Melihat Kampung 'Mati' di Ponorogo, Sunyi Sepi Ditinggal Penghuni
Merdeka.com - Ramai penduduk merupakan hal yang terbesit dalam pikiran saat mendengar kata perkampungan. Rupanya itu tidak berlaku di kampung yang ada di Ponorogo ini.
Kampung ini begitu sunyi dan amat sepi. Hal ini membuat kampung tersebut mendapatkan predikat kampung 'mati' sehingga viral menjadi sorotan masyarakat.
Penasaran seperti apa penampakannya? Berikut ulasan selengkapnya.
Terpencil dan Terletak di Sebelah Sungai Curam
Kampung 'mati' tersebut diketahui bernama Sumbulan yang tepatnya berada di desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kampung tersebut begitu terpencil di tengah hamparan sawah.

Youtube/Purbo Sasongko ©2021 Merdeka.com
Selain itu, seperti dijelaskan dalam tayangan unggahan saluran Youtube Purbo Sasongko, kampung yang sudah tidak berpenduduk ini terletak di sebelah sungai amat curam.
"Terletak persawahan tepi sebuah sungai curam yang berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo," jelas Purbo.
Terisolir dan Ditinggalkan oleh Seluruh Penghuni
Kampung ini dikatakan mati lantaran sudah berada dalam kondisi terisolir atau ditinggalkan oleh seluruh penghuninya. Kini Sumbulan benar-benar mati tanpa satu pun orang yang menghuni kampung di tepi sungai tersebut.

Youtube/Purbo Sasongko ©2021 Merdeka.com
Sehingga jika didatangi, kampung ini sama sekali tak memiliki tanda-tanda kehidupan. Kampung Sumbulan sangat sunyi dan sepi, hanya ada bekas bangunan-bangunan yang tersisa.
Dulu Pemukiman Ramai dan Sering Dibuat Mengaji Para Santri
Sebelum menjadi sunyi tanpa penduduk, dulu kampung Sumbulan merupakan pemukiman ramai. Konon banyak sekali santri-santri yang belajar mengaji pada Kiai Ali Murtadoh yang sebenarnya merupakan pendiri kampung tersebut.

Youtube/Purbo Sasongko ©2021 Merdeka.com
Dikisahkan, Ali Murtadoh sebenarnya merupakan seorang penderek sinuwun dari Pakubuwono II yang terpaksa mengungsi ke Ponorogo lantaran geger pecinan. Kemudian ia menikah dan membuat sebuah kampung dinamai Sumbulan sesuai dengan nama tempat asalnya, yakni kampung Sumbulan Surakarta.
Ada Makam di Balik Kampung
Menilik lebih dalam, ternyata di belakang kampung Sumbulan terdapat sebuah kompleks pemakaman. Jika dilihat dari nisan-nisan yang terbuat dari kayu jati, maka bisa disimpulkan bahwa makam tersebut usianya sudah sangat tua.

Youtube/Purbo Sasongko ©2021 Merdeka.com
Sedangkan jika menengok ke arah selatan, maka akan disuguhkan oleh pemandangan sebuah sungai yang amat curam dengan pepohonan menjulang tinggi.
Masjid yang Masih Nampak Bersih
Di kampung mati tersebut juga nampak sebuah masjid yang berdiri kokoh. Masjid dengan balutan cat warna putih terlihat masih sangat bersih hingga saat ini.

Youtube/Purbo Sasongko ©2021 Merdeka.com
"Yang tampak bersih tinggal sebuah masjid yang nampak masih sering digunakan. Hal ini terlihat dari lantai masjid yang nampak bersih. Bisa jadi masjid ini masih digunakan oleh penduduk di sebelah selatan kampung Sumbulan yang mana terpisahkan oleh aliran sungai curam," jelas Purbo dalam video.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya