Kumpulan Niat Puasa Beserta Artinya, Sunnah Senin Kamis hingga Qadha Ramadan
Merdeka.com - Umat Islam tentu sudah tidak asing lagi dengan berpuasa. Selain puasa wajib, dalam ajaran agama Islam juga terdapat beberapa puasa sunnah. Bacaan niat puasa beserta artinya juga berbeda pada masing-masing puasa tersebut.
Puasa wajib dan sunnah memiliki keistimewaan masing-masing pula. Meski begitu, berpuasa mampu mendatangkan kebaikan bagi yang mengerjakannya.
Baca juga: Doa Sahur Dan Buka Puasa, Beserta Niat Dan Artinya
Muslim dan muslimah sudah mengenal berbagai macam jenis puasa. Mulai dari puasa Ramadan, Qadha Ramadan, Senin Kamis, Rajab, Syawal hingga puasa jelang Hari Raya Idul Adha.
Lantas bagaimana niat puasa beserta artinya pada masing-masing puasa tersebut? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Niat Puasa Beserta Artinya: Senin Kamis
Puasa sunnah Senin Kamis memiliki manfaatnya tersendiri dibanding puasa lainnya. Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga diketahui terbiasa melakukan puasa di hari Senin. Abu Harrairah Radiallahu anhu, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:
"Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai." (HR. Muslim).
Niat puasa sunnah Senin Kamis dapat dilafalkan di waktu malam hari. Umat Islam juga bisa melafalkannya saat fajar tiba.
Niat puasa senin adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi tana’ala
Artinya:"Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala."
Adapun niat puasa sunnah kamis yaitu sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi tana’ala
Artinya:"Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala."
Niat Puasa Beserta Artinya: Rajab
Terdapat sejumlah pendapat terkait puasa bulan rajab. Pertanyaan terkait hukum puasa Rajab pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair,"Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa," (HR Muslim).Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi, hukum dari puasa di bulan Rajab yaitu sunnah. Pendapat tersebut juga dilandasi pada hukum puasa itu sendiri. Di mana boleh dilakukan kecuali hari-hari tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Adapun bacaan niat puasa rajab yang bisa diucapkan pada malam hari adalah sebagai berikut:NAWAITU SHOUMA GHADIN AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALAArtinya:"Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Taala."Umat Islam juga bisa mengucapkan niat puasa rajab pada keesokan harinya bila benar-benar lupa. Asalkan belum mengonsumsi apapun baik minuman dan makanan yang bisa membatalkan puasa. Berikut bacaan niat puasa rajab yang bisa dilafalkan pagi harinya sebelum waktu zuhur tiba:NAWAITU SHOUMA HAZAL YAUMI AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALAArtinya:"Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Taala."
Niat Puasa Beserta Artinya: Ramadan
Umat Islam wajib mengerjakan puasa Ramadan. Perintah tersebut datang langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebagaimana dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Berbeda dari puasa sunnah, mengucapkan niat menjadi salah satu syarat sah menjalani ibadah puasa Ramadan. Sebab, jika tidak mengucapkannya, maka nilai ibadahnya tidak dapat dihitung. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad, yang berbunyi:"Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya."Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan." (Muttafaqun 'alaihi).Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang bisa dihafalkan oleh umat Islam untuk diterapkan saat menjelani ibadah puasa Ramadan:NAWAITU SHAUMA GHADIN AN ADAAI FARDLI SYAHRI RAMADLANI HADZIHIS SANATI FARDLAL LILLAHI TA’ALA.Artinya: "Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Niat Puasa Beserta Artinya: Qadha Ramadan
Ketentuan membayar utang puasa Ramadhan tertuang dalam firman Allah SWT pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184:يَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَArtinya:"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."Bagi mereka yang mengqadha puasa Ramadhan juga wajib melafalkan niat puasa qadhanya di malam hari. Berikut adalah lafal niat membayar utang puasa Ramadhan:نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَىNawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT."
Niat Puasa Beserta Artinya: Syawal
Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW yang berbunyi,"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh." (HR Muslim).Namun, ada beberapa aturan yang harus ditaati sebelum melakukan puasa Syawal. Setiap muslim tidak boleh memiliki utang puasa apapun saat hendak melakukan puasa Syawal. Itu artinya, setiap muslim harus membayar utang berpuasa terlebih dahulu. Baik itu utang berpuasa Ramadan (qadha) maupun puasa nazar. Adapun niat puasa Syawal enam hari adalah sebagai berikut:نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَىNawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.Artinya:"Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Niat Puasa Beserta Artinya: Jelang Idul Adha
Berikut niat puasa 7 hari di awal Bulan Dzulhijjah:نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَىNawaitu shauma syahri dzil hijjati sunnatan lillahi ta’ala.Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala."Berikut niat Puasa Tarwiyah Idul Adha yang diucapkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, usai menyelesaikan puasa 7 hari:نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَىNawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'aala.Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta’ala."Berikut niat Puasa Arafah yang diucapkan pada tanggal 9 Dzulhijjah, usai menyelesaikan puasa Tarwiyah:نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَىNawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.Artinya: "Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala."
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya