Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TOEFL PBT Adalah Tes Berbasis Kertas, Simak Contoh Soalnya

TOEFL PBT Adalah Tes Berbasis Kertas, Simak Contoh Soalnya Ilustrasi ujian. ©Shutterstock

Merdeka.com - TOEFL PBT adalah tes bahasa Inggris berbasis kertas. TOEFL PBT (Paper Basic Test) adalah jenis TOEFL paling konvensional yang digunakan pada tahun 1963 - 1998. Sesuai namanya, pelaksanaan tes TOEFL PBT dilakukan menggunakan lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang diisi menggunakan pensil 2B.

Karena jenis TOEFL ini tergolong cukup sederhana tanpa adanya materi speaking, jadi hanya beberapa negara tertentu yang masih memberlakukan tes ini. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman ef.co.id dan berbagai sumber, (26/12/2022):

Tes TOEFL

Test of English as a Foreign Language atau yang lebih umum dikenal dengan istilah TOEFL merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengukur kecakapan dan kapabilitas berbahasa Inggris seseorang.

Tes TOEFL biasanya digunakan sebagai persyaratan untuk seseorang yang ingin bekerja atau berkuliah di negara tujuan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya.

Namun dengan semakin berkembangnya globalisasi, TOEFL kini memiliki lebih banyak fungsi dan tidak jarang menjadi salah satu syarat administrasi bahkan untuk mendaftar pekerjaan atau kuliah di dalam negeri.

TOEFL pertama kali digunakan sekitar tahun 1963 dan kini memiliki beberapa jenis seperti, CBT, IBT, dan PBT. TOEFL PBT adalah tes yang benar-benar berbeda dibandingkan tes TOEFL online lainnya.

Beberapa perbedaan utamanya adalah tes tersebut biasanya lebih pendek, tidak terdapat komponen kemampuan berbicara, dan juga dinilai dalam skala yang berbeda.

Struktur Ujian TOEFL PBT

TOEFL PBT biasanya berlangsung selama sekitar 2,5 jam dan terbagi atas 3 sesi tes, yakni Listening, Structure, dan Reading. 1. Listening Pada sesi ini, para peserta akan mendengarkan rekaman suara yang diputar selama 30 - 40 menit dan menjawab pertanyaan di lembar jawaban mengenai isi dari rekaman suara tersebut. Biasanya, pada sesi ini diberikan dalam dua bagian. Pertama menggunakan audio berdurasi pendek, sedangkan bagian selanjutnya berisikan rekaman suara yang lebih panjang. 2. Structure Sesi selanjutnya adalah materi Structure yang bertujuan untuk menguji pemahaman akan tata bahasa atau grammar dari para peserta tes. Peserta tes akan menjumpai soal finding errors atau menemukan bagian-bagian yang salah dari struktur kalimat dalam soal yang diberikan serta mengisi kolom yang kosong dengan kalimat yang benar.

3. Reading

Sesi yang terakhir yaitu materi Reading, di mana tingkat pemahaman para peserta tes dalam memahami suatu teks bacaan akan diuji. Bagian ini terdiri dari beberapa paragraf bacaan, mulai dari yang pendek hingga panjang, dan pertanyaan yang harus dijawab seputar paragraf-paragraf tersebut.

Penilaian TOEFL PBT dinilai dalam rentang skala 310 hingga 677 yang terdiri dari 3 bagian utama dari tes. Bagian menulis tidak dimasukkan ke dalam nilai keseluruhan, namun bagian ini dilaporkan secara terpisah dalam skala 0 hingga 6. Nilai TOEFL PBT absah selama 2 tahun dan bisa digunakan di universitas mana pun yang menerima nilai TOEFL IBT. Kebanyakan universitas di Amerika Serikat mematok nilai TOEFL IBT tertentu untuk penerimaan. ETS merilis sebuah tabel konversi untuk kampus dalam mempermudah mereka mengkonversi nilai PBT ke nilai IBT.

Perbedaan Jenis-Jenis TOEFL

Saat ini, jenis TOEFL PBT memang sudah tidak banyak digunakan. Jenis CBT (Computer Based Test) serta IBT (Internet Based Test) lebih sering digunakan dan telah menjadi standar internasional. Perbedaan antara ketiga jenis TOEFL ini yang paling mencolok adalah dari media yang digunakan untuk melakukan tes.Apabila TOEFL PBT dilakukan menggunakan lembar kertas soal dan jawaban yang diisi dengan pensil 2B, tes CBT dan IBT dilaksanakan menggunakan komputer sebagai medianya.Namun, untuk tes IBT menggunakan sistem tes online menggunakan internet. Perbedaan selanjutnya yaitu terletak pada struktur atau materi yang diujikan dalam tes. TOEFL CBT dan IBT memiliki 4 bagian tes yang meliputi Listening, Structure, Reading, dan Writing untuk CBT, serta materi Listening, Speaking, Writing, dan Reading untuk IBT.Waktu pengerjaan antara TOEFL PBT dan CBT cenderung sama, yaitu berkisar antara dua sampai dengan dua setengah jam. Sedangkan TOEFL IBT membutuhkan waktu pengerjaan selama 4 jam. Hal ini disebabkan karena pada TOEFL IBT terdapat materi Speaking, di mana peserta diminta untuk berbicara melalui mikrofon yang akan direkam secara digital untuk kemudian dievaluasi oleh beberapa ahli dari ETS (Educational Testing Service) sebagai pencetus pertama TOEFL IBT.

Contoh Soal

Berikut contoh soal TOEFL dilansir dari laman ef:1.  … received law degrees as today.Never so many women haveNever have so many womenThe women aren’t everWomen who have neverCara Penyelesaiannya… received law degrees as today.Mari kita coba strategi umum untuk mendapatkan jawaban yang benarPilihan 1 dan 2 terlihat menyerupai, untuk itu kita dapat menyingkirkan pilihan ini dan melihat pilihan lainnya terlebih dahulu.Untuk pilihan 3, kita dapat melihat bentuk kata kerja pada kalimat ini tidaklah benar:The women aren’t ever received law degrees as today.Bentuk tata bahasa yang salah pada kalimat ini adalah penggunaan kata “the women”, sebagai subyek dari kalimat ini dikatakan bahwa wanita tidak pernah menerima gelar hukum. Berdasarkan pengetahuan umum kalimat ini tentu saja tidak benar.Selanjutnya adalah pilihan 4 yang mengatakan:Women who have never received law degrees as todayIni bukanlah kalimat yang lengkap. Kita hanya memiliki Subyek (yaitu women) + klausa yang dimulai dengan kata who (yang menjelaskan subyek). Untuk itu, kita dapat mengatakan kalau pilihan ini salah.Sekarang kita dapat kembali ke pilihan 1 dan 2:Never so many women have received law degrees as todayNever have so many women received law degrees as todayPada kalimat Present Perfect dengan menggunakan ‘never’ urutan yang benar adalah sebagai berikut:SUBJECT + HAS/HAVE + NEVER + VERB IN PAST PARTICIPLE FORM(untuk kata kerja receive, bentuknya berubah menjadi received).Jika melihat urutan ini maka kita tidak dapat menemukan jawaban yang tepat. Tapi, untuk menekankan sesuatu maka kata never dapat ditempatkan di awal kalimat. Dengan begitu urutannya akan menjadi:NEVER + HAS/HAVE + SUBJECT + VERB IN PAST PARTICIPLE FORMBerdasarkan urutan ini maka kita berhasil menemukan jawaban yang tepat, yaitu pilihan ke dua:Never have so many women received law degrees as today.

Contoh Soal 2

In the realm of psychological theory Margaret F. Washburn was a dualist _____ that motor phenomena have an essential role in psychology.(A) who she believed(B) who believed(C) believed(D) who did she believeSama dengan contoh soal diatas, tipe soal ini mengharuskan Anda untuk menjawab atau mengisi celah kosong didalam kalimat di atas sehingga menjadi satu kalimat yang utuh dan benar.Untuk memudahkan Anda, Anda bisa melihat apakah kalimat di dalam soal merupakan kalimat yang utuh atau tidak atau memiliki Subjek + Verb atau tidak. Jika kita melihat contoh kalimat diatas, kita dapat melihat bahwa kalimat tersebut memiliki S + V yang lengkap.Ruang kosong setelah subjek tanpa koma di dalam kalimat soal dapat diisi dengan Adjective Clause. Karenanya, dapat disebutkan jika soal ini memiliki pola adjective clause. Untuk menentukan jawaban yang tepat maka kita harus mengetahui rumus dari adjective clause. Rumus dari adjective clause adalah:CONJ / RELATIVE PRONOUN + SUBJECT + VERB.Jika kita melihat keempat pilihan, coba untuk mengeliminasi 2 pilihan untuk memudahkan Anda memilih jawaban yang benar. Mari kita lihat pilihan A dan D.    Who she believed    Who did she believeKalimat soal sudah memiliki Subject dan Verb yang lengkap, sehingga bukan Subject atau Verb yang kita cari untuk menjawab soal diatas. “She” merupakan bentuk subject pronoun. Karena itu, kedua pilihan ini bukan merupakan jawaban yang kita cari.Pilihan jawaban tersisa pilihan (B) Who believed dan (C) believed. Lalu jawaban manakah yang tepat? Diatas kita sudah mengidentifikasi bahwa kalimat ini memiliki pola adjective clause dengan rumus conj / relative pronoun + Subject + Verb.

Subject yang tertulis sebelum ruang kosong merupakan subject orang atau manusia yaitu a dualist. Relative pronoun yang tepat untuk menjelaskan subjek manusia adalah “Who.” Maka, jawaban yang tepat adalah pilihan (B) Who believed.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP