2017, Bank Mandiri beri kredit Rp 141 T untuk proyek tol hingga pembangkit listrik
Merdeka.com - Bank Mandiri mencatat, pada 2017, telah menyalurkan total kredit infrastruktur sebesar Rp 141 triliun. Angka ini meningkat 6,9 persen dari 2016.
Direktur Treasury Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan perseroan terus menguatkan komitmennya untuk terlibat dalam percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
"Sebagai agent of development juga terlibat dalam perwujudan komitmen spirit membangun negeri, di sektor infrastruktur Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 141 triliun," ungkapnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (6/2).
Junaidi menyebutkan beberapa proyek infrastruktur yang dibiayai oleh Bank Mandiri antara lain, ruas tol Semarang-Batang, Gempol-Pandaan, Pandaan-Semarang, Manado-Bitung, dan Serang-Panimbang.
"Untuk sektor ketenagalistrikan bagian dari proyek 35.000 MW, kita membiayai IPP (Independent Power Plant) seperti PLTU Mamuju di Sulawesi Barat, PLTU Sulbagut di Gorontalo, dan PLTU Nabire di Papua," kata dia.
Kredit untuk sektor infrastruktur tersebut disalurkan kepada delapan sektor utama yakni transportasi senilai Rp 31,3 triliun, tenaga listrik sebesar Rp 31,3 triliun, serta migas dan energi terbarukan senilai Rp 18,4 triliun.
Sementara untuk konstruksi sebesar Rp 15,5 triliun, perumahan rakyat dan fasilitas kota sebesar Rp 10,6 triliun, telematika, Rp 9,3 triliun, jalan Rp 7,6 triliun, dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 10,8 triliun.
Selain itu, sebagai wujud komitmen pada tujuan pemerataan pembangunan, Darmawan menambahkan sepanjang 2017 Bank Mandiri telah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 13,3 triliun, atau mencapai 102,6 persen dari target.
Secara kumulatif, hingga Desember 2017, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 48,3 triliun kepada 995.352 debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam penyaluran program bantuan sosial nasional. Pada Program Keluarga Harapan (PKH), Bank Mandiri telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp 1,86 triliun kepada 943.690 keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Sedangkan program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) yang disalurkan perusahaan tercatat sebesar Rp 51,20 miliar yang disalurkan kepada 38.545 KPM.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya