Rumah mungil tipe 21 sering menghadapi masalah ruang gerak yang terbatas karena hampir setiap sudut sudah dipenuhi perabot dan barang. Kondisi ini bisa membuat ruangan terasa sesak, terutama ketika pemilik rumah menambah barang tanpa mengatur kembali penempatannya. Namun, mengatasi masalah tersebut tidak selalu berarti harus membongkar dinding atau melakukan renovasi.
Penataan ulang bisa menjadi langkah awal dengan memilah barang yang jarang digunakan, mengatur posisi perabot, dan menyisakan area kosong agar ruang tetap memiliki fungsi. Pemilihan perabot juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan penghuni agar tidak mengambil tempat lebih dari yang diperlukan.
Lantas, bagaimana cara membuat ruang sempit terasa lebih lega tanpa renovasi? Simak informasi selengkapnya, dirangkum Merdeka.com, Jumat (28/8).
Advertisement
1. Kurangi Barang yang Tidak Dipakai
Barang yang menumpuk membuat ruang semakin sulit digunakan. Mulailah dengan memisahkan benda yang masih dipakai, jarang digunakan, dan sudah tidak diperlukan. Barang yang tidak memiliki fungsi dalam kegiatan sehari-hari bisa dipindahkan dari ruang utama.
Cara membuat ruang sempit terasa lebih lega tanpa renovasi bisa dimulai dari langkah ini karena perubahan langsung terlihat setelah area yang penuh dikurangi. Tidak perlu mengosongkan seluruh ruangan sekaligus.
Kerjakan satu bagian dalam satu waktu agar penataan lebih mudah. Misalnya, mulai dari meja, rak, atau sudut ruang keluarga. Setelah barang berkurang, sisakan area untuk berjalan dan melakukan kegiatan.
Advertisement
2. Pilih Perabot Sesuai Kebutuhan
Perabot perlu disesuaikan dengan ukuran dan fungsi ruang. Pada rumah tipe 21, penggunaan terlalu banyak meja, kursi, atau lemari bisa mengurangi area yang bisa digunakan untuk bergerak.
Pilih perabot yang benar-benar dibutuhkan dan memiliki fungsi yang jelas. Jika satu benda bisa digunakan untuk beberapa keperluan, penggunaannya bisa membantu mengurangi jumlah barang di dalam ruangan.
Posisi perabot juga perlu diperhatikan. Letakkan benda yang sering digunakan di tempat yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang digunakan bisa ditempatkan di area penyimpanan agar ruang utama tetap bisa digunakan.
Advertisement
3. Manfaatkan Dinding untuk Penyimpanan
Area lantai sering menjadi tempat berbagai barang diletakkan. Padahal, dinding bisa dimanfaatkan untuk menyimpan benda tertentu sehingga lantai tidak dipenuhi rak, kotak, atau perabot tambahan.
Gunakan rak dinding untuk menyimpan buku, perlengkapan rumah, atau benda yang sering digunakan. Penempatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar barang tetap mudah diambil dan dikembalikan.
Langkah ini membantu membuat ruang sempit terasa lebih lega karena area lantai tetap bisa digunakan untuk bergerak. Namun, jangan memenuhi seluruh dinding dengan barang karena ruang bisa terasa penuh kembali.
Advertisement
4. Atur Posisi Perabot agar Jalur Berjalan Terbuka
Jalur berjalan sering terabaikan ketika pemilik rumah menata perabot. Sofa, meja, kursi, dan lemari yang diletakkan tanpa mempertimbangkan pergerakan bisa membuat penghuni harus melewati ruang yang sempit.
Coba pindahkan perabot yang menghalangi jalan ke bagian yang lebih sesuai. Area menuju pintu, jendela, dapur, atau kamar sebaiknya tidak digunakan sebagai tempat menaruh barang.
Cara membuat ruang sempit terasa lebih lega tanpa renovasi juga bisa dilakukan dengan menyisakan bagian tengah ruangan. Pengaturan tersebut memberi ruang bagi penghuni untuk bergerak tanpa harus memindahkan benda setiap kali beraktivitas.
Advertisement
5. Maksimalkan Cahaya dari Jendela
Cahaya dari jendela bisa membantu ruangan terlihat lebih terbuka. Karena itu, jangan menutup bagian jendela dengan barang yang menghalangi masuknya cahaya dari luar.
Gunakan tirai yang mudah dibuka ketika siang hari. Barang seperti lemari atau rak juga sebaiknya tidak ditempatkan tepat di depan jendela apabila membuat cahaya sulit masuk.
Pada rumah mungil tipe 21, cahaya alami bisa membantu membedakan area tanpa perlu menambah banyak lampu. Ruang yang mendapat cahaya dari luar juga lebih mudah digunakan untuk berbagai kegiatan pada siang hari.
Advertisement
6. Gunakan Cermin di Area yang Tepat
Cermin bisa digunakan untuk membantu memberikan kesan ruang yang lebih luas. Letakkan pada bagian yang bisa memantulkan cahaya atau memperlihatkan area ruang sehingga pandangan tidak berhenti pada satu bidang.
Tidak perlu memasang banyak cermin. Satu cermin pada lokasi yang sesuai sudah bisa menjadi bagian dari penataan ruang, terutama jika ditempatkan berhadapan dengan sumber cahaya.
Perhatikan juga fungsi area tersebut agar cermin tidak mengganggu kegiatan penghuni. Pada rumah tipe 21, penempatan yang tepat lebih penting daripada jumlah cermin yang digunakan.
Advertisement
7. Sisakan Ruang Kosong di Beberapa Bagian
Ruang kosong bukan berarti area yang tidak berguna. Bagian tersebut bisa membantu penghuni bergerak dan membuat barang yang ada di dalam ruangan lebih mudah digunakan.
Jangan mengisi setiap sudut dengan meja, kursi, rak, atau hiasan. Tentukan bagian yang memang perlu digunakan dan biarkan area lain tetap kosong sesuai kebutuhan.
Cara membuat ruang sempit terasa lebih lega tanpa renovasi pada akhirnya bergantung pada keseimbangan antara barang dan ruang gerak. Rumah tidak harus dipenuhi benda agar setiap kebutuhannya bisa terpenuhi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Cara Membuat Ruang Sempit Terasa Lebih Lega Tanpa Renovasi
1. Bagaimana cara membuat ruang kecil terlihat lebih luas?
Kurangi barang yang tidak diperlukan, atur perabot agar jalur berjalan terbuka, manfaatkan dinding, dan biarkan cahaya masuk dari jendela.
2. Warna apa yang membuat ruangan terlihat luas?
Warna yang mendekati putih dan warna muda bisa membantu memantulkan cahaya sehingga ruangan terlihat lebih terbuka.
3. Apakah cermin bisa membuat ruangan terlihat lebih luas?
Cermin bisa membantu memberikan kesan ruang yang lebih luas karena memantulkan cahaya dan memperpanjang pandangan.
4. Bagaimana menata rumah tipe 21 agar tidak terasa sempit?
Prioritaskan barang yang digunakan setiap hari, pilih perabot sesuai kebutuhan, dan sisakan jalur untuk bergerak di antara setiap area.
5. Apakah rumah kecil harus direnovasi agar terasa lebih lega?
Tidak selalu. Penataan barang, posisi perabot, pemanfaatan dinding, cahaya, dan ruang kosong bisa dilakukan tanpa mengubah bangunan.