Mengintip Aktivitas Wanita Suku Dani dengan Bekas Potong Jari

Jumat, 2 Juli 2021 12:30 Reporter : Ibrahim Hasan
Mengintip Aktivitas Wanita Suku Dani dengan Bekas Potong Jari Potong Jari Suku Dani©2021 Merdeka.com/Refol Malimpu

Merdeka.com - Wendagwe, seorang wanita Suku Dani penghuni Lembah Baliem. Dengan senang hati ia menunjukkan jarinya yang kini tak lengkap lagi. Jarinya ia potong sendiri atas ritual Iki Palek. Tradisi potong jari biasa dilakukan, meskipun bagi orang awam begitu mengerikan. Dengan jari yang tidak lengkap, Wendagwe dan wanita lain di Tolikara tetap beraktivitas. Suku Dani merupakan suku asli yang mendiami Lembah Baliem, salah satunya di Desa Mamit, Distrik Kembu, Provinsi Tolikara, Papua.

Ada 4 jari yang terpenggal di tangan Wendagwe. Hanya menyisakan beberapa ruas jari yang mungkin dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Namun bagi mereka tradisi Iki Palek merupakan wujud kesetiaan dan rasa kehilangan yang mendalam. Hilangnya jari mereka mencerminkan duka atas luka ditinggalkan anggota keluarga.

Suku Dani diketahui pertama kali pada tahun 1900-1940. Tinggal di jantung Papua, tradisi mereka kental terjaga. Bagi Suku Dani, menangis saja tidak cukup untuk mengungkapkan kesedihan atas hilangnya anggota keluarga.

005 ibrahim hasan

Potong Jari Suku Dani©2021 Merdeka.com/Refol Malimpu

Setiap duka meninggalkan luka. Jari mereka ibaratkan satu kesatuan dan kekuatan. Jari akan bekerja bersama untuk meringankan pekerjaan. Jika hilang satu, pasti akan mengurangi kebersamaan dan kekuatan. Akhirnya, tradisi potong jari mereka lalukan untuk melambangkan kesatuan dan kesetiaan atas ditinggalkan sanak saudara.

Membayangkan prosesi potong jari memang buat menggigit jari. Benar saja, cara wanita Suku Dani memotong jari dengan cara menggigit jari mereka sampai putus. Cara lain ialah menggunakan kapak, atau pisau. Satu dua ruas jari terpotong, sakit jari mereka bercampur dengan duka kehilangan anggota keluarga.

Mengurangi darah yang keluar, mereka mengikatnya dengan benang. Sampai aliran darah terhenti dan mati rasa hingga akhirnya dipotong. Jika jari terputus, tradisi Iki Palek telah terlaksana.

005 ibrahim hasan

Potong Jari Suku Dani©2021 Merdeka.com/Refol Malimpu

Keseharian masyarakat Suku Dani ialah berladang, berburu, dan beternak. Luka potong jari akan dibalut dengan daun. Bekas luka ritual Iki Palek akan sembuh dalam kurun waktu satu bulan. Begitupula dengan Wendagwe,dengan jarinya yang telah berkurang, ia melanjutkan aktivitas harian. Kini hanya tersisa 6 jari utuh yang ada di kedua tangannya.

Ubi, singkong menjadi makanan pokok Suku Dani di pedalaman. Mereka menggarap tanah di pegunungan dengan hasil yang melimpah. Wendagwe biasa berangkat ke ladang untuk merawat tanaman ubinya. Ia terlihat tak kesulitan memanen ubi dari dalam tanah. Dengan 6 jari ia mengumpulkanya untuk dijadikan santapan harian.

005 ibrahim hasan

Potong Jari Suku Dani©2021 Merdeka.com/Refol Malimpu

Tak hanya pekerjaan ringan, Wendagwe mampu untuk mengangkat batu. Kekuatan tangannya bertumpu pada jari yang masih tersisa. Dengan pelan dan penuh perjuangan batu besar ia pindahkan. Membersihkan area ladang untuk mengolah tanahnya agar umbi-umbian semakin besar.

Ada aturan Suku Dani dalam memotong jari. Jika yang meninggal orang tua, maka dua ruas jari harus dipotong. Sedangkan kepada sanak saudara, hanya satu ruas jari yang akan dipenggal. Potong jari hanya dilakukan oleh wanita Suku Dani. Bagi pria, mereka melakukan potong telinga.

Daun telinga akan dipotong dengan bilah bambu tajam. Hingga bagian telinga terpisah dan mengeluarkan darah. Tradisi potong telinga biasa mereka sebut dengan Nasu Palek. Iki Palek dan Nasu Palek juga harus diiringi dengan mantra. Tujuannya sama, untuk menghomati dan menunjukkan kesetiaan kepada anggota keluarga.

005 ibrahim hasan

Potong Jari Suku Dani©2021 Merdeka.com/Refol Malimpu

Memegang tongkat juga hanya dengan 3 jari. Semakin banyak anggota keluarga yang meninggal, semakin banyak jari yang terpenggal. Bahkan pernah ditemui wanita Suku Dani tanpa satupun jari tersisa, semuanya telah terpenggal saking banyaknya anggota keluarga yang meninggal.

Sakit yang luar biasa rela mereka rasakan pada ritual potong jari. Kini tradisi potong jari mulai jarang ditemui pada Suku Dani. Namun keberadaannya masih terjaga hingga saat ini.

[Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini