Kisah Nenek Pasien Virus Corona Tolak Pasang Ventilator, Mengalah Pada yang Muda
Merdeka.com - Virus corona atau covid-19 yang menjadi pandemi dunia saat ini telah menjatuhkan banyak korban. Seseorang dengan usia yang tak lagi muda akan sangat rentan terkena virus corona. Hal tersebut disebabkan karena kondisi imun dalam tubuhnya sudah tak sebaik orang yang masih muda.
Sebuah kisah haru terjadi baru-baru ini, pasalnya seorang nenek tua yang merupakan pasien virus corona atau covid-19 menolak untuk dipasangkan ventilator. Ia menolak karena memiliki alasan yang begitu mulia. Ingin tahu kisah selengkapnya? Berikut ulasannya dari berbagai sumber.
Berusia 90 Tahun
Virus corona akan sangat mudah dan rentan menyerang orang-orang yang sudah berusia tua. Hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh mereka tengah menurun dan tak sebaik saat mereka masih muda.
Seperti salah seorang nenek yang terinfeksi virus corona. Pasalnya ia merupakan pasien covid-19 dengan usia yang sudah menginjak 90 tahun.
Tolak Dipasangkan Ventilator, Keadaan Memburuk
Wanita berusia 90 tahun di Belgia ditetapkan positif terjangkit virus corona. Di usianya yang sudah tak terhitung muda itu, kondisinya semakin memburuk.

Ilustrasi Ventilator 2020 REUTERS/Rodrigo Urzagasti
Hal tersebut membuat dirinya harus mendapatkan perawatan yang intes, salah satunya dengan pemasangan ventilator. Namun, siapa sangka sang nenek justru menolak dipasangkan ventilator dalam kondisinya yang memburuk.
Alasan Tolak Pasang Ventilator
Wanita berusia 90 tahun dengan nama Suzanne Hoylaerts asal Belgia tersebut sempat mengatakan alasannya menolak pemasangan ventilator itu. Ia mengungkapkan alasan yang membuat seluruh dokter merasa terharu.
"Saya tidak ingin menggunakan respirasi buatan. Simpan untuk pasien yang lebih muda. Aku sudah memiliki kehidupan yang baik," ungkap Suzanne.
Tutup Usia
Pada akhirnya, Suzanne tutup usia setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit. Sontak kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Shutterstock.com/Tyler Olson
Judith, sang putri juga merasakan duka yang cukup mendalam atas kepergian sang ibunda. Ia begitu merasa kehilangan sosok Suzanne.
Tak Bisa Ucap Selamat Tinggal
Judith juga mengaku dirinya tak bisa mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya kepada sang ibunda. Duka semakin terasa saat Judith tak bisa menghadiri pemakaman sang ibunda. Hal tersebut tengah disampaikan Judith pada surat kabar Belanda Het Laatste Nieuws.
"Saya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya, dan saya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghadiri pemakamannya."
(mdk/bil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya