Cara Mengatasi Penyakit OCD, Ketahui Gejala yang Sering Muncul
Merdeka.com - Cara mengatasi penyakit OCD bisa dilakukan dengan terapi. OCD atau Obsessive Compulsive Disorder, adalah sejenis gangguan mental di mana penderitanya memiliki pikiran dan dorongan yang tidak dapat dikendalikan (obsesi) untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang.
Meskipun penderitanya mungkin tidak ingin memikirkan atau melakukan hal-hal tersebut, namun mereka cenderung akan melakukannya secara otomatis. Kondisi ini tentu akan membuat penderitanya selalu merasa gelisah, khawatir, cemas, karena menuntut hal yang sama berulang kali.
Hingga kini, diketahui belum ada obat pasti yang dapat menyembuhkan OCD. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola gejala yang timbul. Berikut ulasan selengkapnya dilansir dari webmd dan berbagai sumber, Jumat (17/6/2022):
Penyakit OCD
Kebiasaan kompulsif yang dimaksud pada penderita OCD ialah saat seseorang merasa harus mencuci tangan tujuh kali setelah menyentuh sesuatu yang dianggap kotor. Meskipun penderitanya mungkin tidak ingin memikirkan atau melakukan hal-hal ini, namun hal tersebut akan dilakukan secara otomatis.
Setiap orang sebenarnya memiliki pemikiran yang terkadang berulang. Namun, orang dengan OCD memiliki pikiran dan tindakan di luar kendalinya.
Penyebab dari OCD sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli menduga jika gangguan ini terjadi akibat adanya masalah pengiriman informasi pada bagian otak yang satu dengan lainnya.
Atau mungkin juga bisa disebabkan oleh masalah stress yang berat. Faktor turunan genetik dari keluarga, serta kecelakaan psikologis masa lalu juga bisa memicu seseorang mengalami OCD.
Cara Mengatasi OCD
Seperti yang sudah disebutkan di atas, hingga kini belum ada obat pasti yang bisa menyembuhkan OCD. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan penderitanya untuk mengelola gejala yang muncul. Dilansir dari laman hellosehat, ada beberapa cara mengatasi OCD yang bisa dicoba untuk dilakukan, di antaranya:1. Ketahui Pemicu Rasa Cemas Penyebab OCDJika Anda merasa beberapa tanda yang sering dirasakan dan lakukan, pikirkanlah kembali bagaimana hal itu bisa terjadi. Baik pikiran dan situasi yang membuat Anda merasa cemas dan khawatir berlebihan. Urutkan intensitas ketakutan atau kecemasan yang dirasakan akan suatu hal. Kemudian sikap kompulsif apa yang biasa Anda lakukan untuk mengurangi rasa cemas itu.2. Lawan Sifat Kompulsif dan Obsesif yang MenghantuiJika Anda memiliki keinginan sembuh, cobalah untuk berusaha menghadapi rasa takut itu. Dengan mencoba melawan ketakutan, dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang membuat kompulsif, sedikit demi sedikit Anda akan melupakan kebiasaan ini dan mampu kembali menjalani rutinitas selayaknya orang normal.3. Tantang Pikiran ObsesifPikirkan mengenai ketakutan yang Anda miliki dan coba tantang pikiran tersebut. Misalnya Anda selalu takut untuk memegang benda-benda fasilitas umum, dengan alasan bakteri dan kuman yang menempel pada benda-benda tersebut.Saat pikiran tersebut memaksa untuk mencuci tangan, coba untuk lawan dengan pertanyaan seperti "Apa yang terjadi jika aku tidak cuci tangan?" atau "Apakah tindakan ini diperlukan?". Dan cobalah untuk tidak mengikuti kemauan obsesif dalam pikiran.
4. Minta Bantuan Sekitar
Orang yang menderita OCD sangat butuh dukungan orang sekitar, khususnya keluarga. Karena perasaan kesepian dan tidak berdaya dapat membuat penderita mengalami gangguan yang lebih parah.Minta keluarga atau teman mengingatkan jika kita sudah mulai melakukan tindakan kompulsif, minta juga supaya mereka mendukung keinginan kita untuk bisa sembuh.5. Hindari StresPenderita OCD juga sebisa mungkin harus menghindari stres dan jangan terlalu memikirkan gejala yang dialami. Anda bisa mengalihkan pikiran dengan melakukan kegiatan relaksasi seperti meditasi, yoga, dan pijat.6. Pengobatan ke PsikoterapiTerapi perilaku kognitif dapat membantu mengubah pola berpikir Anda. Dalam bentuk yang disebut pencegahan paparan dan respons, dokter Anda akan menempatkan Anda dalam situasi yang dirancang untuk menciptakan kecemasan atau memicu kompulsif. Anda akan belajar untuk mengurangi dan kemudian menghentikan pikiran atau tindakan OCD Anda. Jika diperlukan, dokter juga biasanya akan memberikan obat psikiatri. Obat itu disebut inhibitor reuptake serotonin selektif membantu banyak orang mengendalikan obsesi dan kompulsi. 7. TMS (stimulasi magnetik transkranial).
Unit TMS adalah perangkat non-invasif yang dipegang di atas kepala untuk menginduksi medan magnet. Ini menargetkan bagian tertentu dari otak yang mengatur gejala OCD.
Apakah Penderita OCD Sadar Akan Perilakunya?
Banyak orang yang menderita OCD tahu bahwa pikiran dan kebiasaan mereka tidak masuk akal. Mereka melakukannya bukan karena mereka menikmatinya, tetapi karena mereka tidak bisa berhenti. Dan jika mereka berhenti, mereka merasa gelisah sehingga mereka akan memulai kebiasaan itu lagi.Pikiran obsesif dapat mencakup:- Khawatir tentang diri sendiri atau orang lain yang terluka- Kesadaran konstan berkedip, bernapas, atau sensasi tubuh lainnya- Kecurigaan bahwa pasangan tidak setia, tanpa alasan untuk mempercayainyaKebiasaan kompulsif dapat mencakup:- Melakukan tugas dalam urutan tertentu setiap kali atau beberapa kali- Perlu menghitung sesuatu, seperti langkah atau botol- Takut menyentuh gagang pintu, menggunakan toilet umum, atau berjabat tanganSikap obsesif dan kompulsif para penderita OCD tentu bisa menggangu kehidupan, pekerjaan, kehidupan sosial mereka. Namun, dengan pengobatan, strategi self-help, dan tekad yang kuat, Anda dapat terlepas dari gejala OCD dan mengambil kembali kendali hidup Anda.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya