Kabar meninggalnya Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus pada Senin (21/4) membuat umat Katolik berduka. Banyak yang mengenang sosoknya termasuk saat melakukan kunjungan ke tanah air tahun lalu.
Pengalaman tak terlupakan juga dialami oleh man Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto saat terlibat langsung mengurus transportasi Paus selama di Indonesia.
Kala itu AM Putranto ditugaskan untuk mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan Paus di tanah air. Siapa sangka, sosok Paus yang dikenal kharismatik justru menunggangi maung buatan PT Pindad sebagai sarana utamanya.
Saat itu AM Putranto diminta mempersiapkan mercy, namun ia justru menolak dan memilih mempersiapkan kendaraan perang sekaliber maung.
Ternyata ada cerita tak terduga di baliknya yang belakangan diungkapkannya ke publik. Seperti apa ulasannya? Simak informasi berikut ini.
Advertisement
Tolak Mercy Pilih Siapkan Maung Pindad
Pihak Vatikan sebenarnya telah meminta untuk mempersiapkan mobil mercy sebagai transportasi utama Paus. Namun karena diminta untuk modifikasi, ia memilih menolak permintaan tersebut.
"Sebetulnya pak saya ditawari untuk modifikasi mobil itu tapi mobilnya Mercy, saya tidak mau karena saya dapat tugas dari Pak Menhan waktu itu Pak Prabowo, Pak Putranto Komisaris di Pindad, saya minta 10.000 unit mobil maung segera diselesaikan," jelasnya.
Walau menolak mercy, ia mengaku siap jika harus memodifikasi mobil nasional seperti maung pindad. Hal tersebut juga mendapat sambutan hangat dari Prabowo Subianto.
"Selang berjalan sedikit kemudian ada tawaran itu saya sampaikan saya boleh modifikasi asal mobil nasional. Saya akan lakukan tapi kalau mobil mercy tidak mau saya gitu."
"Padahal produksi baru 5 unit tuh Pak itu kemudian di acc di Vatikan oke mobil nasional dipakai," tambahnya.
Putranto pun memberikan laporan kepada Prabowo terkait perkembangan maung pindad dan diminta untuk mempromosikannya.
"Singkat kata saya lapor sama Pak Presiden (Prabowo Subianto), 'izin Bapak Menteri terkait dengan Bapak memerintahkan saya untuk mempromosikan mobil maung ini Pak yang versi 3 Bagus pak, speknya itu Pak TKDN sudah 70%. Kemudian 30 itu dari memang dari Korea mesin sasis sama lantai'," ucapnya.
Advertisement
Jamin Keamanan Paus Fransiskus
Ide memodifikasi mobil maung langsung terlontar di hadapan para petinggi kementerian termasuk Prabowo Subianto. Ia juga mendapat dukungan langsung dari Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan kala itu Sjafrie Sjamsoeddin.
"Saya memberanikan diri kepada beliau 'Pak saya ingin modifikasi mobil paus tetap'. 'Oh iya betul itu Pak Putranto bisa?', terus Pak Safri bilang 'Wah itu sangat bisa Pak'. 'Oke buat dua', katanya," jelas Putranto.
Lebih lanjut, ia juga telah berkoordinasi dengan pihak Vatikan dan mendapat persetujuan atas rencana tersebut.
Ia juga menjamin keamanan Paus Fransiskus lewat penawaran memodifikasi mobil nasional buatan Pindad.
"'Pak Satu anti peluru satu yang biasa'. Tapi setelah saya komunikasi dengan komandan pengamanannya Pak Letjen Bart Ruselli menyampaikan kepada saya, Indonesia aman jaminannya saya.
"Saya begitu, 'oke tidak usah pakai anti peluru proses', jadi ya alhamdulillah gitulah," kata Putranto.
Advertisement
Usulkan jadi Mobil Kepresidenan
Setelah berhasil dibuat untuk transportasi Paus Fransiskus, Putranto langsung mengusulkan mobil modifikasinya itu sebagai kendaraan kepresidenan.
"Kemudian saya sampaikan beliau 'Pak ini gongnya Bapak bagaimana kalau Bapak kita modifikasi mobil maung itu untuk mobil kepresidenan?'" tanya Putranto kepada Prabowo.
Siapa sangka, usulan tersebut langsung disetujui Prabowo Subianto namun dengan modifikasi yang lebih canggih lantaran dianggap setara mobil limosin.
"'Wah itu ide betul itu ide yang bagus. Oke buat. Tetapi speknya jauh lebih kuat pak karena itu 6000 cc dan mirip seperti limosin pak karena anti peluru dan sebagainya kemudian mobil itu kacanya sudah 1 ton sendiri pak karena anti peluru Pak,'" tandasnya.