Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Macam-Macam Najis Sesuai Tingkatan dan Cara Menyucikannya

Macam-Macam Najis Sesuai Tingkatan dan Cara Menyucikannya ilustrasi quran. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Najis dapat diartikan kotoran atau jijik. Najis dapat menghalangi seseorang untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun ada beberapa jenis najis berdasarkan tingkatan dan cara menyucikannya. Macam najis yang dimaksud adalah najis ringan, sedang, dan berat.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa najis adalah sesuatu yang tidak suci dan tidak boleh bersentuhan langsung dengan tubuh atau peralatan yang digunakan untuk ibadah.

"Jika seorang hamba mengalami hadats kecil atau besar, maka cukup baginya untuk membasuh (bagian yang terkena najis) dengan air yang mengalir sebanyak tiga kali." (HR. Muslim)

Meski ada macam-macam najis, namun perlu diketahui cara menyucikan dan menghilangkan najis tersebut dari tubuh kita. Cara yang diwajibkan juga mudah dan tidak menyulitkan siapapun.

Apa saja macam-macam najis? Berikut Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (11/4) beserta contoh dan cara menyucikannya.

1. Macam-Macam Najis: Najis Mukhaffafah (Ringan)

ilustrasi bayi baru lahir

©2021 Merdeka.com

Najis mukhaffafah merupakan salah satu macam-macam najis yang masuk kategori rendah atau ringan. Untuk membersihkannya terbilang mudah dilakukan. Meski begitu, jenis najis ini tetap harus dijauhi dan dibersihkan terlebih saat akan melakukan aktivitas ibadah.

“Dari Ummi Qais RA: sesungguhnya ia pernah membawa seorang anak laki-lakinya yang belum makan makanan. Lalu anak itu dipangku oleh Rasulullah SAW dan anak itu kencing di pangkuannya. Kemudian Rasulullah SAW meminta air, lalu memercikkan air itu ke bagian yang terkana kencingnya dan tidak dibasuhnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Apabila telah terkena najis mukhaffafah, kita hanya perlu membersihkan dengan percikan air pada area yang terkena najis. Bila terkena pakaian, hanya perlu dipercikan air dan dikeringkan biasa.

Beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan najis mukhaffafah adalah dengan menghindari kontak langsung dengan najis dan segera membersihkannya setelah terkena.

Contoh najis mukhaffafah adalah air kencing bayi yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah mengonsumsi selain ASI, air seni dan tinja binatang tidak haram seperti kucing dan burung

2. Macam-Macam Najis: Najis Mutawassithoh (Sedang)

001 magang

©2017 i.huffpost.com

Macam-macam najis selanjutnya adalah najis mutawassithoh atau masuk kategori sedang. Biasanya hanya perlu membersihkan dengan sabun dan air.

Cara menyucikan macam-macam najis sedang yang benar dimuat dalam hadist yang diriwayatkan Aisyah radhiyallahu'anha:

Dalam hadis tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bersihkanlah najis sedang dengan air dan sabun, kemudian basuhlah benda tersebut dengan air hingga benar-benar bersih.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Pendapat para ulama tentang najis sedang dapat membuat terputusnya sholat sehingga sangat penting untuk membersihkannya dengan tepat.

Ada dua macam najis mutawassithoh yaitu najis shukmiyah dan najis ‘ainiyah sebagaimana dijelaskan oleh Kemenag RI. Najis shukmiyah adalah jenis najis yang diyakini adanya namun tidak dapat dilihat, dirasa, atau diraba seperti air kencing yang sudah lama kering sehingga sifat-sifatnya telah hilang.

Cara menyucikan najis mutawassithoh adalah cukup dengan air mengalir di atas benda yang terkena najis.

Sementara itu, najis ‘ainiyah adalah macam-macam najis mutawassithoh yang masih memiliki sifat seperti bau, warna, dan rasa. Cara menyucikan najis ini, harus dilakukan dengan membasuh (menghilangkan) dzat, bau, warna, dan rasanya. Jika bau dan warna sulit dihilangkan dengan cara dikerok, digosok, atau dicuci dengan sabun, maka hukumnya dimaafkan.

contoh macam-macam najis sedang adalah air mani, darah haid, darah nifas, dan air kencing manusia dewasa yang telah makan makanan.

3. Macam-Macam Najis: Najis Mugholadhah (Berat)

ilustrasi anjing german shepherd

©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Macam-macam najis ketiga dan yang terberat adalah najis mugholadhah. Najis ini bersifat lengket, kental, dan sulit dihilangkan.

Cara menyucikan najis mugholadhah adalah dengan air mengalir sebanyak tiga kali. Hal tersebut sesuai dengan hadist dari Abu Hurairah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jika seorang hamba mengalami hadats kecil atau besar, maka cukup baginya untuk membasuh (bagian yang terkena najis) dengan air yang mengalir sebanyak tiga kali." (HR. Muslim)

Jika benda yang terkena najis memiliki pori-pori makan harus dilakukan pencucian sebanyak tiga kali dengan air mengalir, dan satu kali dicuci dengan air yang dicampur kapur barus atau abu. Hal ini didasarkan dari hadist Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jika ada najis di permukaan (benda), maka dicuci dengan air. Jika najis tersebut menembus benda (pori-pori benda), maka dicuci dengan air sebanyak tiga kali, dan tambahkan satu kali pencucian dengan air yang dicampur kapur barus atau abu." (HR. Abu Dawud)

Ada beberapa contoh bentuk dari najis berat adalah hewan yang haram dikonsumsi seperti babi, anjing, serta bangkai hewan yang mati karena bukan disembelih menurut syariat islam. Najis berat juga harus dihilangkan dzat, bau, warna, dan rasa untuk menyucikannya.

(mdk/thw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP