WNI Dari Wuhan: Akhirnya Enggak Harus Mikir Besok Mau Makan Apa
Merdeka.com - Sebanyak sekitar 237 Warga Negara Indonesia yang telah dievakuasi dari Wuhan, China akhirnya telah dipulangkan ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2). Sebelumnya, mereka telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Kepulauan Natuna, Riau.
Belum lama ini, melalui video yang diunggah oleh akun Youtube TRANS 7 OFFICIAL tiga orang WNI yang baru saja pulang dari proses karantina hadir di sebuah sesi wawancara bersama Deddy Corbuzier. Mereka menceritakan bagaimana suasana sebenarnya di Wuhan saat virus corona merebak. Berikut informasi selengkapnya:
WNI sudah Dipulangkan dari Karantina

Youtube/TRANS 7 OFFICIAL 2020 Merdeka.com
WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari pada Sabtu (15/2) lalu telah dipulangkan ke daerah masing-masing dengan menggunakan pesawat yang sama yang membawa mereka dari Wuhan. Sekitar pukul 14.00 WIB pesawat diterbangkan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Cerita WNI Selama di Wuhan
Ketiga WNI yang hadir dalam acara tersebut ialah Dodi, Firni, dan juga Fani. Mereka menceritakan kondisi yang mereka alami saat terjebak di Wuhan selama virus corona tersebut mewabah.
"Kalau kota mati sih menurut saya pribadi memang iya ya, karena sepi terus kalau kita mau keluar rumah itu kayak perlu nyali yang besar," ungkap Firni.
Akui sempat Panik

Youtube/TRANS 7 OFFICIAL 2020 Merdeka.com
Doddy mengaku peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah China sempat membuatnya dan WNI yang lain stres dan ketakutan.
"Kemudian ada peraturan dari pemerintah yang mengguncang psikis kita, karena menjadi lebih khawatir," kata Doddy.
Kebijakan semacam lockdown dan pembatasan kendaraan yang dikeluarkan pemerintah sempat membuat WNI semakin ketakutan dan ingin segera meninggalkan Wuhan.
Sempat ingin Kabur dari Wuhan

Youtube/TRANS 7 OFFICIAL 2020 Merdeka.com
Firni juga mengatakan jika dirinya dan teman WNI yang lain sempat ingin berusaha kabur dari Wuhan ditengah-tengah kebijakan lockdown yang diterapkan.
"Takut mbak, jujur kami berdua sama teman satu kampus sempat ingin berusaha kabur dari kota Wuhan sendiri karena segitu takutnya," ungkap Firni.
Harus Berebut saat Belanja Bahan Makanan
Fani, salah satu WNI juga mengatakan jika ia merasa senang setelah dievakuasi oleh pemerintah.
"Terharu sih kayak akhirnya kita enggak usha mikirin besok harus makan apa lagi, bisa menuju tempat yang lebih aman," kata Fani.
Firni juga menambahkan jika selama disana ia harus berusaha jika ingin keluar mendapatkan bahan makanan.
"Karena di lingkungan kampus kita sama apartemen kan daerah pemukiman. Jadi saat kita mau belanja itu kita harus beradu cepat sama mereka. Jadi kalau kita telat jam kita sudah kehabisan. Nah dari situ saja kan sudah buat kita khawatir kan," ungkap Firni.
Pemerintah Wuhan mengeluarkan Peraturan Tidak Boleh Keluar

Youtube/TRANS 7 OFFICIAL 2020 Merdeka.com
Dodi mengatakan berdasarkan info yang ia dapatkan dari kampusnya, per 13 Februari 2020 pemerintah Wuhan telah menerapkan peraturan untuk warganya tidak boleh keluar dari dalam rumah.
"Di kampus kami aturannya satu minggu satu kali dan hanya dua jam, untuk supply makanan diusahakan dari kampus.
Crew Pesawat Sambut WNI

Youtube/ TRANS 7 OFFICIAL 2020 Merdeka.com
Saat para WNI menuju ke pesawat yang menjemput mereka, Dodi, Firni, dan Fani mengatakan jika mereka sangat terharu saat para crew pesawat menuliskan sebuah pesan di secarik kertas dan menempalkannya di kaca pesawat.
"Jadi pas kita lagi jalan mau masuk ke pesawat, bapak-bapak pilot ini menyambut kita dengan tulisan ini jadi terharu banget," kata Dodi.
"Jadi kita merasa di sayangi, merasa dilindungi," tambah Firni.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya