7 Penyebab Sakit Kepala Belakang, Jangan Pernah Anggap Sepele

Inilah penyebab sakit kepala belakang, jangan pernah dianggap sepele.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Penyebab Sakit Kepala Belakang, Jangan Pernah Anggap Sepele
ilustrasi sakit kepala. ©consciouslifenews.com

Penyebab sakit kepala belakang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Namun, masih banyak orang yang terkadang menganggap sepele sakit kepala bagian belakang ini. Sebab pendarahan dalam otak juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit kepala bagian belakang.

Tak heran bila sakit kepala belakang bisa membuat penderitanya merasakan berat, nyeri dan linu secara bersamaan. Karena itu pula banyak orang yang menganggap penyebab sakit kepala belakang itu akibat dari tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Padahal, sebenarnya penyakit ini tak selalu berhubungan dengan dua faktor tersebut.

Melansir dari Halodoc, Kamis (1/10/2020), simak ulasan informasi penyebab sakit kepala belakang berikut ini.

Sakit Kepala Exertional

Penyebab sakit kepala belakang yang pertama yakni sakit kepala exertional. Jenis sakit kepala ini bisa muncul dipicu oleh beragam aktivitas fisik. Dikatakan, rasa nyeri yang dirasakan bisa semakin bertambah parah jika jenis kegiatan yang dilakukan tergolong cukup berat. Mulai dari berlari, mengejan saat buang air besar, batuk hingga berhubungan intim.

Pada umumnya, rasa nyeri akan dirasakan pada bagian belakang kepala. Lebih tepatnya di belakang mata atau di seluruh bagian kepala. Kondisi ini pun biasanya berlangsung hanya sekitar 20 menit.

Biasanya, jenis sakit kepala ini tidak menandakan adanya penyakit serius lainnya. Akan tetapi, sakit kepala exertional mampu menjadi pertanda adanya gangguan pembuluh darah di otak. Meskipun kemungkinannya kecil.

Sakit Kepala Tegang

Selanjutnya, sakit kepala tegang juga kerap mendera orang dewasa. Penyebab sakit kepala belakang satu ini bervariasi, mulai dari stres, tegang, kurang tidur hingga kelaparan. Jenis sakit kepala tegang ini biasanya tidak terlalu berat sehingga tak mengganggu aktivitas.

Gejala yang dirasakan pada umumnya yakni adanya tekanan atau rasa tegang pada bagian dahi. Tak hanya itu, tekanan tersebut juga bisa dirasakan di bagian leher dan bagian belakang kepala sekitar 30 menit. Bahkan tak jarang penderita merasakan gejala tersebut hingga beberapa hari.Meski tak mengganggu aktivitas, namun sakit kepala ini mampu 'menghantui' penderitanya. Sebab, sakit kepala tegang ini kerap hilang dan muncul hingga kurang lebih 15 hari setiap bulan. Jika sakit kepala yang dirasakan hingga lebih dari 15 hari tiap bulannya, maka bisa dikatakan kondisinya sudah kronis.

Sakit Kepala Harian Kronis

Seperti namanya, penyebab sakit kepala satu ini terjadi setiap harinya. Pada umumnya, sakit kepala harian kronis akan meyerang selama tiga bulan dan kerap dialami oleh para wanita. Penyebab sakit kepala belakang ini dipicu oleh faktor kelelahan atau pernah mengalami cedera di leher sebelumnya.Saat kambuh, para penderita akan merasakan ketidaknyamanan pada bagian leher. Hal ini akibat dari otot leher yang menegang. Untuk para penderita sakit kepala harian kronis dianjurkan melakukan fisioterapi. Sementara itu, untuk kasus tertentu dokter akan memberikan obat antidepresan. Sebaiknya hindari juga mengonsumsi obat pereda nyeri sebab bisa memperparah kondisi sakitnya.

Neuralgia Oksipital

Penyebab sakit kepala belakang berikutnya adalah Neuralgia Oksipital. Untuk sakit kepala ini biasanya terjadi saat saraf oksipital pada saraf tulang belakang dari pangkal leher hingga kepala mengalami gangguan.

Bila seseorang pernah mengalami cedera, saraf terjepit ataupun radang maka juga bisa menimbulkan saraf oksipital tertekan atau iritasi. Sehingga memungkinkan mengalami neuralgia oksipital. Gejala yang dirasakan cukup mirip dengan migrain. Bedanya adalah rasa nyeri akibat sakit kepala ini akan menimbulkan sensasi seperti tersengat listrik yang tajam. Bahkan terkadang seperti tertusuk pada bagian leher dan kepala.

Migrain Basilar

Migrain biasanya terjadi di salah satu sisi bagian kepala. Namun berbeda dengan migrain basilar. Penyebab sakit kepala belakang ini akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian arteri basilar atau bagian belakang kepala.Menurut American Migraine Foundation, gejala migrain basilar pada tahap awal berupa pusing, telinga berdenging, pandangan kabur, kesulitan berbicara atau mendengar hingga kebutaan sementara. Meski cukup mengganggu, penderita migrain basilar tidak akan menjadi lemah. Namun, jangan pernah sepelekan sakit migrain basilar ini. Karena pada kasus tertentu penyakit ini berkaitan dengan stroke. Untuk itu, segera lah periksakan diri ke dokter bila mengalami gejala seperti migrain basilar.

Sakit Kepala Cluster & Postur Tubuh

Selanjutnya sakit kepala cluster dan masalah pada ruas tulang belakang di bagian leher. Keduanya bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang khususnya saat tengah berbaring.

Kemudian, postur tubuh yang kurang baik juga bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang terlalu sering membungkuk saat beraktivitas. Sebab, hal tersebut akan menimbulkan ketegangan di area punggung serta leher dan mengakibatkan timbulnya sakit kepala belakang.

Rekomendasi