Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Legenda Brasil Pele Wafat, Ini Profil Pemain Terbaik Dunia & Dijuluki Bocah Ajaib

Legenda Brasil Pele Wafat, Ini Profil Pemain Terbaik Dunia & Dijuluki Bocah Ajaib Legenda Brasil Pele. ©REUTERS/Ricardo Moraes

Merdeka.com - Sepak bola dunia berduka. Legenda sepak bola dunia asal Brasil, Pele, meninggal dunia pada Jumat (30/12) dini hari WIB usai bertarung melawan penyakit kanker usus.

Kabar duka tersebut juga telah dikonfirmasi oleh manajer bisnisnya, Joe Fraga. Pele mengembuskan napas terakhirnya pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil.

Untuk mengenang sang Legenda, melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/12), berikut profil dan sepak terjang Pele sang legenda Brasil.

Berjuang Melawan Kanker Kolon

Pria bernama lengkap Edson Arantes de Nascimento itu telah dirawat di rumah sakit sejak 29 November 2022. Ia diketahui mengidap kanker kolon sejak September 2021 dan beberapa penyakit lainnya.

Untuk mengobati kanker usus yang dideritanya, Pele harus melakukan proses kemoterapi. Namun, kemoterapi tersebut tidak berjalan dengan baik. Selain itu, Pele juga mengalami pembengkakan dan gagal jantung.

Kondisi tersebut membuat Pele memperoleh perawatan intensif di rumah sakit. Bahkan, pria berusia 82 tahun itu sempat berada dalam kondisi kritis dan dipindahkan ke ruang perawatan paliatif.

Kondisinya pun sempat membaik, bahkan Ia juga sempat memberikan ucapan saat Argentina juara Piala Dunia 2022. Namun takdir berkata lain, Pele akhirnya menutup perjuangannya pada malam tadi.

Kepergian Pele tersebut menjadi kehilangan besar bagi sepak bola dunia. Mengingat Ia adalah satu di antara pemain terbaik yang pernah mentas di panggung sepak bola dunia.

Hidup Keras Sejak Kecil

Pele lahir pada 23 Oktober 1940 di kota kecil Tres Coracoes dari orang tua yang sederhana. Bahkan bisa dikatakan hidup pas-pasan. Ayahnya Joao Ramos hanya seorang pesepakbola yang pada saat itu gajinya masih sangat minim. Sedangkan sang ibu, Dona Celeste hanya perempuan rumah tangga biasa.Untuk memperbaiki perekonomian, Pele kecil dan orang tuanya pindah dari kampung halaman dan tinggal di kota Bauru. Di kota kecil ini Pele mulai mengasah bakatnya bermain sepak bola. Ia tidak pernah malu meskipun harus menendang bola dari kain di jalan-jalan kota.Dilansir laman resmi FIFA, saat belia, Pele sempat dipanggil dengan nama Dico. Kemudian, Ia mendapat panggilan dari Pele dari teman-temannya, mengacu penjaga gawang Vasco da Gama.Hidup Pele sejak kecil sudah keras. Berada di lingkungan miskin, Ia harus banting tulang berusaha mencari uang tambahan. Ia tidak gengsi harus bekerja sebagai pelayan di kedai teh demi bisa menyambung hidup.Akan tetapi, hidup keras yang dialami tersebut tak lantas menyurutkan Pele untuk terus mengasah hobinya bermain bola. Meski tidak memiliki sepatu, Ia tidak kehilangan cara menjalani hobinya. Ia bahkan sempat mengikat koran bekas sebagai pengganti sepatu ketika bermain sepak bola.

Penuh Talenta

Pele merupakan pemain fenomenal pada eranya. Sebuah bakat alami sebagai seorang pemain sepak bola yang tidak ada habisnya membuat orang lain takjub akan kepiawaiannya.Saat Pele masih berusia 17 tahun, Ia berhasil mengantarkan timnas Brasil juara di Piala Dunia 1958 Swedia. Ia pun kemudian menjadi pemain muda pertama yang berhasil menyabet gelar bergengsi tersebut.Brasil benar-benar menanamkan mimpi itu kepada para anak muda yang menyeberang benua kala itu. Namun, asa untuk bisa berbicara banyak di ajang tersebut harus terbenam lebih awal ketika Brasil mendapat undian "sial" kala itu.Tim Samba harus satu grup dengan Austria tim Eropa yang cukup menakutkan, Inggris negara tempat lahirnya sepak bola, serta Uni Soviet yang terkenal dengan tim yang punya kekuatan fisik yang begitu kuat.Lolos ke fase gugur membuat asa Brasil terbuka kembali. Bertemu dengan Wales yang terkenal dengan permainan alotnya, Brasil berhasil menang dengan gol semata wayang Pele pada menit ke-66.Dari sini nama Pele kemudian menjadi buah bibir para penonton. Di pertandingan selanjutnya, Brasil jadi lebih sering memainkan bocah 17 tahun ini karena memang punya kontribusi yang positif terhadap permainan tim.Pada babak 4 besar, Brasil mampu menghempaskan Prancis dengan skor meyakinkan 5-2. Pele mencetak 3 gol di pertandingan ini. Membuatnya jadi pemain yang paling bersinar di pertandingan tersebut.Selanjutnya, tibalah pertandingan mereka di babak final bertemu dengan sang tuan rumah yakni Swedia. Namun, Brasil sudah kadung ganas dan para pemainnya tampil dengan sangat percaya diri.Alhasil, meski tampil di depan publik sendiri Swedia tetap hancur lebur dibombardir Brasil dengan skor 5-2. Lagi-lagi Pele unjuk gigi dalam pertandingan itu dengan mencetak 2 gol.

Si Raja Piala Dunia

Melansir dari FIFA, Pele disebut Raja dan wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di dunia sepak bola. Pele pernah dinobatkan oleh FIFA sebagai pemain terhebat abad ke-20.Pele sudah naik daun pada usia 17 tahun, ketika Ia merayakan gelar Piala Dunia FIFA pertamanya bersama Brasil di Swedia pada 29 Juni 1958. Bahkan hingga kini, Ia masih memegang rekor sebagai juara dunia termuda sepanjang masa.Meskipun sang striker masuk dalam skuad tim Samba ketika mempertahankan gelar mereka pada tahun 1962, Ia melewatkan sebagian besar turnamen karena cedera.Bakat luar biasa Pele sekali lagi ditampilkan pada tahun 1970 kala Ia memimpin timnya meraih kemenangan berikutnya. Hal itu lantas menjadikannya satu-satunya pemain yang pernah memenangkan tiga Piala Dunia.

Pemain Hebat

Pele merupakan pemain yang hebat dan begitu luar biasa. Rekor demi rekor pernah ia lakukan untuk tim Samba. Beberapa rekor Pele yang pernah tercatat dalam sejarah Piala Dunia meliputi:

  • Pemain termuda yang bermain dan menjuarai Piala Dunia
  • Pencetak gol terbanyak Timnas Brasil sepanjang masa
  • Pencetak gol terbanyak dalam 1 tahun kalender
  • Pengoleksi gelar terbanyak Piala Dunia
  • Assist terbanyak di Piala Dunia
  • Pencetak gol termuda di Piala Dunia
  • Pencetak hattrick termuda di Piala Dunia
  • Belum Sempat Berkarier di Eropa

    Kendati bergelimang prestasi bersama Brasil di Piala Dunia, namun Pele menjadi satu di antara banyak pesepak bola hebat yang tidak berkarier di Eropa. Ia menghabiskan karier sepak bolanya di negara asalnya sendiri.Pele menghabiskan 18 tahun kariernya bersama Santos. Ia berhasil enam kali menjuarai Serie A Brasil, dua trofi Copa Libertadores, dan dua Piala Intercontinental.Kemudian Pele menghabiskan dua tahun terakhir kariernya bersama New York Cosmos dan menjuarai NASL Soccer Bowl Championship. Pele tercatat tampil sebanyak 557 kali untuk kedua klub tersebut dan mencetak 538 gol.

    (mdk/tan)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP