Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan

Nasib apes pria muslim asal Jerman yang diculik agen CIA akibat dituduh teroris hingga disiksa berbulan-bulan.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan
Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan (Al Jazeera)

Kisah pria muslim berkebangsaan Jerman yang diculik agen CIA pernah menjadi sorotan pada tahun 2004. Pria malang tersebut diduga sebagai korban rendisi CIA yang dampaknya masih terasa hingga saat ini.

Pria muslim tersebut bernama Khaled. Dia dibawa ke penjara rahasia di dekat Kabul, dan lima bulan kemudian dibuang di sebuah hutan di Albania.

Parahnya, Khaled diyakini sebagai korban salah tangkap agen CIA yang terjebak dalam perebutan kekuasaan geopolitik pasca tragedi 9/11.

Adapun kasus Khaled menjadi sebab "program rendisi" CIA terbongkar. Para agen menculik orang-orang yang diduga sebagai "teroris" dan menyiksa mereka untuk mendapatkan informasi.

Bahkan hingga 20 tahun pasca dibebaskannya, Khaled belum mendapat permintaan maaf dari Amerika Serikat.

Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan
Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan Al Jazeera

Ditangkap Pemerintah Makedonia

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (28/3) Khaled el-Masri merupakan warga negara Jerman yang memiliki keturunan Lebanon. Profesinya hanyalah sebagai seorang sales mobil di Jerman.

Khaled memiliki lima orang anak dan keseluruhannya menetap di Jerman.

Penangkapan Khaled awalnya dilakukan oleh Badan intelijen Makedonia saat ia sedang berlibur di negara tersebut pada bulan Desember 2003.

Khaleed dinterogasi selama lebih dari tiga minggu dan sempat dituduh sebagai anggota al-Qaeda, hingga diserahkan kepada agen CIA.

CIA menahan el-Masri di penjara "Salt Pit" yang terkenal di Afghanistan selama lima bulan. Meski begitu, belakangan penahanan rahasia terhadap Khaled el-Masri nyatanya didasarkan pada identifikasi keliru oleh seorang analis CIA. Analis itu kemudian dipromosikan untuk memimpin perburuan Osama bin Laden.

Pengakuan Disiksa di Penjara

Selama di penjara Salt Pit, Khaled El-Masri mendapat perlakuan buruk seperti dibelenggu, dipukuli, ditelanjangi, disodomi, dan diberi obat bius sebelum dipindahkan secara diam-diam ke penjara "situs hitam" yang dikelola CIA di Afghanistan.

Selain itu, dirinya juga secara brutal dipukuli, disiksa, dan dicekok paksa makan.

"Itu adalah ruang bawah tanah di basement. Mereka menampar saya hingga ke dinding dan pintu ditutup. Kemudian saya melihat bahwa saya berada di ruangan kotor. Itu sangat menjijikan seperti kandang babi," kata Khaled saat diwawancara.

Khaleed pun sempat diterbangkan kembali ke Eropa namun dibuang di pinggir jalan di pedesaan Albania pada tengah malam.

"Mereka membuang saya dari angkutan. Seorang pria menunjukan saya lewat jari sehingga saya tidak bisa melihat ke belakang. Saya hanya bisa menelusuri jalan kecil. Saya tidak tahu dimana saya berada. Saya hanya berkata jika sekarang mereka akan menembak saya dari belakang," ujarnya.

Pemerintah Albania pun akhirnya memulangkan Khaled El-Masri setelah berhasil ditemukan.

Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan
Sosok Pria Muslim Diculik Agen CIA karena Disangka Teroris, Disiksa Berbulan-bulan Hingga Disodomi lalu Dibuang ke Hutan REUTERS

Gugatan Terhadap CIA dan Makedonia

Peristiwa salah tangkap tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai otoritas. American Civil Liberties Union (ACLU) ikut mengajukan gugatan atas nama el-Masri terhadap mantan direktur CIA George Tenet. Sayangnya, kasus tersebut dibatalkan pada tahun 2006 dengan alasan "rahasia negara".

Pada tahun 2012, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa memutuskan Makedonia melanggar Konvensi Hak Asasi Manusia Eropa dalam kasus el-Masri, dan memberikan kompensasi sebesar 60.000 euro (saat ini $74.000), yang kemudian dibayarkan oleh pemerintah.

Pemerintah Makedonia juga telah mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Khaled el-Masri, yang secara tidak sah diserahkan kepada otoritas Amerika Serikat dan disiksa berdasarkan program rendisi rahasia CIA 14 tahun lalu.

Pengacara hak asasi manusia James Goldston, mewakili Khaled el-Masri dalam kasus pengadilan Eropa mengatakan bahwa ia menyambut baik permintaan maaf Makedonia, tetapi berpendapat bahwa itu tidak cukup.

Menurutnya, pihak Makedonia belum membuka penyelidikan pidana formal atas apa yang terjadi atau meminta pertanggungjawaban siapa pun.

“Dokumen pemerintah AS menunjukkan bahwa CIA menyadari kesalahannya segera setelah menahannya secara salah, tetapi ia masih ditahan secara diam-diam dan disiksa selama lebih dari empat bulan,” kata Goldston.

Jamil Dakwar, salah satu pengacara el-Masri dan direktur Program Hak Asasi Manusia ACLU, mencatat bahwa Senat AS harus bersikeras mendeklasifikasi Laporan Penyiksaan Senat untuk mengungkap seluruh kebenaran tentang program penyiksaan CIA yang melanggar hukum dan biadab yang menghancurkan kehidupan banyak orang seperti Khaleed el-Masri.

@aljazeeraenglish An innocent man kidnapped and tortured by the CIA, Khaled el Masri was taken in 2004 on the #Macedonian border and later thrown in a forest in #Albania. . El Masri spent almost 20 years of his life trying to get an apology from the #US ♬ original sound - Al Jazeera English
Rekomendasi