Usia 8 Tahun Sudah Perang Melawan Penjajah, Ini Cerita Ayahanda Dedi Mulyadi
Merdeka.com - Ayah Dedi Mulyadi membagikan cerita pengalaman hidupnya yang menarik. Bagaimana tidak, beliau sudah berperang melawan penjajah sejak usia 8 tahun.
Beliau juga merupakan purnawirawan prajurit TNI. Bahkan menariknya, ayah Dedi Mulyadi masih menyimpan dan memiliki banyak baju dari zaman Bung Karno. Lantas bagaimana cerita ayah Dedi Mulyadi?
Melansir dari akun YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Rabu (18/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Baju dari Zaman Bung Karno
Ayah Dedi Mulyadi menceritakan kisahnya saat menjadi prajurit TNI. Beliau bahkan masih menyimpan baju sejak dari zaman Bung Karno.
"Bajunya sudah kebanyakan dikirimin," kata Dedi menjelaskan apa yang dikatakan sang ayah.

YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
"Banyak baju di zaman Bung Karno," ungkap sang ayah.
"Baju dari zaman Bung Karno saja ada, zaman Pak Harto ada bajunya?," tanya Dedi.
"Ada," kata sang ayah.
Berperang Sejak Usia 8 Tahun
Ayah Dedi juga mengatakan sudah disuruh perang ke hutan sejak masih anak-anak. Saat itu, usia 8 tahun beliau sudah jadi tentara dan berjaga di kebun karet."Umur berapa bapak jadi tentara?," tanya Dedi Mulyadi.
YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
"kira-kira mah umur 8 tahunan," jawabnya."Ah masak 8 tahun jadi tentara," kata Dedi tak percaya."Umur 8 tahun sudah jadi tentara, relawan paling. Terus umur 8 tahun sudah latihan perang?," tanya Dedi sembari mengartikan penjelasan sang ayah."Oh bapak jaga di kebun karet mana?," tanya Dedi.
Diberi Pangkat
Setelah merdeka, beliau kemudian diberi tempat penjagaan hingga akhirnya diberi pangkat. Ayah Dedi mengaku bergabung dengan satuan Batalyon Siliwangi Resimen 7."Setelah merdeka kemudian bapak jadi tentara resmi," kata Dedi Mulyadi."Masih Batalyon," kata ayah Dedi.
YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
"Oh masih Batalyon, dikasih lah pangkat prajurit," kata Dedi."Pangkat? Tempat," kata sang ayah."Ya dikasih tempat tapi kan ujung-ujungnya dikasih pangkat. Ada NRP nya," jelasnya."Setelah dikasih seragam, kesatuan apa yang pertama jadi tentaranya?," tanya lagi."Satuan Batalyon Siliwangi Resimen 7," jawabnya.
Pernah Diracun Belanda
Bukan hanya itu saja, beliau juga menceritakan pengalaman pahitnya saat berjuang melawan penjajah. Ayah Dedi Mulyadi ternyata pernah diracun oleh bangsa sendiri yang menjadi mata-mata Belanda."Terus Bapak pernah diracun di mana?," tanya Dedi."Di Gambir," jawab sang ayah.
YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
"Bapak kan diracun oleh bangsa sendiri di Pagaden oleh mata-mata Belanda. Diracun Bapak, muntah darah? Ada yang meninggal tidak?," tanyanya lagi."Cuma bapak yang diracun," jawab sang ayah."Sembuh nya bagaimana itu teh diracun Belanda?," tanya Dedi."Diobati sama orang kampung, di kasih air kelapa?," jelas Dedi membantu menerjemahkan perkataan sang ayah.
Video Cerita Ayah Dedi Mulyadi Jadi Tentara
Berikut video cerita ayah Dedi Mulyadi yang jadi tentara sejak usia 8 tahun.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya