Mengapa Masjid Hampir Selalu Memiliki Kubah? Ketahui Sejarahnya
Merdeka.com - Kubah menjadi salah satu ciri khas pada setiap bangunan masjid hampir di seluruh dunia. Meski memiliki arsitektur berbeda-beda di tiap daerah, namun hampir semua masjid pasti memiliki minimal satu kubah di atapnya.
Kubah, atau qubba dalam bahasa Arab sebenarnya tidak memiliki fungsi dalam kaitannya masjid sebagai tempat ibadah.
Jadi, sebenarnya kubah tidak wajib ada. Namun, kubah memiliki arti penting bagi masjid. Sejarah keberadaan kubah pada bangunan masjid juga sudah ada sejak lama. Simak ulasannya:
Sejarah Kubah Masjid
Melansir dari laman kubahmadina, disebutkan jika sejarah kubah masjid pertama kali dibangun oleh bangsa romawi sekitar tahun 100 masehi.
Mereka menemukan konsep dan ide dalam proses pembangunan kuil untuk membuat kubah agar tidak memerlukan tiang penyangga bangunan.
Dari konstruksi kubah tersebut kemudian di bawa oleh bangsa Romawi yang kemudian dikebangkan secara langsung oleh para arsitek di zaman Byzantium.
Mulai Masuk ke Arab

©2019 Merdeka.com/Free Images
Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya kubah sampai di negara Arab. Pada tahun 1453, konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Islam Ottoman.Sehingga pada zaman ini banya mayoritas gedung yang di bangun dengan menerapkan sistem atau mengadopsi dengan teknik pendentive. Ini adalah salah satu teknik yang berhasil di buat dengan cara menggabungkan beberapa kubah sehingga mendapatkan hasil ruangan yang luas. Konsep bangunan tersebut bukan hanya berkembang pada daerah atau negara Arab saja, melainkan sudah menyebar sampai ke negara di Eropa.
Kelebihan Atab Kubah
Kata kubah itu sendiri berasal dari bahasa latin, domus yang berarti rumah. Sedangkan nama kubah yang di gunakan di negara Indonesia merujuk pada bangunan setengah lingkaran yang berasal dari Bahasa Suriah, yaitu qubba yang dulunya di populerkan di negara Arab. Meski dulunya kubah merupakan bagian dari bangunan yang identik dengan kuil dan gereja, namun Islam mengadopsi gaya arsitektur tersebut. Bukan tanpa alasan, tentu ada beberapa kelebihan dibalik penggunaan kubah pada atap. Salah satu kelebihan atap berbentuk kubah adalah tidak dibutuhkannya tiang penyangga. Bentuk kubah yang menyerupai setengah bola memungkinkan bagian-bagiannya menopang satu dengan yang lain, sehingga tidak membutuhkan tiang penyangga.Sehingga, ruang yang dihasilkan akan lebih luas. Utuk keperluan sholat bagi jamaah tentu juga menjadi lebih leluasa karena tidak ada tiang yang menjadi pembatas.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya