Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Upacara Merti Dusun, Wujud Syukur pada Sang Pencipta

Upacara Merti Dusun, Wujud Syukur pada Sang Pencipta Upacara Merti Dusun, Wujud Syukur pada Sang Pencipta. ©2021 Merdeka.com/Albet Gunawan

Merdeka.com - Siang itu di bawah terik matahari warga Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta mengadakan upacara tradisional bersih dusun atau yang lebih dikenal dengan istilah Merti Dusun pada (4/8/2019) lalu. Upacara adat yang dilakukan turun temurun ini diikuti berbagai kalangan, tua muda, wanita, laki-laki.

Mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu bentuk syukur pada Sang Pencipta atas segala rahmat dan limpahan berkat serta rezeki dan harapan untuk tahun yang lebih baik.

Semangat pun terlihat dari wajah para bapak-bapak pasukan Bregada saat mengikuti kirab. Menggunakan baju surjan lurik bergaris, menutup kepalanya dengan topi dan membawa tombak di tangan kanannya. Berbaris rapi, bunyi langkah kakinya pun terdengar tegas berirama.

upacara merti dusun wujud syukur pada sang pencipta©2021 Merdeka.com/Albet Gunawan

Acara Merti Dusun semakin meriah dengan beragam tarian, seperti tarian jathilan, gejog lusung sampai tarian 'edan-edanan'. Tarian edan-edanan sukses menghibur para penonton.

Menggunakan bedak tebal dengan riasan cemong bak badut. Sepasang penari ini ikut hanyut dengan alunan musik gamelan yang bergema. Sesuai dengan namanya mereka berhasil edan-edanan (menggila).

Tak hanya sembarang tarian, tari Edan-edanan merupakan salah satu upaya manusia mengalihkan perhatian makhluk halus saat manusia sedang punya hajat. Biasanya tarian ini ada dalam pernikahan, tujuanya agar hal buruk tidak menimpa pengantin namun pada kedua penari tersebut.

upacara merti dusun wujud syukur pada sang pencipta©2021 Merdeka.com/Albet Gunawan

Para wanita tak mau ketinggalan momen berharga yang diadakan setiap 10 tahun sekali ini. Wanita ini mengenakan kebaya dengan jarik yang senada. Ada yang tampil bersanggul namun ada juga yang berhijab. Para wanita ini tampil maksimal di hari yang istimewa.

Tak pandang umur, wanita lanjut usia turut terlihat memeriahkan Upacara Merti Dusun ini. Beberapa orang lainnya, mengenakan baju batik, kebaya modern, hingga baju lurik. Di bawah sinar terik matahari, para wanita ini berjalan dimulai dari perbatasan dusun di sebelah barat sampai perbatasan timur.

upacara merti dusun wujud syukur pada sang pencipta©2021 Merdeka.com/Albet Gunawan

Salah satu bentuk ucapan syukur tersebut di wujudkan dengan adanya gunungan. Gunungan raksasa dengan diameter sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter yang kira-kira dipanggul oleh 10 orang.

Isi gunungan meliputi sayuran dan buah-buahan hasil bumi khas dusun setempat seperti sayuran kacang panjang, terong dan buah-buahan. Gunungan raksasa ini diarak mengelilingi kampung yang nantinya akan diperebutkan penduduk sekitar. Selain gunungan, warga juga mengarak kendaraan penggiling padi.

Iringan kendaraan penggiling padi sebagai simbol kemandirian dan swasembada pangan masyarakat. Masyarakat setempat berjalan mengarak gunungan dan penggiling padi mengelilingi kampung sejauh 1,5 kilometer.

upacara merti dusun wujud syukur pada sang pencipta©2021 Merdeka.com/Albet Gunawan

Upacara ditutup dengan doa bersama dan tradisi rebut gunungan. Usai menjalankan doa, para penduduk sekitar langsung menyerbu gunungan raksasa ini. Mereka berduyun-duyun memperebutkan hasil bumi di gunungan.

Dalam hitungan menit isi gunungan raksasa itu sudah ludes. Menurut mitos, bagian dari gunungan tersebut dipercaya dapat memberikan berkah bagi mereka yang berhasil mengambilnya.

Nilai-nilai luhur sekaligus momentum bagi warga untuk meningkatkan kebersamaan membuat Upacara Merti Dusun masih dilakukan hingga kini. Upacara ini juga turut melestarikan budaya Indonesia agar tak hilang oleh waktu.

(mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP