Sebuah unggahan Video di media sosial @ikl.nusantara Sebuah video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan momen seorang guru sekolah dasar dilabrak oleh seorang perempuan di sebuah kafe di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai guru SD sedang duduk di sebuah kafe bersama seorang pria, kemudian seorang perempuan yang disebut sebagai istri sah pria tersebut datang bersama anaknya, melakukan konfrontasi dengan sang guru. Dalam video terdengar teriakan:
"Sudah punya suami, guru SD di Wonosobo diduga selingkuh sama suami orang!" ujar suara seorang perempuan di balik kamera dikutip merdeka.com dari video viral tersebut, Rabu (29/10).
Peristiwa ini terjadi ketika keduanya hendak meninggalkan kafe. Keributan menjadi tontonan para pengunjung.
Reporter Magang: Ahmad Subayu
Advertisement
Penjelasan Klarifikasi dari Seorang Guru SD
Tidak lama, muncul sebuah video yang diunggah salah satu akun media sosial. Dalam video tersebut tredapat seorang perempuan yang disebut-sebut guru di Wonosobo.
Dalam video tersebut, guru berinisial A menegaskan bahwa tidak ada hubungan terlarang sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
"Kami cuma ngobrol biasa, tidak seperti yang diberitakan," ujarnya dalam video klarifikasi tersebut. Ia juga meminta agar publik tidak langsung menyimpulkan sesuatu tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Ia mengatakan saat itu merupakan hari minggu dan tengah mengikuti acara pengajian di sekolahan.
Advertisement
Berikut klarifikasi lengkapnya:
Hari Minggu. Pas hari Minggu itu saya ada acara pengajian sekolahan memang pagi ada pengajian di punggol itu. Anak saya juga ada acara tampak di pasbampol. Nah, saya mengantar anak dulu ke pasbampol baru saya ikut pengajian. Setelah itu saya jemput anak saya. Tapi anak saya belum pulang, belum selesai.
Saya nunggu saya parkir di depan gedung Korpli. Saya parkir di situ hampir sampai jam 2 mungkin lebih itu. Terus anak saya pulang dari pagi memang belum makan. Saya tawarin makan, "Kak, kamu belum makan? Mau makan dulu." Iya. Saya sudah izin suami saya setelah selesai acara mau mampir makan boleh enggak? Iya, silakan gitu nggih. Iya, silakan.
Sebelum makan kita salat dulu karena belum salat mampir ke masjid sana dulu baru makan ke kafe tersebut. Nah di waktu itu Mas Suroto itu ada acara sama temannya. Kan tanya dulu. Nah kan kalau kita kan jadi keluarga dari pihak Mas keluarga Mas Suroto juga jadi keluarga sama kita.
Kalau Mas Suroto lagi main ke Banjar otomatis. Oh, ke Wonosobo otomatis Mas Winara gitu. Mas Winara main ke Wonosobo. Oh iya. Nah itu lagi acara banjar sama temannya mau ngopi terus saya karena yang punya nomornya kan saya gitu. Menembak lagi di mana? Saya lagi makan. Lagi makan sama anak saya di kafe. Ladis itu ada kopi enggak? Ada. Terus saya ke situ.
Karena itu tempat umum. Enggak mungkin saya enggak memperbolehkan. Itu kan tempat umum. Jadi mau kok kalau mau ngopi saya sama temannya gitu. Iya. Oh iya. Silakan Mas.
Terus setelah itu saya sudah selesai makan. Makan sudah selesai. Masot baru datang.
Terus ini Mbak sama anaknya. Iya sama anaknya. Terus sapa dulu? Enggak sama siapa? Tadinya mau sama teman cuman temannya enggak J. tadi di apa diampiri ke rumahnya ternyata lagi pergi terus beliau sendiri. Nah, posisi di situ. Oh, nggih. Silakan silakan duduk. Posisi di situ saya duduknya memang satu berdampingan anak saya di depan tapi ada jarak dan tidak ada sentuhan fisik ya Mas.
A menegaskan saat mengobrol di kafe tersebut tidak ada kontak fisik. "Tidak ada sentuhan fisik sama sekali. Ada jarak itu. Terus pesan kopi. Kopinya datang, istrinya datang langsung langsung video itu lah," katanya.
Kemudian, A menjawab komentar netizen yang mempertanyakan tidak adanya perlawanan.
"Karena saya tidak melakukan apa-apa. Saya di keroyok kan ada empat orang di situ. Ada istrinya beliau, anaknya beliau, terus temannya anaknya. Terus yang satu katanya intel katanya. terus saya di itu anak saya langsung pergi karena mungkin sudah malu ya sudah ibunya di seperti itu. Itu dituduh seperti itu anak saya pergi pulang ke rumah terus saya ditahan memang tidak boleh pulang saya dari itu pihak kakinya tolong diselesaikan di bawah saja gitu saya ke bawah dan saya tidak kabur tidak apa sama sekali tidak kabur saya ditahan minta telepon suami saya ke situ."
Pada kesempatan yang sama, A didampingi suaminya. Suaminya mengatakan anaknya menangis begitu sampai di rumah.
"Dia bilang yah ibu lagi dimarah-marahin orang, ditodoh-todoh, ditodo lah dia kan sambil nangis saya sih Pak Kimin itu sudah pamit dari awal pengajian terus mau jajan dulu anak. Terus anak pulang begitu pulang kan nangis saya, inion istrinya Istri saya telepon, Mas sini bisa enggak? Nah, saya tak pamit dulu sama anak. Anak enggak boleh enggak usahlah ngapain ke sana. Ibu lagi dimarah-marahin geger, gimana? Iya memang enggak boleh anak. Nah, pas di sana dia ditahan sebelum saya datang ke korpli ke resto iya resto. Nah, anak terus nangis."