Tersandung Kasus Korupsi Miliaran, DJI Pecat 29 Karyawan

Selasa, 22 Januari 2019 20:00 Reporter : Indra Cahya
Tersandung Kasus Korupsi Miliaran, DJI Pecat 29 Karyawan Launching DJI Mavic 2 Pro. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Produsen drone terbesar di dunia, DJI, tersandung kasus penggelapan dan penipuan di dalam internalnya sendiri. Korupsi ini terjadi di markas mereka di China.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah dana yang di korupsi mencapai angka 1 miliar RMB atau US$ 148 juta (setara Rp 2,1 triliun).

Mengutip laman Financial Times via Tekno Liputan6.com, Senin (21/1/2019), gara-gara korupsi ini, perusahaan Tiongkok tersebut memecat 29 karyawan dan merujuk 16 pekerja lainnya untuk menghadapi proses hukum.

Proses penyelidikan pun masih berlangsung dan diperkirakan bakal menarik lebih banyak karyawan lainnya. Pasalnya, korupsi ini berhasil dideteksi oleh tim audit DJI dalam investigasi internal yang dilakukan.

Pada hasil investigasi, ditemukan sejumlah karyawan yang secara spesifik ditulis "menggelembungkan biaya suku cadang dan material untuk produk tertentu demi keuntungan finansial pribadi." Praktik korupsi ini tersebar di seluruh divisi produksi, penjualan, pemasaran, dan operasi R&D di Tiongkok.

Menurut DJI, pihaknya telah "mengambil langkah untuk meningkatkan kontrol internal dan mengembangkan saluran baru bagi karyawan untuk menyerahkan laporan anonim yang berkaitan dengan pelanggaran kebijakan etik dan perilaku di tempat kerja."

Kabar tentang korupsi ini menyebar setelah pihak DJI mengirim email internal kepada karaywannya di Tiongkok dan melakukan penyelidikan atas hal ini.

"Kami mengharapkan karyawan memegang standar etika tertinggi dan menanggapi pelanggaran kode etik di perusahaan dengan serius," kata DJI dalam pernyataannya.

DJI juga menyebut setelah mengungkap masalah ini, pihaknya memecat dalang yang terkait dan menghubungi yang berwajib. "Kami terus menyelidiki situasi dan bekerja sama sepenuhnya dengan investigasi penegak hukum," tutur DJI dalam pernyataan.

Merebaknya kasus ini menunjukkan adanya kegagalan kontrol yang meluas di DJI. Pasalnya, DJI merupakan salah satu perusahaan elektronik paling sukses di Tiongkok dan mendominasi industri drone konsumer. Perusahaan ini didirikan pada 2006 dan telah menggapai pertumbuhan tinggi, bahkan jumlah karyawannya mencapai angka 14 ribu orang.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini