Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Spotify dan Tencent, dua raksasa yang kerjasama perbesar kerajaan bisnis musik

Spotify dan Tencent, dua raksasa yang kerjasama perbesar kerajaan bisnis musik Ilustrasi Spotify. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tencent, raksasa internet dari China dan salah satu backingan dana Go-Jek yang sedang gencar mengakuisisi berbagai startup, kini sedang menjalin kesepakatan dengan raksasa streaming musik, Spotify.

Sebelumnya, sudah sejak lama Spotify ingin jadi perusahaan terbuka dan ketika rumor ini bermunculan, Tencent sudah langsung ingin mencaploknya.

Kali ini, melansir Techcrunch, Tencent lewat anak perusahaannya di bidang musik, Tencent Music Entertainment (TME), akan melakukan investasi minoritas yang jumlahnya tak diungkapkan, ke Spotify. Spotify sendiri juga balik akan membeli saham serupa di TME. Tencent mewakili orang tua perusahaan TME, juga akan membeli saham sekunder di Spotify.

"Setelah transaksi ini, Spotify akan memegang saham minoritas di TME, lalu Tencent dan TME akan memegang saham minoritas di Spotify," ungkap rilis pers yang diterbitkan atas nama dua perusahaan tersebut.

Kerjasama antara dua raksasa ini akan jadi sangat menarik, karena Spotify sendiri memiliki 140 juta pengguna aktif, dan 60 juta pengguna yang membayar. Perusahaan yang kini sudah berusia 11 tahun tersebut memiliki valuasi sebesar 13 milyar Dollar. Rival utama Spotify tentu Apple, yang secara gradual memiliki pertumbuhan pengguna yang baik, yakni 27 juta pengguna yang membayar.

Terlebih lagi, dilaporkan Bloomberg, bahwa YouTube sedang merencanakan untuk rilis layanan streaming musiknya sendiri di 2018, dengan dukungan Warner dan Sony Universal. Kerjasama Spotify dan Tencent tentu akan lebih memperkuat amunisi untuk berebut pasar.

Tencent sendiri memang meletakkan bisnis streaming musik sebagai salah satu prioritas. TME sendiri merupakan merger antara QQ Music dan China Music Corp. Selain itu, Tencent juga membawahi Joox yang merupakan aplikasi streaming 'freemium' populer di Asia Tenggara, serta berinvestasi besar ke aplikasi karaoke Smule yang juga populer.

Tencent, yang punya produk paling populer yakni We Chat, berbagai media, penyedia jasa internet, hingga bisnis hiburan, ternyata juga berinvestasi besar di Go-Jek.

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP