Penyebab Gempa Bumi dan Pengertiannya, Pahami Pula 3 Jenisnya

Jumat, 9 Desember 2022 13:21 Reporter : Billy Adytya
Penyebab Gempa Bumi dan Pengertiannya, Pahami Pula 3 Jenisnya Ilustrasi gempa bumi. ©2012 Shutterstock/A.S. Zain

Merdeka.com - Penyebab gempa bumi sebenarnya ada bermacam-macam. Namun singkatnya, biasanya bencana gempa bumi ini bisa terjadi karena terjadinya pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak.

Pergeseran tersebut memiliki ragam kekuatan pula mulai dari yang sangat kecil hingga besar. Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang terjadi di permukaan bumi dan membuat getaran.

Indonesia perlu diketahui merupakan salah satu negara yang rawan diguncang gempat bumi karena dilalui oleh jalur bertemunya 3 lempeng tektonik. Macam lempeng tersebut ialah lempeng Indonesia-Australia, Eurasia dan juga Pasifik.

Belum lama ini beberapa kawasan seperti Cianjur, Jawa Barat diguncang gempa bumi. Lalu sebenarnya apa penyebab gempa bumi dan apa saja jenis dari gempa bumi itu sendiri? Berikut ulasan selengkapnya seperti dirangkum dari beragam sumber.

2 dari 5 halaman

Pengertian Gempa Bumi

Seperti dijelaskan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi sebenarnya ialah peristiwa bergetarnya bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba.

Peristiwa ini ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Secara singkat, gempa bumi adalah guncangan hebat yang terjadi di permukaan bumi dan disebabkan oleh gerakan lapisan terluar bumi.

ilustrasi gempa bumi
©Pixabay/Angelo_Giordano

Ketika gempa bumi terjadi, maka manusia akan merasakan seolah-olah bumi tengah diguncang karena dua lempeng bumi bergeser secara tiba-tiba yang menyebabkan patahan.

3 dari 5 halaman

Penyebab Gempa Bumi

Penyebab gempa bumi sebenarnya terbagi menjadi beberapa macam tergantung dari jenis gempa bumi itu sendiri. Sebelumnya perlu Anda pahami jika tak pernah ada yang bisa memprediksi kapan pastinya terjadi gempa bumi.

Sebab, gempa merupakan getaran yang terjadi akibat adanya faktor alam. Pihak BMKG hanya bisa memprediksi dan memberikan peringatan dini ketika gempa akan atau sedang berlangsung. Lantas sebenarnya bagaimana gempa bumi itu bisa terjadi?

ilustrasi gempa bumi

©2021 Merdeka.com

Perlu diketahui jika bumi terbuat dari empat lapisan dasar yakni kerak padat, mantel panas hampir padat, inti luar cair dan inti dalam padat. Kemudian kerak padat dan lapisan atas mantel ini bisa membentuk daerah yang disebut dengan litosfer.

Ketika lempeng tektonik bergerak, maka ini juga bisa menyebabkan gerakan pada patahan. Gempa bumi bisa terjadi saat adanya gerakan tiba-tiba kerak bumi di garis patahan. Umumnya, getaran yang paling hebat akan dirasakan di dekat pusat gempa.

4 dari 5 halaman

Jenis Gempa Bumi

Jenis gempa bumi dibagi menjadi ke beberapa macam jenis. Mulai dari gempa vulkanik, gempa tektonik hingga gempa runtuhan. Gempa vulkanik sebenarnya adalah gempa bumi yang disebabkan oleh adanya letusan gunung berapi.

Biasanya peristiwa itu bisa terjadi akibat aktivitas magma dan bisa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila tingkat keaktifannya semakin tinggi maka akan menimbulkan ledakan. Sementara gempa tektonik sendiri merupakan jenis gempa yang paling umum terjadi.

ilustrasi gempa bumi
©Pixabay/Kiwi_Lisa

Gempa tektonik diakibatkan adanya aktivitas tektonik yakni lapisan kulit bumi mengalami pergeseran karena lepasnya energi di zona penunjaman. Gempa tektonik mempunyai kekuatan yang cukup dahsyat dan bisa memicu terjadinya tsunami serta kerusakan parah.

5 dari 5 halaman

Jenis Gempa Runtuhan

Jenis gempa lainnya adalah jenis gempa runtuhan atau biasa disebut dengan terban. Jenis gempa satu ini merupakan gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor.

Atau bisa juga diakibatkan karena goa yang runtuh dan masih banyak lagi. Gempa runtuhan biasanya akan memiliki dampak lebih kecil dibandingkan dengan gempa tektonik dan gempa vulkanik.

Namun dampaknya akan begitu terasa ketika mengguncang di wilayah yang berukuran sempit.

 

[bil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini