Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tidak Banyak Diketahui, Mengapa Banyak Binatang Berekor? Ini Penjelasannya

Tidak Banyak Diketahui, Mengapa Banyak Binatang Berekor? Ini Penjelasannya 10 Jenis Kucing yang Penyayang, Tempat Kamu Curahkan Kasih Sayang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebanyakan binatang terlahir dengan kondisi berekor. Namun tak semua orang tahu fungsi ekor tersebut sebagai apa.

Meski sama-sama berekor, rupanya tak semua ekor binatang memiliki fungsi yang sama. Ragamnya jenis binatang yang hidup di air, darat, maupun amfibi menggunakan ekor dengan menyesuaikan kondisi habitat mereka.

Mengutip artikel dari Britannica, berikut adalah penjelasan mengapa banyak binatang berekor dan fungsi kegunaannya. Simak ulasan berikut ini.

Fungsi Alamiah Ekor

monyet turun ke pemukiman warga lereng merapi

©Instagram/@merapi_uncover

Banyak alasan yang menyebutkan mengapa hewan memiliki ekor. Namun kegunaan ekor disesuaikan dengan kebutuhan binatang tersebut.

Seperti pada jenis serangga, ikan, kadal, maupun mamalia yang menggunakan ekor untuk bertahan hidup dan bereproduksi secara baik.

Namun proses seleksi alam juga diduga memiliki pengaruh besar terhadap keberadaan ekor. Meski demikian, hal tersebut dapat menjadi benar jika berkaca pada sejarah binatang yang panjang.

Tujuan Berbeda Ekor Binatang

001 bramy biantoro

© Wikipedia

Meski sama-sama disebut 'ekor', ternyata tak semua ekor memiliki tujuan yang sama. Beberapa ekor mengembangkan struktur dan perilaku untuk memaksimalkan bagian tubuhnya.

Seperti halnya serangga yang menggunakan ekor untuk menyengat, menyebarkan senjata kimia, penyimpan telur, cambuk, dan penstabil penerbangan, di antara banyak kegunaan lainnya.

Pada binatang vertebrata, ekor dirancang untuk bergerak dan penyeimbang tubuh. Seperti halnya buaya yang menggerakan ekornya untuk berenang maju di dalam air.

Selain itu, ekor juga dapat dengan sengaja dilepas sebagai bagian dari cara melarikan diri. Seperti kadal, cicak, dan jenis hewan melata serupa yang dengan sengaja melepaskan ekor saat kondisi terancam. Namun ekor tersebut dapat kembali tumbuh seiring berjalannya waktu.

jenis dinosaurus

©2020 Merdeka.com

Beberapa jenis dinosaurus sauropoda (berjalan dengan empat kaki) menggunakan ekor sebagai penyeimbang bobot leher panjang mereka.

Ekor burung bekerja sama dengan sayap untuk menyeimbangkan diri supaya tidak jatuh dari langit. Namun beberapa jenis unggas lain menggunakan ekor mereka untuk menarik betinanya.

Beberapa jenis mamalia seperti tupai dan monyet menggunakan ekor untuk pegangan dan bermanuver saat melompat di pepohonan.

Tidak Semua Hewan Bereekor

beracun

©AFP PHOTO/Peter Gercke

Meski banyak binatang memiliki ekor, namun tak semua jenis binatang terlahir dengan anggota tubuh tersebut.

Banyak binatang di laut seperti jenis crustacea (kepiting, keong, dan kerang), gurita, dan jenis bintang laut terlahir dengan kondisi tak berekor.

Pada hewan darat terutama serangga yang tak berekor adalah jenis laba-laba, lipan, kaki seribu. Beberapa jenis kera besar juga tidak berekor seperti gorilla dan simpanse.

Jenis katak dan kodok juga tumbuh tanpa memiliki ekor. Meski saat masih berupa berudu mereka memiliki ekor, namun seiring bertumbuh, ekor mereka akan hilang dengan sendirinya.

(mdk/thw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP