Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penampakan Fosil Bayi Ular Prasejarah di Myanmar, Mati dalam Getah Damar

Penampakan Fosil Bayi Ular Prasejarah di Myanmar, Mati dalam Getah Damar Penampakan Fosil Bayi Ular Prasejarah di Myanmar, Mati dalam Getah Damar. L Xing et al./Science Advances ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah fosil bayi ular prasejarah ditemukan di Myanmar. Ular tersebut diketahui hidup di periode Cretaceous atau sekitar 145 juta hingga 60 juta tahun yang lalu.

Bayi ular tersebut tewas dan ditemukan dengan terbungkus resin pohon 99 juta tahun setelahnya di Myanmar. Menurut para peneliti, ular tersebut bernama Xiaophis myanmarensis dan diyakini masih berkerabat dengan beberapa jenis ular modern di Asia Tenggara.

Ular ini memiliki keunikan dari jenis ular pada umumnya terutama struktur tulang belakang yang belum pernah ditemukan di fosil dari jenis ular yang sama.

Penemuan tersebut menarik perhatian banyak peneliti termasuk morfologi dan ekosistemnya selama hidup pada zaman Cretaceous. Bagaimana potret selengkapnya? Simak informasi berikut ini.

Fosil Bayi Ular Prasejarah

penampakan fosil bayi ular prasejarah di myanmar mati dalam getah damar

L Xing et al./Science Advances ©2023 Merdeka.com

Dilansir dari laman Sciencealert, fosil ular tersebut memiliki ukuran sangat kecil yaitu hanya 47,5 milimeter (1,9 inci). Ular ini tidak memiliki kepala dan ditemukan sekitar 97 tulang dalam tubuhnya.

Ahli Paleontologi Michael Caldwell University of Alberta kepada Sciencealert mengatakan bahwa terdapat fitur yang sangat unik dari bagian atas tulang belakang yang belum pernah terlihat sebelumnya pada fosil ular lain dari jenis yang sama.

Para peneliti memberi nama spesies ular tersebut yaitu Xiaophis myanmarensis, dan meyakini bahwa ular tersebut masih berkerabat dengan beberapa ular modern di Asia Tenggara.

"Xiaophis cocok dengan dasar silsilah keluarga ular, dan ke dalam kelompok ular yang tampaknya sangat kuno," kata Michael Caldwell.

Caldwell menambahkan bahwa jenis ular kecil ini hidup di lingkungan hutan dengan banyak serangga dan tumbuhan, sehingga bisa terawetkan di dalam getah.

Fosil Terperangkap di Getah Damar

penampakan fosil bayi ular prasejarah di myanmar mati dalam getah damar

L Xing et al./Science Advances ©2023 Merdeka.com

Temuan fosil tersebut memberikan bukti bahwa fosil bayi ular tersebut merupakan temuan pertama yang pernah dijumpai.

Sebuah fosil yang terawetkan secara alami, kebanyakan akan hancur dan terpisah di batuan sedimen. Namun fosil ini bisa ditemukan dan terperangkap di dalam getah damar.

Namun para peneliti mulai menebar spekulasi terkait jenis ular tersebut semasa hidup. Apakah ular ini memiliki pola kelahiran yang sama dengan ular pada umumnya lewat telur atau tidak.

Hal tersebut didukung karena ular tersebut terjebak dalam gumpalan getah dan tidak ditemukan telur.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah itu masih di dalam telur, dan pecah dan si kecil terjebak dalam gumpalan amber, atau baru saja menetas," tambah Caldwell

Myanmar Surga Fosil Hewan Purba di Resin Damar

Penemuan fosil bayi ular prasejarah tersebut mendukung fakta bahwa Myanmar adalah tempat yang cukup bagus untuk menemukan makhluk purba yang terjebak dalam damar.

Peneliti juga sempat menemukan fosil katak kecil yang juga hidup di periode Cretaceous terjebak di getah damar. Fosil itu menjadi salah satu fosil katak tertua di hutan hujan tropis.

Selain itu peneliti sempat menemukan burung, bunglon, semut "vampir", dan bahkan ekor dinosaurus berbulu kecil dalam damar dari Myanmar.

Namun di dalam bongkahan ambar yang menahan bayi ular itu juga ditemukan serpihan kulit yang menurut para peneliti mungkin pernah menjadi milik ular yang lebih besar.

Namun belum dapat dipastikan apakah ular raksasa itu milik orang tua fosil bayi ular tersebut atau berbeda.

(mdk/thw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP