juni 2019 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
6 Fakta Harga Tiket Pesawat Jelang Lebaran 2019 Capai Rp 21 Juta Bandara Soekarno Hatta. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Jelang Lebaran 2019, masyarakat tengah dihebohkan kembali oleh fenomena mahalnya tiket pesawat. Di mana, salah satunya tiket pesawat Bandung-Medan mencapai harga Rp 21 juta.

Kementerian Perhubungan mencatat pertumbuhan penumpang pesawat penerbangan domestik turun hampir dua kali lipat pada Lebaran 2019. Pertumbuhan penumpang domestik pada Lebaran tahun ini diprediksi hanya 2,38 persen atau turun hampir dua kali lipat dari Lebaran 2018 yang pertumbuhannya mencapai 4,49 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana Pramesti, menyebutkan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait harga tiket agar tidak melampaui tarif batas atas. "Kami akan memantau 36 bandara agar penerapan harga tiket tidak keluar dari tarif batas atas. Tiket pesawat itu terdiri dari tarif batas atas, iuran wajib Jasa Raharja dan pajak bandara," katanya.

Namun, nyatanya praktik tiket pesawat mahal masih terjadi dan bahkan menghebohkan karena menelan biaya Rp 21 juta. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah faktanya.

1 dari 6 halaman

Pemerintah Imbau Konsumen Lebih Hati-hati Pada Travel Online

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika membeli tiket pesawat terbang lewat agen perjalanan. Masyarakat sebaiknya mengecek betul detail perjalanan ketika membeli tiket pesawat terbang.

Dia mengakui bahwa ada sebagian masyarakat yang mengeluh karena harga tiket yang mereka beli. Bahkan hingga melampaui tarif batas atas (TBA). Setelah dicek, ternyata tiket yang dibeli adalah multi rute alias bukan penerbangan langsung.

"Kemarin dari pengawasan tak ada rute yang lebih TBA. Pas dicek ternyata dia multi rute. Misalnya mau beli Jakarta- Surabaya ternyaya dia belinya tiket- Makassar-Bali-Surabaya. Jadi tiket penerbangan langsung sudah habis, diupayakan (oleh travel agent) tapi bukan penerbangan langsung," imbuh dia.

2 dari 6 halaman

Pemerintah Siap Beri Sanksi

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono, meminta kehati-hatian masyarakat saat membeli tiket pesawat. Hal ini penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan.

"Tolong check itu penerbangan langsung atau beberapa tiket (multi rute). Kalau beberapa tiket itu memang harga tinggi," jelasnya.

Dia pun meminta masyarakat untuk tak segan-segan mengadu kepada pihaknya jika harga yang diperoleh melebihi TBA, saat membeli tiket pesawat untuk penerbangan langsung. "Kalau langsung harga tinggi itu kewajiban pemerintah untuk memberikan sanksi," tandasnya.

3 dari 6 halaman

Pemerintah Janji Aktif Lakukan Pengawasan Harga

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kembali meminta kepada seluruh maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat. Hal tersebut tidak lepas dari masih tingginya harga tiket pesawat yang belakangan ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat menjelang mudik Lebaran 2019.

Pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan terhadap beberapa harga tiket pesawat yang dibanderol oleh sejumlah maskapai maupun agen perjalanan. "Perlu saya cek lagi ya," katanya.

4 dari 6 halaman

Traveloka Imbau Masyarakat Lebih Jeli

Public Relations Director Traveloka, Sufintri Rahayu, juga mengimbau masyarakat lebih jeli dalam melakukan pembelian tiket pesawat agar mendapat harga yang sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan. Pemilihan pesawat, kata dia, sangat mudah diatur sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

"Untuk dapat memilih penerbangan langsung (direct flight), pengguna juga dapat dengan mudah melakukan filter daftar maskapai dengan cara menentukan tujuan, tanggal bepergian, dan kelas penerbangan, halaman akan menampilkan hasil pencarian. Lalu, pilih menu filter," jelasnya.

"Pada bagian transit, pilih menu langsung, untuk hanya menampilkan penerbangan langsung. Klik pilih penerbangan. Laman akan menampilkan hasil pencarian daftar maskapai dengan penerbangan langsung," sambungnya.

Traveloka juga mengimbau masyarakat untuk memastikan bahwa kelas penerbangan yang dicari sesuai dengan keinginan. Misal, jika ingin mencari kelas ekonomi, maka pada laman awal pencarian dapat memilih kelas ekonomi.

"Harga dan ketersediaan stok tiket pesawat sendiri sifatnya dapat terus berubah secara realtime, untuk itu kami juga menyarankan pengguna kami untuk dapat melakukan pengecekan terus secara berkala, dan mengatur fitur Price Alert yang tersedia di platform kami, terutama di saat-saat peak season seperti sekarang ini," tandasnya.

5 dari 6 halaman

Travel Online Dituding Menyesatkan Masyarakat

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta agar pihak agen online tidak memberikan rute tujuan penerbangan yang membuat konsumen bingung dan heboh.

"Bagaimana tidak mahal dan melambung, karena rutenya berputar-putar, dan kelas bisnis pula. Masa jurusan Bandung-Medan harus berputar dulu ke Bali, lalu ke Jakarta, baru ke Medan? Ini saya kira ulah online travel agent (OTA) yang menyesatkan konsumen," kata Tulus.

"Kelas bisnis pesawat memang harganya bisa berlipat lipat dari kelas ekonomi, apalagi diputar-putar pula."

6 dari 6 halaman

Pemerintah Perintahkan Tampilan Aplikasi Travel Online Diubah

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Angkutan Udara mengimbau kepada seluruh Online Travel Agent (OTA) untuk memberikan informasi yang jelas dan mengedukasi kepada pengguna jasa angkutan udara terkait pemesanan dan pembelian tiket pesawat. Ini bertujuan agar calon penumpang mendapatkan informasi akurat terkait tiket yang mereka beli.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Direktur Angkutan Udara, Maria Kristi Endah pada rapat bersama dengan perwakilan maskapai Garuda Indonesia, Lion Group dan OTA. "Kami meminta agar aplikasi di Traveloka dan OTA yang lain agar dibuat lebih mengedukasi kepada masyarakat pengguna, seperti penjelasan mengenai penerbangan rute langsung atau transit dan pilihan pembelian tiket kelas ekonomi atau bisnis. Selain itu, notifikasi kejelasan harus disampaikan di awal proses pemesanan bukan di akhir," tegas Kristi.

Kristi meminta OTA sebagai mitra penjualan maskapai untuk memperbarui tampilan di aplikasi pemesanan dan pembelian tiket pesawat. Sehingga konsumen pengguna jasa angkutan udara lebih mudah mengerti dan memahami langkah-langkah pemesanan tiket, agar terhindar dari pemesanan tiket dengan harga tinggi.

"Traveloka harus menginformasikan jika, tiket kelas ekonomi habis dan yang dijual adalah tiket kelas bisnis, sehingga konsumen bisa mempertimbangkan harga sebelum memesan dan membeli tiket," katanya.

[bim]

Baca juga:
Penjelasan Garuda Indonesia Soal Harga Tiket Pesawat Capai Rp 21 Juta
Kemenhub Minta Traveloka Cs Edukasi Calon Penumpang Terkait Pembelian Tiket Pesawat
YLKI Soal Harga Tiket Pesawat Rp21 Juta: Ulah Agen Travel Online Menyesatkan
Ramai Harga Tiket Pesawat Sampai Rp21 Juta, Berikut Penjelasan Traveloka
Jelang Lebaran 2019, Menhub Budi Janji Terus Cek Harga Tiket Pesawat
Ramadan 2019, Menko Darmin Proyeksi Inflasi Mei Rendah
Kemenhub Imbau Pemudik Waspada Beli Tiket Pesawat dari Agen

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini