Gencatan senjata resmi disepakati Israel dengan Hamas, dan bakal mulai berlangsung Minggu (19/1) mendatang. Namun, Israel masih terus saja membombardir Gaza secara brutal.
Momen pilu pun terjadi di salah satu sudut Kota Gaza, Kamis (16/1) pagi. Seorang pria muda secara tragis mendapati jasad saudarinya yang tewas akibat serangan pasukan Israel pada Rabu (15/1) malam.
Di depan jasad sang adik, dia memberi ungkapan yang begitu menyayat hati. Dia berusaha membangunkan sang adik untuk pergi jalan-jalan bersama. Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Pria Saksikan Jasad Adik Terbujur Kaku
Suka cita warga Gaza yang mendengar kabar gencatan senjata mendadak berubah total. Mereka kembali dirundung duka mendalam pasca serangan udara pasukan Israel meledak di sejumlah titik di Gaza.
Salah satu korban tewas dari 87 orang yang dilaporkan Al Jazeera yakni seorang perempuan muda bernama Hala.
Hala menjadi satu di antara puluhan nyawa yang melayang pasca kabar gencatan senjata mengudara di langit Gaza. Kebahagiaan keluarga Hala dan sang kakak seketika menghilang saat Israel meledakkan bom di kawasan Al-Daraj, Kota Gaza.
Hala yang telah terbujur kaku usai dinyatakan tewas didatangi secara langsung oleh sang kakak. Momen pilu tersebut selayaknya yang terungkap dalam unggahan akun Instagram @sana_aljamal82 beberapa waktu lalu.
"Perpisahan yang memilukan dari seorang pemuda kepada saudara perempuannya, yang menjadi martir dalam serangan udara yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan Al-Daraj di pusat Kota Gaza saat fajar hari ini," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Advertisement
Ungkapannya Menyayat Hati
Menyaksikan jasad sang adik yang kini tak lagi bernyawa membuat pria berjaket hijau itu tampak bergetar. Dia berharap agar saudarinya tetap berada di sisinya kala itu.
Ucapannya di dekat jasad Hala pun begitu pilu. Dia bercerita kepada saudarinya jika perang telah usai. Dia pun berencana mengajak saudarinya itu untuk bepergian ke luar negeri dan menghirup kebebasan.
"Perangnya sudah selesai. Bangun, Hala. Bangun, Hala, perangnya sudah selesai, ayo kita pergi ke selatan. Bangun, Hala, bangun. Ayo kita pergi jalan-jalan ke luar negeri, ayo pergi," ucapnya.
Meski beberapa kali menggoyangkan tubuh sang adik, usahanya tersebut tak kunjung berhasil. Hala tetap terbujur kaku. Sementara pria tersebut begitu syok menatap jasad sang adik yang kini tak lagi bernyawa.
Advertisement
Israel Jatuhkan Bom di Tengah Kesepakatan
Sebelumnya, Israel kembali melakukan serangan intensif di Gaza pasca pengumuman gencatan senjata pada suatu konferensi pers di Doha.
Melansir dari Al Jazeera, setidaknya serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 87 orang di Gaza, sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera. Termasuk di antaranya 30 nyawa di Kota Gaza melayang usai beberapa jam saja setelah Hamas dan Israel mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Dalam salah satu laporan medis yang diungkap Al Jazeera, serangan yang berlangsung di sebuah rumah dekat Gedung Serikat Insinyur di Kota Gaza di utara Jalur Gaza, Rabu (15/1) malam menewaskan sedikitnya 18 orang.
Pertahanan Sipil Palestina juga mengatakan pihaknya mengambil jenazah 12 orang dari lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza.
Di Gaza tengah, lima orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan pertemuan orang-orang di daerah Karaj di kamp Bureij.
Jumlah korban tewas, yang dihitung sejak fajar pada hari Rabu, terus meningkat ketika warga Palestina kembali berlindung di tenda mereka setelah sempat merayakan berita kesepakatan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas pada Rabu malam.
Advertisement
Gencatan Senjata Disepakati
Hamas dan Israel pun diketahui telah berhasil mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata usai berperang selama 15 bulan di Gaza. Pakta ini merupakan hasil dari negosiasi berliku-liku selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh mediator Mesir dan Qatar, dengan dukungan Amerika Serikat dan terjadi menjelang pelantikan presiden Trump pada hari Senin.
Kesepakatan gencatan senjata ini nantinya juga mencakup pembebasan tahanan atau sandera yang telah ditahan. Dilansir dari Al Jazeera, sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.
Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup. Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.
Dijelaskan, Israel nantinya juga akan menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza di tahap pertama atau enam minggu pertama gencatan senjata. Israel juga akan mengizinkan warga sipil untuk kembali ke rumah mereka di wilayah utara yang terkepung.
Selain itu, pihak Israel bakal mengizinkan warga Palestina yang terluka untuk meninggalkan Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan, dan membuka penyeberangan Rafah dengan Mesir tujuh hari setelah dimulainya pelaksanaan tahap pertama.
Di samping itu, Israel juga akan memberikan akses lebih luas untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Dikatakan Israel mengizinkan lonjakan bantuan hingga 600 truk per hari.
Advertisement