Melihat Sentra Produksi Gula Kelapa Kebumen Terbesar di Pulau Jawa

Selasa, 4 Mei 2021 16:14 Reporter : Ibrahim Hasan
Melihat Sentra Produksi Gula Kelapa Kebumen Terbesar di Pulau Jawa Produksi Gula Kelapa Kebumen. ©2021 Merdeka.com/Ahmad Soleh

Merdeka.com - Pohon kelapa punya segudang manfaat, dari akar hingga ujung daunnya. Salah satu produk yang dapat dihasilkan ialah gula. Gula kelapa menjadi produk andalan di Pesisir Selatan Jawa. Salah satunya di Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ratusan industri rumahan memproduksi gula dari nira kelapa. Skala produksinya bahkan menjadi terbesar di Pulau Jawa. Tak heran, gula kelapa atau gula merah dari pesisir Jawa ini mampu menembus pasar Internasional.

Pesisir selatan banyak ditumbuhi pohon kelapa. Tak disangka, Kebumen sendiri punya lebih dari 916 hektare kebun kelapa. Dalam sehari, setidaknya dihasilkan 28 ribu lebih kilogram nira kelapa sadapan. Semuanya tak lepas dari peran industri rumahan. Membuat Kebumen menjadi wilayah produksi gula merah terbesar di Pulau Jawa.

Setiap hari, Para Ibu Rumah Tangga mencetak adonan nira. Dengan teliti mereka mencetak adonan menjadi ratusan butiran gula merah atau gula jawa. Meski terlihat sederhana, perlu proses yang membutuhkan kesabaran membuat gula kelapa. Prosesnya dimulai dari memanen nira. Berakhir dengan pengemasan yang sederhana.

produksi gula kelapa kebumen

©2021 Merdeka.com/Ahmad Soleh

Pagi hari adalah waktu para pria memanen nira dari sadapan bunga kelapa. Untuk mengumpulkan air nira yang lebih banyak, penyadap nira akan memanjat lebih dari satu pohon kelapa. Mereka mampu memanjat pohon kelapa dengan ketinggian mencapai 30 meter.

Satu pohon hanya mampu memproduksi nira 1.5 hingga 2 liter per hari. Air hasil sadapan akan dikumpulkan ke dalam ember. Penyadap nira dikenal dengan sebutan Penderes.
Sebelum turun dari pohon kelapa, penderes harus menyadap kembali tangkai bunga kelapa. Tujuannya agar air nira kembali menetes ke ember penampungan. Dengan begitu esok hari dapat terkumpul kembali nira hasil sadapan.

produksi gula kelapa kebumen

©2021 Merdeka.com/Ahmad Soleh

Untuk menghasilkan 1 kilogram gula kelapa, dibutuhkan 5 liter air nira. Sama halnya dengan mengambil nira dari 3 hingga 4 pohon kelapa. Air nira kemudian diberikan kepada kaum hawa. Dari tangan mereka, gula kelapa kaya manfaat akan memenuhi pasar internasional.

Putihnya air nira dimasukkan perlahan ke dalam wajan. Wajan akan merebus air nira hingga mendidih. Penuh kesabaran mereka mengaduk air nira hingga kadar airnya berkurang. Dua hingga tiga jam proses pengadukan. Sesekali api harus dijaga agar kematangan adonan sempurna. Proses pengadukan berlangsung terus menerus bertujuan agar adonan tidak gosong.

produksi gula kelapa kebumen

©2021 Merdeka.com/Ahmad Soleh

Setelah dua jam mengaduk adonan akan mulai mengental. Kekentalan juga harus diperhatikan untuk melihat sejauh mana adonan matang. Adonan karamel seperti bubur kemudian dipindahkan. Dengan pelan, adonan dipindahkan menuju cetakan dengan gayung plastik. Proses pemindahan harus cepat dilakukan agar adonan tidak mengeras di wajan.

Satu persatu lubang setengah lingkaran diisi dengan karamel. Lubang cetakan ini bervariasi. Ada yang berbentuk setengah lingkaran, tabung, bahkan balok. Tahap selanjutnya ialah menunggu adonan mengeras. Kemudian dikemas sederhana untuk dipasarkan.

produksi gula kelapa kebumen

©2021 Merdeka.com/Ahmad Soleh

Tidak hanya gula merah saja, produk turunan lain dari nira beragam. Mulai dari gula kristal, brown sugar, gula semut, hingga gula kelapa sendiri. Pemasaran gula kelapa di Kebumen tidak lain untuk mencukupi seluruh kebutuhan gula merah Pulau Jawa. Bahkan skalanya mampu merambah ke Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dari segi eksportir, tercatat Pesisir Selatan tahun 2018 mampu mengirim 35.578 ton. Bekerjasama dengan produsen dari Banyumas, Purbalingga, Purworejo hingga Kulonprogo. Negara tujuannya terdiri dari Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Malaysia, Australia, hingga Singapura. [Ibr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Kebumen
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini