Jejak Pria Jepang Dalam Transaksi Prostitusi Anak di Asia Tenggara, Negara Sampai 'Warning' Keras

Jepang jarang memberikan peringatan terbuka kepada warganya agar tidak terlibat dalam praktik prostitusi anak.

Naura Rizkiawan
Oleh Naura Rizkiawan - Reporter
Jejak Pria Jepang Dalam Transaksi Prostitusi Anak di Asia Tenggara, Negara Sampai 'Warning' Keras
Anak Perempuan yang Ketakutan (dok. Unsplash.com/Caleb Woods) (© 2025 Liputan6.com)

Kedutaan Besar Jepang di Laos bersama Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan peringatan yang sangat tegas dan jarang terjadi. Peringatan ini ditujukan kepada pria Jepang agar tidak "membeli layanan seks dari anak-anak" di Laos.

Tindakan ini dipicu oleh Ayako Iwatake, seorang pemilik restoran di Vientiane, yang dilaporkan melihat unggahan di media sosial dari pria-pria Jepang yang dengan bangga membahas prostitusi anak. Menanggapi situasi ini, ia mengambil langkah untuk meluncurkan petisi yang mendesak pemerintah untuk bertindak.

Menurut laporan dari Japan Today pada Rabu, 30 Juli 2025, buletin berbahasa Jepang tersebut menegaskan bahwa tindakan mereka dapat dikenakan sanksi hukum berdasarkan hukum Laos serta undang-undang Jepang terkait prostitusi dan pornografi anak, yang berlaku tanpa memandang hukum setempat.

Pernyataan ini tidak hanya dianggap sebagai peringatan hukum, melainkan juga sebagai pengakuan publik yang langka terhadap dugaan keterlibatan pria Jepang dalam pariwisata seks anak transnasional, terutama di wilayah Asia Tenggara.

Ini juga menjadi momen yang penting untuk merenungkan lebih dalam mengenai ketidaksetaraan historis, rasial, dan struktural yang memungkinkan terjadinya eksploitasi dan perpindahan seperti ini.

Jejak Eksploitasi

Jepang Ancam Warganya Terkait Transaksi Prostitusi Anak di Asia Tenggara
Anak Perempuan yang Ketakutan (dok. Unsplash.com/Caleb Woods) © 2025 Liputan6.com

Di Asia, praktik jual beli seks bukanlah hal yang baru. Meskipun konteksnya telah berubah seiring waktu, esensi yang mendasarinya tetap sama. Beberapa individu terjebak dalam kehidupan yang murah dan terkomodifikasi, sementara yang lainnya memiliki kekayaan yang melimpah dan merasa memiliki hak atas tubuh orang lain.

Keterlibatan Jepang dalam prostitusi internasional dimulai pada era Meiji (1868-1912). Banyak perempuan muda dari daerah pedesaan yang kurang beruntung, yang dikenal sebagai karayuki-san, pergi ke luar negeri, seringkali menuju Asia Tenggara, untuk bekerja dalam industri seks, mulai dari pelabuhan di Malaya hingga rumah bordil di Tiongkok dan Kepulauan Pasifik.

Jika pada awalnya kemiskinan menjadi pendorong bagi perempuan Jepang untuk menjual tubuh mereka di luar negeri, pada pertengahan abad ke-20, dengan adanya ledakan ekonomi Jepang pascaperang, justru laki-laki Jepang yang kaya mulai melakukan perjalanan ke luar negeri untuk membeli seks. Sekitar tahun 2000-an, terjadi perubahan dinamika yang signifikan dalam praktik ini.

Peran Baru Jepang Dalam Industri Perdagangan Seks

Jepang Ancam Warganya Terkait Transaksi Prostitusi Anak di Asia Tenggara
Anak Perempuan yang Ketakutan (dok. Unsplash.com/Caleb Woods) © 2025 Liputan6.com

Pria dari Jepang dan Korea Selatan kini semakin terlihat sebagai pembeli utama dalam praktik eksploitasi seksual anak di luar negeri, terutama di wilayah Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, dan Mongolia.

Menurut laporan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pria Jepang tetap menjadi "sumber permintaan yang signifikan untuk pariwisata seks", sedangkan pria Korea Selatan juga diidentifikasi sebagai "sumber permintaan untuk pariwisata seks anak".

Selain itu, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan serta berbagai organisasi lainnya telah menandai kedua negara ini sebagai penyumbang utama terhadap masalah eksploitasi seksual anak di kawasan tersebut.

Baru-baru ini, terdapat perubahan yang mengkhawatirkan di Jepang. Di tengah kondisi ekonomi yang stagnan dan penurunan nilai yen, Tokyo dilaporkan telah menjadi tujuan bagi wisatawan seks. Organisasi yang fokus pada perlindungan remaja mencatat adanya peningkatan jumlah pria asing, terutama dari Tiongkok, yang seringkali mengunjungi area di mana remaja putri dan perempuan muda terlibat dalam praktik seks demi bertahan hidup.

Berbagai faktor menjadi pendorong fenomena ini, termasuk obsesi terhadap keperawanan serta kepercayaan bahwa berhubungan seksual dengan gadis muda dapat membawa keberuntungan dalam bisnis dan kekuasaan.

Menjaga dan Melindungi Anak-Anak Sangatlah Penting

Jepang Ancam Warganya Terkait Transaksi Prostitusi Anak di Asia Tenggara
Anak Perempuan yang Ketakutan (dok. Unsplash.com/Caleb Woods) © 2025 Liputan6.com

Kampanye global untuk menghentikan wisata seks anak dimulai secara serius dengan pendirian ECPAT, sebuah jaringan organisasi internasional yang berkomitmen untuk mengakhiri eksploitasi seksual anak pada tahun 1990. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kasus eksploitasi anak di Asia Tenggara.

Meskipun terdapat kerangka hukum dan pengawasan internasional, pelecehan terhadap anak-anak masih sering terjadi. Beberapa penyebab utamanya adalah kemiskinan yang meluas, lemahnya penegakan hukum, serta keberadaan pria asing kaya yang terus-menerus datang.

Ditambah dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, di mana seks anak dapat dipromosikan, diatur, dan dijual melalui platform yang aman dan forum khusus, situasi ini semakin memburuk.

Meskipun pemerintah daerah sering kali berjanji untuk melakukan reformasi, implementasinya sering kali tidak konsisten. Banyak pelanggan yang terlibat dalam eksploitasi seksual anak berhasil menghindari hukuman.

Hanya pada awal 2025, Badan Kepolisian Nasional Jepang berhasil menangkap 111 individu, termasuk guru dan tutor dari sekolah menengah atas, yang terlibat dalam kasus eksploitasi seksual anak secara daring, bekerja sama dengan mitra internasional. Upaya ini menunjukkan bahwa meskipun tantangannya besar, masih ada harapan untuk memerangi kejahatan ini. Dengan kolaborasi yang lebih baik antara negara dan organisasi, diharapkan situasi ini dapat diperbaiki.

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Rekomendasi