Batas Waktu Sholat Dzuhur Menurut Dalilnya, Ketahui Ketentuannya
Merdeka.com - Batas waktu sholat Dzuhur perlu diperhatikan dengan baik bagi umat Islam. Sebab, sholat dzuhur adalah salah satu sholat fardhu yang diwajibkan untuk dikerjakan.
Seperti yang diketahui, sholat merupakan tiang agama yang merupakan rukun Islam kedua. Maka dari itu, mengerjakan sholat dzuhur dengan benar dan sesuai syariat merupakan hal yang penting untuk dilakukan.BACA JUGA: Tata Cara Dan Bacaan Sholat Dzuhur Untuk Imam Dan Makmum
Selayaknya sholat pada umumnya, sholat Dzuhur pun juga memiliki batasan waktu yang harus senantiasa menjadi perhatian. Hal tersebut yakni sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi sebagai berikut,
"Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa ayat 103)
Batas waktu sholat Dzuhur tersebut juga senantiasa dijelaskan melalui beberapa hadis sahih. Melansir dari laman NU Online, berikut merdeka.com ulas mengenai batas waktu sholat Dzuhur hingga tata caranya yang penting untuk diketahui.
Batas Waktu Sholat Dzuhur Berdasarkan Hadis
Sholat dzuhur merupakan sholat wajib dengan jumlah empat rakaat. Selayaknya sholat pada umumnya, sholat Dzuhur memiliki waktu tertentu untuk dikerjakan.
Apabila sholat Dzuhur ditinggalkan secara sengaja, maka seorang muslim akan berdosa. Sebaliknya, apabila sholat Dzuhur tersebut dikerjakan, terlebih pada awal waktu, maka seorang muslim senantiasa akan mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah SWT.

prayerinislam.com
Hal itu seperti yang tertulis dalam sebuah hadis riwayat Bukhari-Muslim. Adapun bunyinya yakni sebagai berikut,
"Perbuatan yang paling mulia ialah shalat pada awal waktunya." (HR. Bukhari-Muslim).
Sementara itu, sholat Dzuhur dapat dikerjakan pada saat siang hari. Tepatnya, sholat Dzuhur dikerjakan sejak matahari tergelincir di tengah-tengah langit hingga muncul bayangan yang memiliki panjang sama dengan di bawahnya.
Dengan kata lain, sholat Dzuhur dapat dikerjakan pada saat matahari berada tepat di tengah-tengah hingga datangnya waktu sholat Ashar. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadits riwayat Muslim no. 612 berikut ini,
"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Waktu Dzuhur ialah ketika matahari tergelincir, ... sampai datangnya waktu ashar." (HR. Muslim).
Meski terdapat batas waktu sholat Dzuhur, namun seorang muslim dapat menunaikannya di luar waktu yang telah ditentukan tersebut. Sholat Dzuhur dapat dikerjakan secara bersamaan dengan sholat Ashar dengan cara jamak dan qasar.
Bacaan Niat Sholat Dzuhur
Setelah mengetahui batas waktu sholat Dzuhur, hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui adalah tata caranya. Sebenarnya, tata cara sholat Dzuhur tidak jauh berbeda dari menunaikan sholat lainnya.
Namun, terdapat beberapa perbedaan yang selayaknya menjadi perhatian. Salah satunya yakni mengenai bacaan niat sholat Dzuhur.

islam-today.ru
Adapun bunyi bacaan niat yakni sebagai berikut,
1. Niat sholat dzuhur munfarid/sendiri“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”
Artinya:
"Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala/Ma'mum karena Allah Ta'ala/Imam karena Allah Ta'ala."
2. Niat sholat dzuhur berjamaah sebagai imam“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”
Artinya:
"Aku berniat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
3. Niat sholat dzuhur berjamaah sebagai makmum“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an ma’mumam lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar."
Artinya:
"Aku berniat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Dzuhur

©2021 Merdeka.com/pexels-michael-burrows
1. Melafalkan bacaan niat.
2. Melakukan gerakan takbiratul ihram.
3. Membaca doa iftitah.
"Allaahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allaahummaghsil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad."
Artinya:
"Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."
4. Membaca surat Al Fatihah.
5. Dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek di dalam Alquran lainnya.
6. Melakukan gerakan rukuk disertai tumakninah.
"Subhaana robbiyal 'adhiimi wabihamdih."
Artinya:
"Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya."
7. Melakukan i'tidal.
"Sami'alloohu liman hamidah. Rabbanaa lakal hamdu mil'us samaawati wa mil'ul ardhi wa mil umaasyi'ta min syai'in ba'du."
Artinya:
"Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu."
8. Melakukan gerakan sujud.
"Subhaana robbiyal 'a'la wabihamdih"
Artinya:
"Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya."
9. Duduk di antara dua sujud.
"Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii."
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku."
10. Melakukan gerakan sujud.
11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua.
12. Melakukan duduk tasyahud awal.
“Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rosuulullah. allahumma sholli 'alaa muhammad."
Artinya:
"Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."
13. Berdiri untuk mengerjakan rakaat ketiga dan keempat.
14. Melakukan duduk tasyahud akhir.
“Allahumma sholli 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa shollaita 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid. alloohumma baarik 'alaa muhammad wa 'alaa aali muhammad kamaa baarokta 'alaa ibroohim wa 'alaa aali ibroohimm innaka hamiidum majiid.”
Artinya:
"Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."
15. Salam.
(mdk/mta)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya