Korea Selatan Darurat Virus Corona, Ini Faktanya Hingga 'Peringatan Merah' Dinyalakan

Senin, 24 Februari 2020 17:27 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Korea Selatan Darurat Virus Corona, Ini Faktanya Hingga 'Peringatan Merah' Dinyalakan Kasus corona di Korea Selatan. ©2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

Merdeka.com - Virus corona hingga kini masih menjadi polemik di sejumlah negara di dunia. Meski sudah banyak pasien dinyatakan sembuh, pasien terinfeksi virus corona baru juga kian mengalami lonjakan. Tak terkecuali Korea Selatan.

Dalam beberapa hari terakhir, lonjakan pasien terinfeksi virus corona meningkat begitu pesat di negeri ginseng. Tercatat sudah ada ratusan kasus virus corona yang terkonfirmasi.

Hal ini membuat Korea Selatan menjadi negara paling banyak terinfeksi virus corona di luar China.

1 dari 7 halaman

Peringatan Merah Dikeluarkan

Melansir dari The Guardian, Senin (24/2), Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in telah mengeluarkan peringatan merah. Sebelumnya, Korea Selatan berada di level waspada dengan warna oren. Tidak di wilayah tertentu saja, 'siaga merah' atau peringatan merah ini diperuntukkan seluruh wilayah di Korea Selatan.

virus corona di korea selatan

Instagram @kbri_seoul 2020 Merdeka.com

Hal ini dikarenakan adanya lonjakan pasien terjangkit virus corona dan meninggal dunia. Dalam pertemuan darurat di Seoul pada Minggu (23/2), pemerintah akan meningkatkan upaya melawan virus corona. Salah satu caranya yakni meningkatkan tingkat siaga satu ke level tertinggi 'merah'.

2 dari 7 halaman

Jangan Ragu Mengambil Tindakan

Melansir dari The Guardian, Senin (24/2), Presiden Korea Selatan mengimbau seluruh jajaran pemerintah untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan. Terutama tindakan kuat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini bertujuan untuk mengatasi penyebaran virus corona tanpa dibatasi oleh peraturan. Tidak hanya bagi pemerintah pusat, upaya ini juga diberlakukan untuk semua pemerintah daerah di Korea Selatan.

3 dari 7 halaman

Jumlah Kasus Terkonfirmasi

Melansir dari akun Instagram safetravel.kemlu, hingga Minggu (23/2) setidaknya ada 602 kasus pasien virus corona yang terkonfirmasi. Untuk pasien yang dinyatakan sembuh ada 18 orang dan 5 orang meninggal dunia.

virus corona di korea selatan

Instagram @safetravel.kemlu 2020 Merdeka.com

Menurut laporan, 579 pasien virus corona saat ini masih di rawat di rumah sakit. Wilayah Daegu dan Gyeongsang Bukdo hingga kini juga masih menjadi wilayah yang paling banyak melahirkan pasien virus corona.

4 dari 7 halaman

Jumlah Orang yang Diperiksa

Melansir dari The Guardian, hingga Minggu (23/2) pagi, jumlah orang yang telah diperiksa untuk virus corona dan karantina sebanyak 6.039 jiwa. Sehingga, Korea Selatan tercatat telah menguji 22.633 kasus yang dicurigai dan 16.038 kasus dinyatakan negatif.

Melansir dari World of Buzz, Daegu dan Cheongdo telah dinyatakan sebagai 'zona perawatan khusus'. Tidak hanya itu, jalan-jalan di Daegu juga telah ditinggalkan oleh masyarakat.

Kwon Young-Jin selaku Walikota Daegu juga menasihati masyarakat setempat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Dia juga menambahkan jika tingkat krisis Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara sangat buruk.

5 dari 7 halaman

Faktor Penyebaran

Sebuah pernyataan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menyatakan, dari 299 kasus baru tersebut sebanyak 95 berkaitan dengan Rumah Sakit Daenam di Cheongdo. Di mana mereka merawat orang-orang bermasalah dan lansia.

Melansir dari BBC, setidaknya ada 114 kasus yang terkonfirmasi berasal dari rumah sakit. Angka tersebut meliputi 9 orang yang bekerja sebagai staf dan 102 lainnya sebagai pasien.

kasus corona di korea selatan

2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

Kim Gang-Lip selaku Wakil Menteri Kesehatan mengatakan wabah virus corona ini telah memasuki fase baru yang lebih serius.

"Sebagian besar dari mereka yang didiagnosis di rumah sakit adalah pasien rawat inap karena penyakit mental. Beberapa kasus menunjukkan tidak ada koneksi epidemiologis yang dikonfirmasi," paparnya seperti yang dikutip dari BBC, Minggu (23/2).

6 dari 7 halaman

Langkah yang Mungkin Diambil Pemerintah

Dengan naiknya tingkat siaga menjadi warna merah, memungkinkan pemerintah akan melakukan tindakan antisipasi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan menutup sementara sekolah hingga kegiatan publik lainnya.

Namun, hingga kini belum ada pernyataan khusus dari pemerintah terkait tindakan pencegahan yang akan diambil. Kendati begitu, seluruh jajaran pemerintah tetap akan fokus pada penyebaran virus corona yang merebak pesat selama beberapa hari di Korea Selatan.


7 dari 7 halaman

Tunda Tahun Ajaran Baru

Minggu (23/2), Kementerian Pendidikan Korea Selatan menyatakan akan menunda tahun ajaran baru selama satu pekan. Sehubungan dengan adanya lonjakan virus corona di Korea Selatan.

kasus corona di korea selatan

2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

"Kementerian Pendidikan memutuskan untuk menunda hari pertama masuk semua taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah, tinggi, khusus dan pendidikan lainnya secara nasional selama satu minggu dari 2 Maret hingga 9 Maret 2020," kata kementerian dalam siaran pers. [tan]

Baca juga:
Gara-Gara Hoaks Soal Corona, Warga Ukraina Panik Masal
Merebak di Korsel, Italia, Iran, Wabah Corona Kini Menyebar Cepat di Luar China
Pakistan, Turki, dan Afghanistan Tutup Perbatasan dengan Iran Akibat Wabah Corona
Korea Selatan Tunda Tahun Ajaran Baru karena Wabah Corona
Virus Corona Meluas di Korsel, Petugas Gencar Semprot Disinfektan ke Pasar-pasar
Sejumlah Kota di Italia Diisolasi Setelah Dua Orang Meninggal Karena Wabah Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini