4 Fakta menarik soal aspal campur limbah plastik karya anak bangsa
Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK gencar melakukan kampanye pemanfaatan sampah, salah satunya dilakukan untuk pembangunan jalan. Pembangunan jalan menggunakan plastik dilakukan dengan pencampuran sampah plastik dan aspal dengan porsi sampah 10 persen dan aspal 90 persen.
Bekasi, Jawa Barat, menjadi lokasi kedua (setelah Bali) penerapan teknologi aspal plastik yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam rangka mengatasi sampah plastik.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bahkan meninjau langsung lapangan penerapan teknologi campuran beraspal menggunakan limbah plastik yang diuji coba di Jalan Sultan Agung, Bekasi.
Menko Luhut mengaku bangga dengan hasil karya anak bangsa dalam penelitian pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal jalan itu. "Saya apresiasi Kementerian PU-Pera, Bapak Basuki, atas kerja bersama ini," ujarnya.
Penelitian mengenai pemanfaatan limbah plastik untuk bahan campuran aspal sudah dimulai sejak 2008 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan diinisiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.
Penelitian tersebut dilanjutkan kembali pada awal 2017. Referensi penelitian serupa sudah dilakukan di India.
Berdasarkan hasil kajian di laboratorium pada 2017, campuran beraspal panas dengan bahan tambah limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah pada kadar limbah plastik tertentu dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar.
Tak hanya itu, masih banyak fakta lain seputar aspal bercampur sampah plastik ini. Berikut ulasannya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya