4 Cara Terhindar dari Kejahatan Skimming

Senin, 4 November 2019 06:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
4 Cara Terhindar dari Kejahatan Skimming ilustrasi kejahatan skimming ATM. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Kejahatan digital atau biasa disebut skimming tak bisa dihindari lagi. Kasus ini rupanya marak terjadi di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi belanja online dengan menggunakan kartu debit.

Skimming adalah modus kejahatan dengan meletakkan alat perekam data pada mesin ATM atau EDC yang dapat menyalin seluruh data kartu Anda, baik kartu kredit maupun kartu debit untuk menarik dana di rekening.

Data itu kemudian dijual kepada pelaku jahat lainnya, atau digunakan oleh scammer atau sekelompok orang yang menipu untuk membeli barang secara online. Pengecer kecil dan menengah paling berisiko menjadi sasaran.

Karena itu, Anda perlu waspada agar tak menjadi korban. Berikut ini sejumlah langkah yang dapat dilakukan Anda untuk membantu menjaga keamanan informasi keuangan, dilansir CNBC Make It.

1 dari 4 halaman

Gunakan Kartu Kredit Virtual

Kartu kredit virtual adalah nomor sementara yang memungkinkan Anda untuk menggunakan kartu kredit nyata Anda tanpa memaparkan informasi akun Anda ke situs web pengecer. Anda dapat menggunakan ini hanya sekali, atau berapa kali Anda memilih.

Jika informasi Anda skim atau terungkap dalam suatu pelanggaran data tidak apa-apa. Anda tidak perlu mengganti kartu kredit Anda yang sebenarnya, cukup tutup kartu virtualnya. Anda dapat membuat kartu virtual ini di Privacy.com, atau di situs web penerbit kartu Anda.

Jangan pernah menggunakan kartu debit saat berbelanja online. Kartu kredit menawarkan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. Kartu debit pada dasarnya bertindak sebagai uang tunai, sedangkan jika pencuri menggunakan kartu kredit Anda, sebenarnya tidak ada uang yang diambil dari Anda.

2 dari 4 halaman

Bayar dengan pembayaran online

Rick McElroy, ahli strategi keamanan utama di VMware Carbon Black, sebuah perusahaan cybersecurity, mengatakan jika Anda tidak menggunakan kartu kredit terpisah untuk pembelian online, pintar membayar melalui prosesor pihak ketiga seperti PayPal atau Venmo jika situs pengecer memberi Anda opsi itu.

Jika Anda menggunakan PayPal, misalnya, pengecer online tidak pernah melihat informasi Anda. Mereka melihat alamat email Anda, tetapi selain itu PayPal hanya mengirim token yang mengatakan pembayaran telah dilakukan. Tidak ada informasi pribadi untuk dicuri.

3 dari 4 halaman

hati-hati dengan tawaran hadiah

Para pelaku kejahatan menggunakan taktik yang mereka gunakan untuk mencuri informasi kartu kredit untuk mencuri saldo.

Hal tersebut bisa saja membuat Anda tidak sadar jika sudah kehilangan uang karena tidak ada yang memeriksa kartu kredit setiap hari.

4 dari 4 halaman

Secara Teratur Memonitor Rekening Bank

Dengan semua penipuan keuangan canggih yang melimpah akhir-akhir ini, konsumen bijaksana adalah untuk secara proaktif melindungi informasi keuangan mereka.

Secara teratur memeriksa laporan bank dan kartu kredit, dan mengatur peringatan kartu kredit dan rekening bank. Jika Anda menerima pemberitahuan tentang pembelian yang tidak Anda lakukan, segera beritahu bank dan penerbit kartu kredit Anda. [azz]

Baca juga:
Diduga akan Skimming ATM, WN Ukraina Ditangkap Polda Bali
Belajar dari Youtube, 2 Pelaku Bobol ATM di Purworejo Pakai Mata Pancing
Pasang Alat Skimming, Empat WN Bulgaria Diringkus Polisi di Bali
WN Bulgaria Pelaku Skimming Ditangkap Saat Beraksi di Mataram
Polisi Ringkus WNA Bulgaria Pelaku Skimming di Bali

Topik berita Terkait:
  1. Tips Keuangan
  2. Skimming
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini