Tangis Anak Nus Kei Pecah, Teringat Adik saat Kelompok John Kei Datang Menyerang

Selasa, 30 Juni 2020 11:38 Reporter : Kurnia Azizah
Tangis Anak Nus Kei Pecah, Teringat Adik saat Kelompok John Kei Datang Menyerang Tangis Anak Nus Kei Pecah Teringat Adik saat Kelompok John Kei Datang Menyerang. Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus penyerangan kelompok John Kei terjadi di kediaman Nus Kei. Konflik yang berawal dari masalah tanah ini memicu pertikaian antara paman dengan keponakan.

Tak ayal peristiwa kala itu membawa trauma tersendiri bagi keluarga Nus Kei. Anak sulungnya sampai berlinang air mata teringat menyelamatkan sang adik. Simak informasinya berikut ini.

1 dari 10 halaman

Ujaran Pembunuhan pada Keluarga Nus Kei

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Terdengar suara keributan memecah keheningan dalam rumah. Istri Nus Kei, Reni segera keluar kamar dengan menggendong anak bungsunya.

"Saya keluar dari kamar, saya bawa anak saya. Mereka teriak-teriak, 'potong kasih mati, potong kasih mati yang ada di dalam rumah'. Itu bahasa mereka, istilahnya, bunuh-bunuh di bahasa kita," ujar Reni dilansir dari channel YouTube Talk Show tvOne.

2 dari 10 halaman

Lari Lewat Atap ke Rumah Tetangga

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Tak pandang bulu, keluarga Nus Kei menduga orang-orang tersebut hendak membunuh seluruh anggota keluarga, meski ada anak kecil di rumah. Reni yang berusaha menyelamatkan anggota keluarga lain, sontak berteriak menyuruh lari ke bagian atap.

"Saya sambil sekuat tenaga, lari ke atas saya teriak, 'Lari-lari'. Sekuat tenaga. Adik saya yang ngasih petunjuk jalan, berlari lewat tempat jemuran, tembok tetangga itu kami tembusin sampai akhirnya ketemu rumah tetangga yang bisa menyelamatkan kami semua," imbuhnya.

3 dari 10 halaman

Anak Sulung Sampai Menangis Ketakutan

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Anak tertua Nus Kei, Desly langsung terkejut melihat ada barbel melayang di atas kepala sang adik. Sontak saja berusaha menarik dan menyelamatkan. Kaca depan mulai dipecahkan satu per satu. Desly bersama tante dan adiknya berlari ke lantai atas.

"Aku, aku yang lari. Jadi pas barbel itu masuk, adik aku lagi berdiri di dekat pintu yang kaca. Dilempar, aku langsung tarik adik aku. Langsung sama Mama, 'Sudah lari-lari, lari," ujar Desly.

"Saya langsung dorong keluar mereka, saya dorong (arah ke tangga)," imbuh Reni.

4 dari 10 halaman

Kepala Anak Nus Kei Hampir Kena Barbel

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Tangis Desly semakin jadi ketika menceritakan peristiwa kelam kala itu. Dia masih melindungi sang adik, supaya terhindar dari lembaran benda keras dari luar.

Sebelum lari ke atas, Reni menyempatkan diri mengintip keadaan di depan rumah. Istri Nus Kei masih belum terpikir kalau akan terjadi penyerangan terhadap semua orang di rumah. Sebab terpikir dengan keadaan anak-anak.

"Itu barbel segede itu nyaris kena kepalanya. Saya nggak bisa bayangin kalau sampai kena kepala adik saya itu gimana," tangis anak tertua Nus Kei.

"Desly yang ngelindungi adiknya. Dia di belakang saya waktu saya mau ngintip, ada apa ini di depan. Ternyata saya lihat pelaku semua ada lima orang. Jadi kita nggak terpikir sekali kalau mereka itu mau serang kita di dalam rumah," ujar Reni.

5 dari 10 halaman

Sembunyi di Atas Fiber Glass

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Tanpa berpikir panjang, Desly menarik tantenya untuk bersembunyi. Sebab kelompok John Kei sudah mulai menaiki anak tangga. Keduanya bersembunyi di atas fiber glass, begitu pasrah sambil berjongkok menutup kepala.

"Aku sudah enggak mikir takut jatuh, mereka sudah naik di sini. 'Mama mama turun, nanti bapak tembak', saya langsung gini. Aku tarik tante aku. Kita begini (jongkok) sambil mendengar teriakan mereka," ungkap Desly.

6 dari 10 halaman

John Kei Vs Nus Kei

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Menurut pengakuan Nus Kei, sengketa tanah di Ambon dianggap telah usai. Serta dirinya telah melakukan tanggung jawabnya. Sedangkan John Kei cukup lama tak bertindak dengan pengacaranya untuk mengurus tanggung jawabnya di Ambon, Maluku itu. Malah sekian kali mengancam Nus Kei melalui telepon.

"Ada sengketa di Ambon sana, masalahnya sudah selesai sih. Kita sudah mengurus, sudah selesai sebetulnya. Dia ini tidak bersabar saja," ujar Nus Kei.

"Kalau dia bersabar pasti beres. Saya sendiri bilang begini, saya mau ketemu mau jelasin bahwa tanggung jawab saya sudah saya urusi, selesai. Sekarang Anda tinggal urus di sana, Anda punya lawyer kirimlah ke sana. Tapi dia mengancam saya terus," imbuhnya.

7 dari 10 halaman

Kronologi Kejadian dari Hasil Rekonstruksi

potret dalam rumah nus kei usai diserang kelompok john kei pecahan kaca berserakan

Channel YouTube tvOneNews ©2020 Merdeka.com

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memaparkan kronologi kejadian di Perumahan Elite Green Lake City, Tangerang. Serta peristiwa berdarah di Jalan Kresek Raya, perempatan ABC, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Akibat aksi tersebut, 30 orang termasuk John Kei telah diamankan polisi. Berawal pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB terjadi penyerangan dan penganiayaan oleh kelompok John Kei.

Komplotan berjumlah 5 hingga 7 orang, melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei di daerah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

"1 Meninggal yaitu EN meninggal karena luka bacok di beberapa tempat. Dan 1 lagi putus jari tangan 4 jari berinisial AR," ungkap Nana di Polda Metro, Senin (22/6).

8 dari 10 halaman

Anak John Kei Minta Maaf

tangis anak nus kei pecah teringat adik saat kelompok john kei datang menyerang

Channel YouTube Talk Show tvOne ©2020 Merdeka.com

Anak John Kei, Melan Refra terlihat datang ke Polda Metro Jaya didampingi oleh kuasa hukumnya, Anton Sudanto. Kedatangan itu untuk memberikan keperluan pribadi sang ayah. Selain itu, Melan mengaku kaget dan sedih atas kejadian kala itu. Melan mengucapkan permohonan maaf atas peristiwa kelam yang telah terjadi.

"Mengenai berita yang ada belakangan ini menyebutkan papa saya sama Opa Nus cukup mengagetkan ya bagi saya, dan juga untuk kesempatan ini mau mengutarakan saya sebagai anak sangat sedih di mana saat saya jemput papa saya di Nusakambangan. Saya itu mempunyai harapan yang sangat besar mengenai perubahan papah saya yang sangat dahsyat," jelas Melan.

"Apakah boleh saya sebagai anak merasa perubahan dari yang teman-teman tahu papa saya bagaimana dan saya merasakan dari Nusakambangan terus sampai rumah papa itu berubah dari kehidupan yang lama. Jadi semua itu saya rasakan dimulai dari saat di rumah," imbuhnya.

9 dari 10 halaman

Pernyataan Kuasa Hukum John Kei

Sebelumnya, kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto mengaku pemilik nama asli John Refra ini telah menjalani pemeriksaan terkait barang bukti senjata. Serta meminta untuk menimbang kembali terkait azas praduga tak bersalah.

"Ya jadi begini yang pertama saya mau ngomong bahwa ada kejadian dan untuk bang John Kei ini tetap harus dikedepankan bahwa ada azas praduga tak bersalah, tidak boleh kita langsung menyalahkan seseorang sebelum ada kekuatan hukum yang tetap itu satu. Yang kedua bang John Kei sudah diperiksa semalam sampai tadi tentang UUD darurat saja," kata Anton di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6).

10 dari 10 halaman

Kuasa Hukum Bantah John Kei Perintah Anak Buah

Tak berhenti di situ, kuasa hukum John Kei juga membantah mengenai perintahkan anak buah untuk melakukan penyerangan. Anton mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyidikan.

"Tentu itu kami membantah (John Kei perintahkan anak buahnya), karena enggak ada bukti sama sekali. Tetapi tetap ini masih dalam penyidikan. Jadi biarkanlah diuji dulu oleh penyidik, kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," tutupnya.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini