Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

22.000 Hektar lahan milik pemerintah dimanfaatkan jadi ladang garam

22.000 Hektar lahan milik pemerintah dimanfaatkan jadi ladang garam Menko Polhukam Luhut Panjaitan datangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah telah mendata lahan-lahan yang bisa dibangun ladang garam. Dari data tersebut, pemerintah memiliki 22.000 hektar lahan yang bisa dioptimalkan untuk pembangunan industri garam Tanah Air.

"Tadi kita ada rapat terpadu, terintegrasi semua kementerian terkait. Kita punya tanah 22.000 hektar yang bisa dibuat garam," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (14/8).

Meski demikian, tidak semua lahan tersebut berpotensi menghasilkan banyak garam. Ada juga beberapa di antaranya yang kurang potensial. Selain itu, Luhut menyayangkan teknologi pengolahan garam di Indonesia yang belum memadai sehingga kualitas garam yang dihasilkan tidak begitu baik.

"Garam itu sudah sebagian dibuat tapi tidak pakai teknologi bagus. Sehingga kualitasnya garamnya 80 persen harusnya 94-97 persen," tegasnya.

Beberapa ladang garam yang luas diantaranya berada di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Jeneponto Sulawesi Selatan dan Madura. Terluas ada di NTT.

"Di NTT hampir lebih 15.000 hektar sisanya terpisah di Madura dan Jeneponto Makassar," jelasnya.

Untuk itu, Luhut menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk membuat rencana kerja terkait teknologi pengembangan garam. Diharapkan, hal tersebut bisa mengatasi kelangkaan dan impor garam.

"Kita berharap Selasa depan sudah datang dengan konsep berapa lama bisa mulai operasi atau kontruksinya, kapan menghentikan impor, kemudian beberapa cost struktur produksi garam. Petani tak boleh dirugikan. Kemudian implementasi teknologi yang dikembangkan BPPT. Saya pikir akan bisa strategi konsepnya mungkin bisa dilihat minggu depan," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP