Tremor adalah gerakan gemetar yang tak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh. Kondisi ini, biasanya terjadi karena bagian otak yang mengontrol otot mengalami masalah. Secara umum, bagian tubuh yang paling sering terkena tremor adalah tangan.
Tremor di tangan, dapat terjadi tanpa sebab atau bisa juga sebagai gejala dari kondisi yang mendasarinya. Tremor tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan yang serius. Namun dalam kasus tertentu, tremor bisa mengindikasikan adanya masalah serius pada tubuh seseorang.
Tremor juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Melansir dari laman Medical News Today, tremor sendiri bisa dibagi ke dalam dua kategori yakni, tremor istirahat atau yang terjadi ketika otot-otot sedang rileks.
Dan juga tremor aksi, yang terjadi ketika otot-otot sedang berkonstraksi karena sedang melakukan kegiatan tertentu. Lantas, apa sajakah gejala dan penyebab dari tremor yang dialami seseorang? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber:
Advertisement
Penyebab Tremor
Memang di beberapa kasus, penyebab tremor tidak diketahui secara pasti. Tetapi, tremor sering dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti neurologis (penyakit yang mempengaruhi otak, sistem saraf, dan urat tulang belakang) serta gangguan pergerakan.
Beberapa kondisi neurologis yang bisa menyebabkan tremor diantaranya, Multiple sclerosis (MS). Penyakit sklerosis ganda atau multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Banyak orang yang didiagnosis dengan penyakit ini, mengalami beberapa tingkatan tremor. Hal ini terjadi ketika penyakit mulai merusak daerah di jalur sistem saraf pusat yang mengontrol gerakan.
Selanjutnya adalah penyakit stroke. Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah menghalangi arteri dan mencegah darah mencapai otak. Hal ini, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jalur neurologis dan menyebabkan tremor.
Cedera otak traumatis juga bisa menyebabkan tremor. Sebab, cedera fisik pada otak dapat merusak saraf yang berperan dalam mengkoordinasikan gerakan. Selain itu, penyakit parkinson juga bisa menjadi penyebab orang mengalami tremor.
Parkinson merupakan suatu gangguan sistem saraf pusat yang mempengaruhi gerakan yang sering disertai tremor. Menurut survei, orang yang memiliki penyakit parkinson memiliki tremor tidak istirahat yang terjadi ketika penderita sedang diam.
Tremor biasanya dimulai di satu sisi tubuh, dan mungkin bisa menyebar ke sisi lain. Getaran karena temor kerap kali menjadi lebih jelas ketika penderitanya mengalami stres atau emosi yang kuat.
Advertisement
Gangguan Gerakan
Selain itu, tremor juga bisa disebabkan karena gangguan gerakan. Seperti tremor esensial yang biasanya muncul ketika penderitanya sednag aktif melakukan suatu kegiatan tertentu. Tremor jenis ini bisa disebabkan karena faktor genetika seseorang. Selanjutnya, gangguan gerakan dystonic tremor. Pada penderita dystonia, otak akan mengirimkan pesan yang salah. Kondisi itu kemudian dapat mengakibatkan otot bergerak terlalu aktif, postur abnormal, dan gerakan yang tidak diinginkan. Tremor dystonic biasanya diderita orang lansia. Parahnya, bukan hanya tangan, gejala tremor dystonic dapat terjadi pada otot apa saja.
Advertisement
Penyebab Lain
Selain itu, tremor juga bisa disebabkan karena beberapa kondisi yang bisa memicunya seperti:
- Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
- Kelelahan otot
- Keracunan merkuri
- Konsumsi kafein berlebih (pada kopi, teh, dll)
- Penyelahgunaan Alkohol
- Gagal hati atau gagal ginjal
- Riwayat tremor di keluarga
- Gangguan kecemasan (panik)
- Usia lanjut
- Efek samping penggunaan obat-obatan, seperti obat asma, amfetamin, kortikosteroid, lithium, dan beberapa obat antidepresan
Advertisement
Gejala Tremor
- Munculnya gerakan gemetar yang tidak terkendali pada tangan, lengan, tungkai, dan kepala
- Munculnya suara bergetar ketika berbicara
- Kesulitan menulis atau menggambar akibat gemetar
- Kesulitan menggenggam atau menggunakan alat makan akibat gemetar
Jika tremor dialami oleh orang di bawah usia 50 tahun dan tidak memiliki faktor genetik, serta adanya perubahan cara berjalan, kelemahan otot, sulit bicara, dan jantung berdebar, terlebih bisa mengganggu aktivitas, segeralah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Cara Menghentikan TremorPada beberapa kasus yang tidak parah, tremor bisa diatasi dengan melakukan beberapa cara sebagai berikut:
- Jika tremor terjadi karena efek samping, maka tremor akan hilang setelah Anda mengganti obat
- Membatasi konsumsi zat yang dapat menyebabkan tremor, seperti kafein dan amfetamin.
- Jika kecemasan atau panik menyebabkan tremor, seseorang dapat berlatih teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan.
- Melakukan terapi fisik untuk membantu meningkatka kontrol otot, fungsi, dan kekuatan.
- Jika kondisi yang mendasarinya jelas, seperti penyakit. Maka dianjurkan untuk langsung pergi menemui dokter