5 Pembelaan pemerintah saat jalur mudik macet parah

Kamis, 7 Juli 2016 06:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Pembelaan pemerintah saat jalur mudik macet parah Tol Cipali. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mencatat kemacetan terjadi di pintu tol Pejagan pada arus mudik. Berdasarkan pantauan posko angkutan Lebaran, Senin (4/7), antrean kendaraan mencapai 30 kilometer.

"Saat ini telah dilakukan rekayasa kendaraan yang antre di pintu tol Pejagan diarahkan ke pintu tol Brebes," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamurahardjo, dalam keterangan resminya.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, pembangunan beberapa ruas tol digadang-gadang pemerintah untuk atasi kemacetan parah saat mudik Lebaran justru tidak berfungsi. Hal ini terlihat dari perjalanan Jakarta sampai Brebes harus ditempuh dalam waktu 24 jam, pada Sabtu-Minggu kemarin.

"Dulu kemacetan di ruas Cikampek dan Palikanci, sekarang berpindah ke Brebes Timur. Pemerintah dan kepolisian gagal mengantisipasi kemacetan saat mudik Lebaran, khususnya di ruas tol Brebes Timur," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

"Ini namanya kemacetan berbayar! Dulu macet total di jalan Pantura, kita tidak bayar, karena jalan non tol. Sekarang kemacetan berpindah di tol: berbayar! Konsumen dirugikan dua kali. Dan akhirnya hanya pengelola tol yang diuntungkan," tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan mendapat laporan jumlah korban jiwa selama arus mudik Lebaran 2016. Diketahui, ada 17 orang yang meninggal selama arus mudik.

Penyebab meninggal beragam. Tidak hanya karena kecelakaan lalu lintas, tapi juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan.

Atas permasalahan ini pemerintah pun membela diri. Berikut merdeka.com akan merangkum pembelaan pemerintah.

1 dari 5 halaman

Pemudik penasaran coba tol baru

exit tol Brebes macet. ©2016 Merdeka.com/TMC Polda Metro Jaya

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tak perlu berpikir keras mencari penyebab kemacetan parah yang terjadi di sepanjang tol Pejagan hingga Brebes Timur saat puncak arus mudik kemarin. Menurutnya, antrean panjang kendaraan hingga puluhan kilometer tersebut diakibatkan volume mobil yang melebihi kapasitas ruas tol.

"Kebanyakan mobil. Kan orang ingin nyoba jalan tol baru yang panjang sekali. Itu saja," kata Jonan saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

2 dari 5 halaman

Libur Lebaran dan akhir pekan berdekatan

macet mudik 2016. ©Twitter

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin menjelaskan alasan terjadinya macet parah di Tol Brebes Timur, Exit Brebes Timur tujuan Tegal, Pemalang dan Slawi. Menurut dia, peningkatan jumlah pemudik dan libur akhir pekan yang berdekatan dengan hari raya Idul Fitri menjadi alasan kenapa Tol Brebes mengalami kemacetan parah.

"Karena memang di samping ada peningkatan pemudik ini juga libur panjang dan semua masyarakat memilih berangkat dari Jumat malam, Sabtu dan Minggu. Ini memang sesuai dengan prediksi kita," kata Benyamin.

3 dari 5 halaman

Pintu tol Brebes Timur dekat jalur Pantura

Macet di Jalur Pantura. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin menjelaskan, selain volume kendaraan yang meningkat, dekatnya jarak exit tol Brebes dengan jalur Pantura pun mempengaruhi terjadinya macet. Namun, sejumlah personel telah diterjunkan ke lapangan untuk mengurai kemacetan tersebut.

"Setelah keluar gate jalannya berdekatan dengan Pantura ini juga mempengaruhi. Cuma hanya beberapa lajur (Brebes), dipaksakan hanya tiga lajur. Sedangkan dari arah Pantura sendiri juga ada tiga lajur juga ketemu di sana menjadi satu sehingga terjadi bottle neck," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Baru dengan kemacetan sebabkan kematian

Macet Tol Cikampek arus mudik 2016. ©2016 Merdeka.com

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengomentari beredarnya kabar kematian sejumlah pemudik di ruas jalan tol saat mudik Lebaran. Menurutnya, hal tersebut bukan dikarenakan kemacetan, namun karena kondisi pemudik yang sedang sakit atau kelelahan.

"Saya baru kali ini dengar kemacetan menyebabkan kematian. Heran juga saya. Kalau kecelakaan menimbulkan kematian, iya. Tapi kalau macet sampai menimbulkan orang meninggal saya kira tidak ada. Mungkin meninggalnya akibat hal lain, bisa saja sudah sakit kurang sehat dan sebagainya," kata Menteri Jonan.

5 dari 5 halaman

Pintu tol sudah diubah elektronik

Pintu tol otomatis. ©2014 Merdeka.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyebab kemacetan pada arus mudik tahun ini berasal jalan tol yang menggunakan tiket atau karcis. Maka dari itu, saat ini pemerintah sudah melakukan perubahan dalam sistem perjalanan mudik.

Saat ini, pemangku kepentingan harus berubah menggunakan kartu elektronik untuk mempermudah masuk dan keluarnya kendaraan di gerbang jalan tol.

"Karena itulah musti diubah ke elektronik karena 30 detik saja proses pengambilan kartu itu kalikan sekian juta. Jadi bootle neck itu di situ," ujarnya. [bim]

Baca juga:
Tumpas pengecer bensin liar, Pertamina bakal ajak tentara jaga SPBU
Arus balik: Cikarang Utama macet, tarif tol bakal digratiskan
Gara-gara macet mudik, penjualan BBM kemasan melejit 200 persen
Berkat imbauannya, Yuddy sebut 27 ribu PNS batal cuti pasca Lebaran
Aksi nekat warga Bangladesh saat mudik ini bikin geleng kepala
Angkutan Lebaran, Jonan nilai pesawat jadi transportasi primadona
Banyak SPBU kehabisan BBM, bos Pertamina salahkan parahnya kemacetan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini