Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lagu Si Komo Dianggap Sindir Soeharto, Kak Seto Disuruh Menghadap Sekretaris Militer

Lagu Si Komo Dianggap Sindir Soeharto, Kak Seto Disuruh Menghadap Sekretaris Militer Lagu Si Komo Dianggap Sindir Soeharto. Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Psikolog anak kenamaan Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, rupanya memiliki kisah menegangkan di era ketenaran Si Komo. Seperti diketahui, Kak Seto merupakan pencetus karakter Si Komo, bersama sejumlah tokoh lucu lain yakni Belu, Ulil, Piko, dan Dompu.

Si Komo hadir dalam acara televisi dan kerap menyanyikan lagu berjudul 'Si Komo Lewat Tol'. Terdapat penggalan lirik yang sempat ramai menggemparkan publik.

Ada yang mengusung isu bahwa Kak Seto tengah menyindir Presiden Soeharto kala itu. Ia lantas dipanggil ke Istana Negara untuk menghadap Sesmil Presiden Mayor Jenderal (Purn) Syaukat Banjaransari.

Simak selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Senin (31/1).

Lahirnya Karakter Si Komo di Dunia Nyata

lagu si komo dianggap sindir soeharto

Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

Berawal dari tawaran salah satu stasiun televisi milik Siti Hardijanti Rukmana atau lebih dikenal sebagai Mbak Tutut Soeharto. Pihaknya meminta Kak Seto untuk membuat acara televisi khusus anak-anak.

Singkat cerita, Kak Seto dan timnya memperkenalkan karakter Si Komo dan sejumlah temannya. Seiring ketenarannya tersebut, Kak Seto tercetus ide untuk membuat operet. Menampilkan boneka Si Komo di dunia nyata.

Kak Seto dan tim pun kerap diundang mengisi operet. Menampilkan drama musikal yang apik dan begitu menghibur di era 90an.

"Saya latih menjadi operet. Suatu saat diundang ke Samarinda. Di sana pertunjukkan hari Minggu. Panitinya malam itu bilang, bisa tidak besok pagi sekitar jam 7 membikin parade saja, jalan 2 atau 4 boneka untuk menarik perhatian dan mengkampanyekan bahwa nanti ada cerita Si Komo," kata Kak Seto seperti dikutip dari kanal YouTube MerdekaDotCom.

Tersirat Ide Lagu Si Komo

lagu si komo dianggap sindir soeharto

Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

Rupanya kehadiran Si Komo di Kota Samarinda, Kalimantan Timur kala itu menarik minat masyarakat. Banyak anak kecil yang mendekat untuk berfoto dan bersalaman.

Bahkan para petugas ikut kewalahan mengatur lalu lintas, hingga menyebabkan macet. Kak Seto pun terlintas ide untuk mengabadikan momen itu melalui sebuah lagu. Yang masih terngiang sampai saat ini.

"Wa banyak anak-anak minta foto, salaman, gara-gara itu jalanan jadi macet. Dari situ lahirlah membuat ide lagu Si Komo lewat jalan macet lagi, gara-gara si Komo lewat. Sampai petugas kewalahan waktu itu. Itulah (lagu) untuk mengabadikan peristiwa di Kota Samarinda," papar Kak Seto.

Liriknya Dianggap Sindir Presiden Soeharto

lagu si komo dianggap sindir soeharto

Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

Berikut ini sepenggal lirik bagian chorus atau reff di lagu 'Si Komo Lewat Tol', yang menjadi polemik saat itu:

Momo si komo hey... mau kemana?Saya mau lihat gedung-gedung bertingkatMomo si komo hey... mau kemana?Saya mau lihat pembangunan merata

Dari situlah ada yang menyebarkan isu, seolah-olah Kak Seto tengah menyindir Presiden Soeharto. Lantaran ada pembangunan di banyak tempat.

"Terus terang saya buat itu bersama Papa T Bob (Erwanda Rehuel Lukas), pencipta lagu anak-anak. Kita bikin supaya lebih srek. Di puisinya ada kalimat, Si Komo lewat jalan jadi macet. Kemudian Si Komo melihat pemandangan pembangunan di sana kemari, dan badannya (Komo) sebegini gemuk. Ada yang mengasosiasikan, seolah-olah ini dianggap menyindir bapak Presiden Soeharto," ungkapnya.

Kak Seto Dipanggil Jenderal ke Istana

Kabar yang kian santer itu rupanya didengar oleh Sesmil Presiden Mayjen (Purn) Syaukat Banjaransari. Kak Seto pun lantas diminta menghadap ke istana.

lagu si komo dianggap sindir soeharto

Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

"Karena itu (dituduh sindir) cukup ramai, saya diminta dipanggil. Saya menghadap Sesmil pak Presiden, Bapak Syaukat Banjaransari ke istana," ujar Kak Seto.

Kak Seto berusah menjelaskan duduk perkara dan awal mula lahirnya karakter Si Komo.

"Saya jelaskan, ini cerita yang betul-betul murni untuk anak dan tidak diasosiasikan menyindir siapa pun. Bukan lagu-lagu yang menyindir," terangnya.

Alasan Kuat yang Menyelamatkan Kak Seto

lagu si komo dianggap sindir soeharto

Kanal YouTube MerdekaDotCom ©2022 Merdeka.com

Selain menjelaskan kisah lahirnya karakter Si Komo kepada Sesmil Presiden Syaukat. Kak Seto juga bercerita bahwa penayangan selama ini di stasiun TV milik putri kandung Presiden Soeharto, Mbak Tutut.

Sehingga kemungkinan untuk menyindir pemerintahan kala itu, terbilang tidak mungkin. Kak Seto pun merasa lega usai dipercaya dan bisa kembali berkarya. "Sekedar tahu, Si Komo ini dipopulerkan oleh televisi yang pemiliknya adalah ibu Tutut. Padahal ibu Tutut putrinya presiden," jelas Kak Seto.

"Ya sudah plong, ada klarifikasilah bahwa tidak ada menyindir itu tidak benar. Dulu cukup santer (sindir), 'Wa kamu nyindir ya?'. Enggak, sama sekali enggak. Saya kan sudah konsisten akan di dunia anak dan tidak berpolitik," pungkasnya.

(mdk/kur)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP