Penampakan Makam Kebo Iwa, Panglima Perang Bali yang Dibunuh Gajah Mada
Merdeka.com - Pertanyaan besar dalam sejarah peradaban Nusantara tentang siapa sosok yang paling berjasa dalam menyatukan Nusantara mungkin akan tertuju pada Mahapatih Gajah Mada.
Namun, ada satu sosok yang sering luput dari ingatan namun turut berjasa bagi bersatunya Nusantara masa lalu. Ia bernama Kebo Iwa, Mahapatih dari Kerajaan Bali Aga yang tewas di tangan Gajah Mada demi bersatunya Nusantara.
Seorang Kebo Iwa menjadi pribadi yang sangat dihormati di Bali bahkan hingga saat ini. Seperti halnya cara masyarakat dalam memberikan penghormatan kepada dirinya meski telah tiada.
Keberadaan makamnya di Kabupaten Mojokerto menjadi saksi bisu pengorbanan besarnya dahulu. Bagaimana penampakan makam Kebo Iwa saat ini? Simak selengkapnya.
Penampakan Makam Kebo Iwa

Youtube Dedi Setiawan ©2023 Merdeka.com
Melansir dari kanal Youtube Dedi Setiawan Senin (16/1) memperlihatkan potret makam milik Panglima perang Kerajaan Bali Aga, Mahapatih Kebo Iwa. Makam tersebut berada di Dusun Wringin Lawang, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Berada di tengah pemukiman masyarakat, tampak makam tersebut masih terawat dan berada di dalam sebuah bangunan rumah yang ada di sebuah kompleks dengan dinding di sekelilingnya.

Youtube Dedi Setiawan ©2023 Merdeka.com
Di dalam kawasan tersebut juga banyak ditemukan beragam barang peninggalan kuno seperti patung dan guci.
Menurut keterangan dalam video, di area makam tersebut juga terdapat makam Sekarsari yang dikisahkan sebagai sosok wanita yang dijanjikan Gajah Mada untuk dinikahkan dengan Kebo Iwa. Namun ternyata itu merupakan siasat dari Gajah Mada untuk membunuh Kebo Iwa.
Saksi Bisu Pengorbanan Kebo Iwa demi Nusantara

Youtube Dedi Setiawan ©2023 Merdeka.com
Makam Kebo Iwa yang berada di Mojokerto mungkin akan menimbulkan pertanyaan besar bagaimana bisa seorang Panglima perang Kerajaan Bali Aga bisa dimakamkan di Mojokerto yang notabene adalah kawasan Kerajaan Majapahit.
Kebo Iwa merelakan diri untuk mati demi bersatunya Nusantara. Dirinya rela dibunuh oleh Gajah Mada setelah dijebak untuk datang ke Jawa.
Kebo Iwa sadar bahwa jika tanpanya, Majapahit bisa menaklukkan Kerajaan Bali Aga demi tujuan menyatukan Nusantara. Sehingga ia memilih kalah dan terbunuh di pertarungan tersebut.
Kematiannya di dalam area kekuasaan Majapahit menjadi alasan keberadaan makam tersebut hingga saat ini.
Sosok Kebo Iwa, Panglima Perang Bali Aga
Sosok Kebo Iwa diceritakan sebagai Panglima perang dari Kerajaan Bali Aga dan menjadi orang kepercayaan dari Raja Sri Ratna Bumi Banten.
Seorang Kebo Iwa dikenal sangat pro dengan rakyat dan sangat dicintai masyarakat Kerajaan Bali Aga.
Kebo Iwa digambarkan dengan sosok tinggi besar raksasa yang dikenal kuat dan cerdas dalam mengatur strategi perang. Alasan ini yang membuat Gajah Mada merasa sulit untuk menaklukkan Kerajaan Bali Aga meski berada di puncak kejayaan.
Bali Aga disebut bukanlah kerajaan besar, namun sangat makmur dan membuat iri kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.
Saat diangkat menjadi patih, Kebo Iwa bahkan pernah mengucap janji mengatakan bahwa Bali tidak akan dikuasai oleh siapapun selama ia masih bernafas.
Pertarungan Besar Melawan Gajah Mada demi Nusantara
Sadar kekuatan Kebo Iwa yang sulit ditaklukkan, Gajah Mada berniat mengundang Kebo Iwa ke Jawa untuk menjalin persahabatan. Namun niat tersebut ternyata menjadi awal hancurnya Kerajaan Bali Aga.
Gajah Mada meminta Kebo Iwa untuk membuatkannya sumur dengan imbalan bahwa ia akan dikawinkan dengan seorang putri dari Majapahit. Tak disangka, saat Kebo Iwa sedang melakukan proses pembuatan sumur ia justru dikubur hidup-hidup oleh pasukan Gajah Mada.
Menariknya, upaya ini ternyata gagal dan Kebo Iwa berhasil keluar dari sumur. Kebo Iwa dan Gajah Mada pun terlibat pertarungan yang begitu sengit dan seimbang. Namun, Kebo Iwa melihat jika ia kalah dari Gajah Mada justru itu akan membantu Nusantara akan lebih mudah untuk bersatu.
Oleh karena itu, Kebo Iwa pun disebut memilih kalah dan terbunuh dalam pertarungan itu. Berkat kemenangan ini, Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada berhasil menaklukkan Kerajaan Bali Aga dan menyatukan Nusantara lewat Sumpah Amukti Palapa.
(mdk/thw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya