Sebuah video amatir merekam momen ketika sejumlah tentara Israel menghalangi warga Palestina yang sedang mengantarkan jenazah menuju pemakaman, ramai jadi sorotan di media sosial.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @eye.on.palestine, terlihat beberapa tentara Israel menghalangi dan menolak jenazah tersebut dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Dengan menodongkan senjata api, mereka tampak mengancam para warga yang bersikeras tetap mengantarkan jenazah tersebut. Simak videonya:
Advertisement
Tentara Israel Halangi Jenazah Warga Palestina
Melansir dari unggahan di Instagram @eye.on.palestine, membagikan video merekam momen ketika sejumlah tentara Israel terlihat seolah menghalangi warga Palestina yang akan mengantar jenazah ke pemakaman.
Dalam keterangan video disebutkan jika sejumlah pasukan Israel itu tampak melarang warga Palestina untuk menguburkan jenazah di wilayah tersebut. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat, (1/7/2022) di pintu masuk kota Beit Ummar, Barat Laut Hebron.
"Pasukan pendudukan Israel menyerang pelayat dan menyerang pemakaman di pintu masuk kota Beit Ummar, barat laut Hebron," tulis keterangan unggahan.
Advertisement
Ancam dengan Senjata
Dalam video, para tentara Israel itu memaksa dan meminta pelayat Palestina itu untuk putar balik. Mereka bahkan beberapa kali terlihat mengancam dengan menodongkan senjata api ke tubuh pelayat. "Bahkan orang Palestina yang mati pun tidak bisa beristirahat dengan tenang," tulis keterangan.Meski diancam, puluhan pelayat tampak terus berjalan membawa jenazah menuju ke pemakaman sambil meneriakan kalimat takbir. Beberapa orang yang ada di lokasi pun sempat mencoba membantu melakukan mediasi dengan pasukan Israel.
Advertisement
Video
Tentara Israel bahkan terdengar sempat melepaskan sekitar dua kali tembakan peringatan. Namun, para pelayat itu tetap memaksa untuk membawa jenazah ke pemakaman. Dalam keterangan unggahan, disebutkan jika para pelayat tersebut membawa jenazah saudara perempuan dari tahanan Paletina yang sudah ada di penjara Israel sejak tahun 1985, yakni Mohammad Al-Tous. Berikut videonya: