Kisah Pilu Kakek Jamir, Tinggal Sebatang Kara di Hutan Cuma Bisa Makan Singkong
Merdeka.com - Bisa menghabiskan usia senja dengan bersantai dan berkecukupan tentu merupakan hal yang diidamkan oleh hampir seluruh orang di dunia. Namun, sebagian orang justru menghabiskan masa tua dengan hidup penuh kesusahan. Salah satunya kakek Jamir.
Kakek Jamir, terpaksa menjalani kisah pilunya lantaran diterpa masalah kemiskinan. Begitu terasa miris, kini kakek Jamir sudah tidak memiliki siapa-siapa.
Ia tinggal di sebuah gubuk yang amat memprihatinkan dan terletak di tengah hutan. Bahkan untuk makan saja dia amat kesusahan. Berikut ulasan kisah pilu kakek Jamir.
Tinggal Sebatang Kara
Kakek Jamir (65) merupakan salah satu pria yang sama sekali tidak bisa menikmati usia senjanya. Hal tersebut lantaran ia hidup dalam kondisi serba memprihatinkan.

Instagram/@rumahyatim ©2020 Merdeka.com
Seperti dilansir dari unggahan akun Instagram @rumahyatim, kakek Jamir kini sudah tidak memiliki siapa-siapa. Ia tinggal sebatang kara dalam gubuk yang jauh dari kata layak.
Di Gubuk yang Ada di Tengah Hutan
Perlu diketahui bahwa kakek Jamir tinggal dalam sebuah gubuk yang tak lagi mirip dengan hunian manusia, melainkan seperti kandang ayam. Sosoknya yang begitu amat tegar ini menghuni gubuk berukuran 3x4 yang berdiri di tengah hutan.

Instagram/@rumahyatim ©2020 Merdeka.com
Hingga saat ini, kakek Jamir sudah menghuni gubuk kecil di tengah hutan tersebut tiga tahun. Tinggal dalam gubuk derita tersebut menjadi pilihan satu-satunya karena rumah milik kakek Jamir di dekat perkampungan hampir ambruk.
Hanya Bisa Makan Singkong
Kepiluan semakin bertambah ketika kakek Jamir juga kesusahan saat ingin makan. Ia begitu jarang makan nasi lantaran memang tidak memiliki uang untuk membeli beras.

Instagram/@rumahyatim ©2020 Merdeka.com
Hingga saat ini, kakek berusia 65 tahun itu hanya bisa makan dengan memanfaatkan singkong yang merupakan hasil tanamannya. Sesekali ia juga makan hasil tanamannya seperti buah pisang.
Tak Ada yang Tahu Keadaanya Kala Sakit
Amat miris, ketika dirinya sedang sakit bahkan tidak ada satupun orang yang mengetahui keadaannya. Diketahui kakek Jamir sempat mengalami demam lantaran tubuhnya merasa meriang.

Instagram/@rumahyatim ©2020 Merdeka.com
Saat itu kakek Jamir hanya bisa terbaring tanpa alas dan hanya berbalut sarung yang sudah jelek menutupi tubuhnya. Namun meski hidup di tengah keterbatasan, tak membuat kakek Jamir menyerah menghadapi kejamnya kehidupan, ia selalu bersyukur dengan apa yang didapatkannya selama ini.
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya