2 Modal Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Dunia

Rabu, 10 Agustus 2022 12:56 Reporter : Merdeka
2 Modal Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Dunia Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andreas Eddy Susetyo menilai, negara memang perlu mengantisipasi dampak gejolak global yang tengah terjadi. Meski itu sulit diprediksi kapan berakhir, seperti konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

"Kalau kita lihat, yang jelas adalah seluruh lembaga baik IMF dan World Bank selalu membuat proyeksi turun terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, inflasi naik. Sehingga ini merupakan hal yang tidak bisa dihindari," kata Andreas dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebutnya telah menyampaikan, hampir ada 60 negara yang terancam menghadapi kesulitan. Namun, dia mengaku optimistis, Indonesia sudah punya pengalaman kuat dalam penanganan krisis, seperti yang dilakukan saat wabah pandemi Covid-19 menggila beberapa waktu lalu.

"Karena kita punya dua senjata, yaitu modal sosial kita berupa kegotongroyongan, dan pemanfaatan teknologi digital atau digitalisasi. Ini adalah lesson to learns daripada Covid-19," sebutnya.

2 dari 2 halaman

Guyur Subsidi Tahan Inflasi

tahan inflasi rev1

Lebih lanjut, Andreas pun tak mengelak jika imbas lonjakan inflasi kini telah dirasakan langsung masyarakat. Khususnya dalam konteks harga pangan yang relatif semakin terguncang.

Oleh karenanya, pemerintah bersama DPR RI kemudian menyepakati untuk mengendalikan inflasi lewat pengendalian beberapa harga komoditas yang diatur pemerintah (administered price).

Salah satunya, dengan memberikan subsidi besar untuk harga BBM jenis Pertalite dan Solar agar tidak terkena imbas kenaikan harga minyak dunia.

"Tantangan ini tidak mudah, karena kita sepakati fungsi APBN dan fiskal sebagai fungsi shock absorber, menahan gejolak," ujar Andreas.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
BI Sebut Perekonomian Dunia Tengah Menuju Stagflasi, ini Buktinya
Pemerintah Masih Tunggu Waktu yang Tepat Terapkan Pajak Karbon
Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Jauh Sekali dari Resesi
Sri Mulyani Beberkan Ancaman 2023: Pelemahan Ekonomi dan Harga Komoditas Melandai
Bahlil: Perang Bukan Berarti Ekonomi Tak Jalan, Ada Juga Manfaat Positifnya
Pandemi Hingga Ancaman Resesi Jadi Pacuan IKM Perkuat Bisnis
Jokowi Minta APBN 2023 Siap Hadapi Gejolak Ekonomi Kemungkinan Lebih Parah dari 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini