Ada Makam di Tengah Trotoar di Jalanan Kota Sukoharjo, Ini Asal-usulnya

Kamis, 26 Mei 2022 11:09 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Ada Makam di Tengah Trotoar di Jalanan Kota Sukoharjo, Ini Asal-usulnya Potret Makam di tengah Trotoar. Twitter/@mwv_mystic ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah makam berukuran kecil yang ada di tengah trototar di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah sering membuat penasaran para wisatawan yang datang ke daerah tersebut.

Sebab, bangunan makam dengan nisan dan kijing itu berada tepat di tengah-tengah trotoar yang sering dilewati oleh masyarakat.

Berdasarkan informasi, diketahui jika nisan tersebut ternyata merupakan makam dari hewan klangenan dalem milik Raja Keraton Solo Pakubuwono X, yakni kucing candramawa. Simak ulasannya:

2 dari 4 halaman

Makam di Tengah Trotoar

Melansir dari cuitan di akun Twitter @mwv_mystic, membagikan foto yang menunjukkan potret makam yang ada ditengah trotoar itu.

Makam yang dibuat lengkap dengan nisan dan kijing itu berada di sebuah trotoar di sudut jalan di kawasan Solo Baru, Sukoharjo.

potret makam di tengah trotoar
Twitter/@mwv_mystic ©2022 Merdeka.com

Dalam foto, makam berwarna hitam itu memiliki tulisan huruf jawa di nisannya. Dalam makam itu disebut tertulis kalimat 'Klangenan Dalem Nyai Sembro', jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia yakni 'Kesayangan Raja yang bernama Nyai Sembro'.

Baca juga:
Kelakuan Songong Pengemudi Mobil Diplomatik, Pepet dan Klakson Ambulans Bawa Pasien
Hattrick Lulusan Terbaik, Kolonel Inf Dwi Sasongko Kini Ditugasi jadi Koorspri Kasad
Sosok Kompol Ratna Quratul, Polwan Lulusan Terbaik Naik Pangkat Tugas di Penjaringan

3 dari 4 halaman

Makam Hewan Kesayangan Raja

potret makam di tengah trotoar
Twitter/@mwv_mystic ©2022 Merdeka.com

Keberadaan makam yang muncul di tengah trotoar, tentu sering membuat banyak orang penasaran. Terlebih lagi bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Solo.

Melansir dari Liputan6, disebutkan jika makam tersebut ternyata merupakan kuburan dari salah satu hewan kesayangan raja. Sejarah tersebut diyakini dengan tulisan yang terdapat di nisan.

Makam itu disebut-sebut sebagai kuburan dari hewan klangenan dalem milik Raja Keraton Solo Pakubuwono X, yakni kucing candramawa. Kucing itu disebut bernama Nyai Sembro atau Nyai Tembong.

Baca juga:
Kelakuan Songong Pengemudi Mobil Diplomatik, Pepet dan Klakson Ambulans Bawa Pasien
Hattrick Lulusan Terbaik, Kolonel Inf Dwi Sasongko Kini Ditugasi jadi Koorspri Kasad
Sosok Kompol Ratna Quratul, Polwan Lulusan Terbaik Naik Pangkat Tugas di Penjaringan

4 dari 4 halaman

Sengaja Tak Dipindahkan

potret makam di tengah trotoar
Twitter/@mwv_mystic ©2022 Merdeka.com

Disebutkan, jika lokasi jalan tempat makam itu berada dulunya memang merupakan kawasan kuburan untuk hewan-hewan peliharaan Raja Pakubuwono.

Namun, makam-makam itupun hilang setelah kawasan tersebut akhirnya dibangun sebagai jalan raya sekitar tahun 1980an.

Dari sekian banyak makam hewan, makam milik kucing bernama Nyai Sembro inilah yang kemudian dipasangi nisan dan diberi kijing, sehingga masih ada hingga kini.

Makam itupun masih dibiarkan berada di tengah trotoar. Warga setempat sengaja membiarkan keberadaan makam itu karena dinilai tidak mengganggu.

Baca juga:
Kelakuan Songong Pengemudi Mobil Diplomatik, Pepet dan Klakson Ambulans Bawa Pasien
Hattrick Lulusan Terbaik, Kolonel Inf Dwi Sasongko Kini Ditugasi jadi Koorspri Kasad
Sosok Kompol Ratna Quratul, Polwan Lulusan Terbaik Naik Pangkat Tugas di Penjaringan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini