7 Tips Menanam Bayam Selandia Baru di Kebun yang Mendapat Sinar Matahari

Simak 7 tips menanam bayam Selandia Baru di kebun yang mendapat sinar matahari, dari memilih lokasi hingga panen.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva- Reporter
7 Tips Menanam Bayam Selandia Baru di Kebun yang Mendapat Sinar Matahari
Bayam Selandia Baru (Tetragonia Tetragonoides) (anpsa.org.au)

Bayam Selandia Baru bisa menjadi rekomendasi sayuran untuk ditanam di area kebun rumah. Tanaman ini memiliki daun yang bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari sayur bening hingga tumisan.

Berbeda dari bayam yang umum dijumpai di pasar, bayam Selandia Baru (Tetragonia tetragonioides) memiliki kebiasaan tumbuh menjalar dan bisa membentuk banyak cabang. Tanaman ini dapat ditanam langsung di tanah kebun maupun menggunakan wadah yang memiliki ruang tumbuh memadai.

Bagi yang ingin menanam sayuran bayam Selandia Baru di sekitar pekarangan rumah, berikut Merdeka.com hadirkan langkah mudah perawatannya, Kamis (15/10).

1. Pilih Lokasi dengan Paparan Sinar Matahari

Bayam Selandia Baru (Tetragonia Tetragonoides)
Bayam Selandia Baru (Tetragonia Tetragonoides) (australianseed.com)

Bayam Selandia Baru bisa ditanam di area kebun yang mendapat sinar matahari langsung. Pilih tempat yang memperoleh cahaya sekitar 6 jam sehari agar tanaman memiliki kesempatan tumbuh dengan baik. Pastikan pula lokasi tersebut tidak tergenang air setelah hujan.

Sebelum menanam, amati kondisi kebun pada pagi hingga sore hari. Perhatikan bagian yang mendapat cahaya matahari dan area yang tertutup bayangan bangunan atau pohon. Pengamatan ini membantu menentukan lokasi tanam tanpa harus memindahkan tanaman setelah tumbuh.

Jika kebun mendapat sinar matahari sepanjang hari, perhatikan kelembapan tanah, terutama saat cuaca panas. Penyiraman perlu disesuaikan agar tanaman tidak kekurangan air selama pertumbuhannya.

2. Siapkan Tanah yang Mendukung Pertumbuhan

Tanah menjadi tempat akar menyerap air dan unsur hara. Bayam Selandia Baru membutuhkan tanah yang bisa mengalirkan kelebihan air sehingga akar tidak terus-menerus terendam. Tanah kebun yang gembur dan mengandung bahan organik bisa digunakan sebagai media tanam.

Sebelum menanam, singkirkan rumput liar, batu, serta sisa tanaman yang mengganggu. Gemburkan tanah menggunakan sekop kecil agar akar bisa berkembang dan air lebih mudah meresap.

Campurkan kompos matang ke dalam tanah untuk menambah bahan organik. Hindari menggunakan pupuk kandang yang belum matang karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Setelah media siap, ratakan permukaannya agar benih mudah ditanam dan penyiraman bisa dilakukan secara merata.

3. Rendam Benih Sebelum Ditanam

Benih bayam Selandia Baru memiliki kulit yang bisa memperlambat penyerapan air. Perendaman membantu air masuk ke dalam benih sehingga proses perkecambahan bisa berlangsung. Langkah berikut ini dapat dicoba sebelum benih ditanam langsung di kebun:

  • Siapkan benih dan wadah bersih.
  • Rendam benih dalam air selama beberapa jam atau semalaman.
  • Buang benih yang menunjukkan tanda kerusakan.
  • Tiriskan benih sebelum ditanam.
  • Hindari membiarkan benih terendam terlalu lama karena bisa mengurangi kualitas benih.
  • Jika menggunakan benih dari kemasan, periksa petunjuk penanaman yang tercantum pada kemasan tersebut.

4. Atur Jarak Tanam agar Cabang Berkembang

Bayam Selandia Baru tumbuh menjalar dan membentuk cabang yang bisa menyebar ke area sekitarnya. Karena itu, tanaman perlu diberi ruang agar daun memperoleh sinar matahari dan sirkulasi udara tidak terhambat.

Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 1–2 sentimeter, kemudian masukkan benih dan tutup menggunakan tanah tipis. Jika menanam beberapa tanaman, beri jarak sekitar 30–45 sentimeter sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan ruang kebun dan pola pertumbuhannya.

Setelah benih ditanam, siram tanah secara perlahan agar benih tidak berpindah tempat. Pertahankan kelembapan media sampai benih berkecambah. Jika beberapa benih tumbuh berdekatan, sisakan tanaman yang pertumbuhannya baik agar tidak saling berebut ruang.

5. Siram Tanaman Sesuai Kondisi Tanah

Bayam Selandia Baru (Tetragonia Tetragonoides)
Bayam Selandia Baru (Tetragonia Tetragonoides) (Wikipedia)

Penyiraman membantu menjaga ketersediaan air bagi akar, terutama ketika tanaman masih muda dan sedang membentuk daun. Namun, tanah yang terus-menerus basah juga bisa mengganggu pertumbuhan akar. Karena itu, periksa kondisi tanah sebelum menentukan waktu penyiraman.

Lakukan penyiraman pada pagi hari agar air bisa meresap ke dalam tanah sebelum suhu meningkat. Saat cuaca panas atau tidak turun hujan selama beberapa hari, periksa kelembapan tanah lebih sering.

Jika permukaan tanah mulai mengering, siram secukupnya sampai air mencapai area perakaran. Sebaliknya, jika tanah masih lembap, penyiraman bisa ditunda. Cara ini membantu menjaga keseimbangan air tanpa membuat kebun terlalu basah.

6. Bersihkan Gulma dan Periksa Daun

Gulma bisa tumbuh di sekitar bayam Selandia Baru dan mengambil air serta unsur hara dari tanah. Jika dibiarkan, tanaman yang baru tumbuh bisa kesulitan mendapatkan kebutuhan untuk berkembang. Berikut langkahnya: 

  • Cabut gulma di sekitar tanaman secara perlahan.
  • Periksa bagian bawah daun untuk menemukan hama.
  • Buang daun yang rusak atau menunjukkan tanda penyakit.
  • Rapikan cabang yang tumbuh ke area jalan atau tanaman lain.

Catatan:

  1. Saat membersihkan gulma, hindari menggali terlalu dalam di dekat batang karena akar bisa terganggu.
  2. Jika menemukan hama, kenali jenisnya terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan.
  3. Pemeriksaan berkala juga membantu mengetahui apakah tanaman membutuhkan air atau perawatan tambahan.

7. Panen Daun Setelah Tanaman Tumbuh

Bayam Selandia Baru bisa dipanen dengan mengambil pucuk dan daun yang sudah berkembang. Waktu panen bergantung pada kondisi tanaman, cuaca, serta perawatan selama masa pertumbuhan. Karena itu, periksa ukuran daun dan kekuatan cabang sebelum mulai memetik.

Gunakan gunting bersih untuk memotong pucuk atau cabang yang akan dipanen. Sisakan bagian tanaman yang masih memiliki daun agar pertumbuhan berikutnya tetap berlangsung. Hindari mengambil terlalu banyak bagian sekaligus ketika tanaman masih kecil.

Setelah panen, periksa kembali kondisi tanaman dan kelembapan tanah. Lanjutkan penyiraman sesuai kebutuhan serta bersihkan daun yang rusak. Dengan perawatan tersebut, bayam Selandia Baru bisa terus menghasilkan daun untuk dipanen secara bertahap selama kondisi tumbuhnya mendukung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bayam Selandia Baru

1. Apakah bayam Selandia Baru bisa ditanam di bawah sinar matahari langsung?

Bisa. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat yang mendapat sinar matahari langsung, dengan kebutuhan air yang tetap diperhatikan.

2. Berapa lama benih bayam Selandia Baru berkecambah?

Waktu perkecambahan bergantung pada kualitas benih, suhu, dan kelembapan media. Jaga tanah tetap lembap selama benih mulai tumbuh.

3. Apakah bayam Selandia Baru bisa ditanam di pot?

Bisa, selama pot memiliki lubang drainase dan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar serta cabangnya.

4. Apakah benih bayam Selandia Baru perlu direndam?

Perendaman bisa membantu benih menyerap air sebelum ditanam. Namun, perhatikan petunjuk pada kemasan benih yang digunakan.

5. Kapan bayam Selandia Baru bisa dipanen?

Panen dapat dilakukan ketika tanaman sudah menghasilkan daun dan pucuk yang cukup untuk dipetik. Sisakan bagian tanaman agar bisa terus tumbuh.

Rekomendasi