5 Fakta Unik Bantuan Bupati Jember Ditarik Lagi, Pengasuh Ponpes Sampai Heran

Minggu, 16 Februari 2020 10:59 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
5 Fakta Unik Bantuan Bupati Jember Ditarik Lagi, Pengasuh Ponpes Sampai Heran Bupati Jember. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Jember Faida secara simbolik memberi bantuan kepada korban terdampak banjir pada Jumat (7/2) lalu. Beberapa rumah warga yang ada di dua kecamatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, terendam banjir.

Namun tiba-tiba ada kabar ditariknya bantuan tersebut yang akhirnya kini ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Berikut informasi selengkapnya:

1 dari 6 halaman

Bupati Jember Faida Datangi Korban Banjir

dr. Faida mengunjungi warga terdampak banjir di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada Jumat lalu. Dalam kunjungan tersebut, Farida juga secara simbolik menyerahkan bantuan kepada warga berupa 40 paket sembako, 40 kasur lipat, selimut dan nasi bungkus. Penyerahan bantuan tersebut juga dirilis pada website resmi Pemkab Jember.

Ada sekitar 52 kepala keluarga terdampak banjir ini. Faida juga mengunjungi sebuah pesantren Baitul Ilmi yang juga terdampak banjir.

2 dari 6 halaman

Bantuan Awal 5 Kasur, 5 Selimut dan 2 Dus Paket Sembako

Faida juga sempat berdialog dengan pemilik pondok pesantren Baitul Ilmi yaitu Ustaz Mastur. Dalam dialog tersebut, Mastur mengatakan jika Faida sempat menanyakan jumlah santri yang ada di pesantren.

"Saya jawab, santrinya ada 18 anak. Lalu spontan beliau perintahkan ke anak buahnya agar (seluruh santri) dikasih bantuan satu-satu," tutur Mastur.

Secara simbolis, Faida menyerahkan bantuan berupa lima kasur, lima selimut dan dua dus paket sembako kepada Mastur untuk keperluan santri di pondok pesantren.

3 dari 6 halaman

Tiba-tiba Ditarik Lagi

Setelah rombongan Faida dan wartawan pulang dari lokasi banjir, Mastur mengatakan jika ada seorang petugas Pemkab datang dan menarik kembali bantuan yang baru saja diserahkan secara simbolik.

"Kemudian setelah bubar, ada salah satu petugas yang datang ke saya. Dia bilang, "Mohon maaf, ini sementara saya tarik kembali ya pak," ujar Mastur.

Kepada Mastur petugas tersebut beralasan bantuan ditarik sementara dan nantinya akan diserahkan sesuai data.

4 dari 6 halaman

Sudah Terlanjur Senang

Mastur mengatakan jika bantuan tersebut ditarik kembali semuanya tanpa tersisa sedikitpun.

"Padahal kita sudah terlanjur senang. Sebab saat banjir, salah satu tembok jebol, sehingga air masuk ke pesantren. Imbasnya, anak-anak tidak bisa tidur dengan nyaman," jelas Mastur.

"Saya pikir, kalau bantuan sudah ditarik lagi, masak iya bisa kembali lagi," tambah Mastur.

5 dari 6 halaman

Selang 3 Hari Dipanggil Perangkat RW

Setelah cerita penarikan bantuan tersebut menyebar ke warga lain, selang 3 hari kemudian salah satu santri dipanggil oleh perangkat RW untuk mengambil bantuan. Namun, bantuan tersebut tak sesuai yang dijanjikan di awal berupa 18 paket seperti yang dikatakan bupati tetapi hanya dua paket yang terdiri dari kasur dan selimut.

"Pak Camat-nya bilang gini ke santri saya. Karena yang banjir bukan hanya di asrama kami, tetapi tempat-tempat lain juga kena, maka bantuan diratakan. Makanya kita hanya dapat jatah 2 kasur dan 2 selimut," ujar Mastur.

6 dari 6 halaman

Keterangan Pak Camat

Camat Kaliwates, Asrah Widono membantah pemberian bantuan tersebut hanya bersifat simbolis. Ia juga membantah bantuan yang tertunda penyerahannya selama beberapa hari karena bantuan kurang.

"Ini di kantor BPBD banyak sekali kasur dan selimut. Sebenarnya tadi pagi mau kita distribusikan. Cuma saya pas lagi banyak agenda kegiatan, macam-macam," pungkas Asrah.

[khu]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir
  3. Trending
  4. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini