Visi besar Vestifarm sebagai The Evangelist The NextDev 2017

Minggu, 15 April 2018 21:01 Reporter : Merdeka
Visi besar Vestifarm sebagai The Evangelist The NextDev 2017 Ilustrasi startup. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kompetisi startup lokal terbesar di Indonesia dari Telkomsel, The NextDev, telah mendorong banyak startup karya anak bangsa berkembang lebih baik atau setidaknya memiliki visi lebih besar dari sebelumnya. Salah satu startup itu adalah Verstifarm, yang ikut ajang ini pada 2016 dan berhasil merebut gelar Evangelist The NextDev 2017 Telkomsel.

Gelar Evangelist The NextDev 2017 prestisius loh, karena Vestifarm sukses menjadi yang terbaik di antara 32 finalis The NextDev 2015 dan The NextDev 2016. Pemilihan Evangelist The NextDev berdasarkan penilaian perkembangan masing-masing finalis selama empat bulan terakhir. Dan akhirnya, ditentukan 2 finalis Best of The Best yang dinobatkan sebagai The NextDev Evangelist, salah satunya ya Vestifarm, keren bukan!

Sejatinya Vestifarm dikembangkan pada 2016 dengan konsep platform digital pendanaan bisnis pertanian di Indonesia. Beda dari platform sejenis, Vestifarm menawarkan high return deng periode investasi yang relatif singkat. Konsep ini menarik investor. Buktinya, dalam tempo hanya satu tahun, bergabung 738 investor dan miliaran rupiah dana yang dikelola Vestifarm. Bahkan pada pertengahan 2017, Vestifarm kembali memecahkan rekor pada open project udang dengan raihan dana Rp 600 juta hanya dalam 3 menit!

Dharma Anjarrahman, CEO Vestifarm, mengungkapkan banyak hal yang didapat selama mengikuti The NextDev 2916 dan The NexyDev Academy 2017, terutama dari sisi peningkatan kapasitas founder. Selain soal teknis, yang lebih penting adalah soal kapasitas dan visi yang lebih besar sebagai pimpinan perusahaan rintisan teknologi.

Dia mencontohkan, dari proses mentoring The NextDev Academy, dia dan founder lain benar-benar mendapatkan insight baru sebagai bekal agar Vestifarm bisa menjadi startup yang berhasil. Kedua dari segi Market Access, Vestifarm mendapatkan kesempatan untuk menghadiri trade show dari tingkat nasional, bahkan tingkat dunia seperti Trade Show di Festival South by Southwest SXSW di Texas, Amerika Serikat, pada Maret 2018.

"Yang tak kalah pentingnya, dari sisi network, Vestifarm mendapatkan akses ke banyak figur-figur yang telah berhasil mendirikan startup, seperti Dayu Dara, Vice President Go-Jek; Dian Wulandari, COO Interstellar & Unlimited, dan sebagainya," ungkap Dharma, baru-baru ini.

Mentoring dan inpspirasi usaha selama program The NextDev berlangsung juga menaikkan level skill dan usaha Vestifarm sebagai perusahaan rintisan teknologi e-agriculture di Tanah Air.

Menurut Dharma, perkembangan Vestifarm sangat baik, sejak ikuti The NextDev 2016. Dari saat itu fokus untuk mengembangkan bisnis baik vertikal maupun horizontal, kini Vestifarm berhasil mendapatkan traction yang sangat baik, hingga berhasil mengumpulkan dana Rp 900 juta hanya dalam waktu 1 menit dari salah satu proyek yang dibuka.

"Kami juga telah mengumpulkan total dana Rp 14 miliar untuk petani di tahun pertama kami, setelah The NextDev 2016. Saat ini kami tengah mempersiapkan untuk masuk ke lini ekspor komoditas perikanan untuk membantu mensejahterakan petani binaan," ungkapnya bersemangat.

Dengan visi yang semakin besar, Vestifarm pun ingin dikenal perusahaan teknologi pertanian utama di Indonesia. Vestifarm ingin hadir sebagai gerakan untuk mensejahterakan petani dari berbagai sisi.

"Hari ini kami bermain di sektor pendanaan, perlahan berkembang sebagai agriculture solution lewat teknologi Internet of Things (IoT), kemudian sebagai penghubung dengan pasar yang lebih baik (Better Market Access)," ujar Dharma soal visi besar Vestifarm di Indonesia.

Luar biasa bukan visi Vestifarm, ayo gali mimpi besarmu, wujudkan startup kamu seperti Vestifarm, dengan ikut The NextDev 2018!! [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini