Telkom, Biznet hingga XL Didesak Kementerian KKP Lapor KKPRL, Kalau Tidak Denda Rp5 Juta per Hari

Mereka diminta untuk menyampaikan laporan tahunan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Telkom, Biznet hingga XL Didesak Kementerian KKP Lapor KKPRL, Kalau Tidak Denda Rp5 Juta per Hari
Telkom, Biznet hingga XL Didesak Kementerian KKP Lapor KKPRL, Kalau Tidak Denda Rp5 Juta per Hari (ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan kembali pemegang dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), khususnya dari segmentasi Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

Mereka diminta untuk menyampaikan laporan tahunan tepat waktu. Sejauh ini KKP sudah menyiapkan surat peringatan (SP) pertama ke-27 pemegang KKPRL SKKL.

“Laporan tahunan ini penting untuk kami mengetahui proggres pemanfaatan ruang laut yang dilakukan karena masa berlaku KKPRL hanya 2 tahun apabila tidak diikuti oleh perizinan berusaha,” ujar Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin dalam keterangannya, Jumat (13/6).

Dikatakannya, kewajiban penyerahan laporan tahunan diatur dalam Permen KP 28/2021 tentang Penyelenggaran Penataan Ruang Laut.

Pemegang KKPRL memiliki konsekuensi denda Rp5 juta per hari apabila terlambat atau tidak menyerahkan dokumen laporan tahunan KKPRL sesuai Permen KP No 31/2021 tentang Pengenaan Sanksi Administrasi Bidang Kelautan dan Perikanan.

Doni menegaskan penerbitan KKPRL seyogyanya diikuti produktivitas sehingga iklim usaha di ruang laut berjalan optimal dan berkelanjutan. Laporan tahunan juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan usaha di ruang laut sesuai koordinat yang disepakati. 

“Tujuannya bukan mempersulit justru dengan adanya laporan tahunan kami bisa mengetahui jika teman-teman pelaku usaha menghadapi kendala. Kemudian kami jembatani penyelesaiannya. Kami ingin perizinan yang dikeluarkan menghasilkan produktivitas,” ungkap Doni.

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Fajar Kurniawan menambahkan sejak 2020 telah diterbitkan 50 dokumen KKPRL khusus untuk penggelaran SKKL. Saat ini sedang on progress lagi pengajuan penerbitan beberapa KKPRL untuk kegiatan serupa. 

Mekanisme penggelaran SKKL diatur dalam Peraturan Menteri KP Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut, Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut, dan Kepmen KP No 77 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Kepmen KP No. 42 Tahun 2022 tentang Mekanisme Penyelenggaraan Pendirian dan/atau Penempatan Bangunan dan Instalasi di Laut.

“Penataan pemanfaatan ruang laut ini penting sekali untuk memastikan aktivitas di ruang laut tidak saling tumpang tindih. Itulah kenapa penyampaian laporan tahunan KKPRL itu penting, supaya kami bisa melakukan monitoring dan evaluasi dari KKPRL yang telah kami terbitkan,” ungkapnya.

Berikut adalah daftar pemegang KKPRL yang belum/terlambat menyampaikan laporan tahunan, disusun dalam format list bernomor yang rapi:

1.    PT XL Axiata Tbk. – SKKL Batam-Sarawak Internet Cable System

2.    PT Palapa Timur Telematika – SKKL Palapa Ring Timur

3.    PT Mora Telematika Indonesia – SKKL Ende-Kupang

4.    PT LEN Telekomunikasi Indonesia – SKKL Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Paket Tengah

5.    PT Palapa Ring Barat – SKKL Palapa Ring Barat

6.    PT Mora Telematika Indonesia – SKKL Sape-Labuhan Bajo

7.    PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Luwuk-Morowali-Kendari (SKKL LUMORI)

8.    PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Gili-Lombok

9.    PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Padang-Mentawai

10. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL BU2 (Eksisting) - Lewoleba

11. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Gresik-Bawean

12. PT Telekomunikasi Indonesia International – Sistem Komunikasi Kabel Laut Singapore-Myanmar (Sigmar)

13. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL NTB-NTT

14. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Bali-Lombok

15. PT XL Axiata Tbk. – SKKL Echo

16. PT Communication Cable Systems Indonesia – SKKL Jawa-Bali

17. PT NTT Indonesia – SKKL MIST

18. PT Optic Marine Indonesia – SKKL Bay To Bay Express

19. PT Optic Marine Indonesia – SKKL Asia Direct Cable

20. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Jemaja-Tarempa-Matak)

21. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Tanjungpinang-Galang)

22. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL IGG di Wilayah Pulau Pramuka

23. PT Telekomunikasi Indonesia – SKKL IGG, Matanusa, dan Tuas Extension

24. PT Communication Cable Systems Indonesia – SKKL Jawa-Bali

25. PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) – SKKL Sungsang-Muntok

26. PT Supra Primatama Nusantara (Biznet)– SKKL Anyer-Kalianda

27. PT Seax Indonesia Pratama – SKKL SIP

Rekomendasi