Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seluruh ISP disebut telah perbaharui DNS Resolver cegah gangguan internet

Seluruh ISP disebut telah perbaharui DNS Resolver cegah gangguan internet Ilustrasi Internet. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Isu lumpuhnya internet selama 48 jam di seluruh dunia menjadi perhatian beberapa pihak. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari NDTV, menyebutkan otoritas Internet Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN) mencanangkan akan melakukan pemeliharaan domain yang dimaksud selama 48 jam dengan mengubah kunci kriptografi yang membantu melindungi buku alamat internet atau Domain Name System (DNS).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun buka suara terkait hal ini. Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu menyampaikan bahwa masyarakat tak perlu risau terkait dengan isu tersebut. Pergantian root server ICANN ini telah diantisipasi oleh pengelola nama domain di seluruh dunia sejak 2 tahun lalu.

Meski begitu, pihak Kemkominfo mengimbau khususnya para Internet Service Provider (ISP) di Indonesia yang belum menggunakan DNS Resolver terbaru agar tetap waspada. Hal ini agar pergantian root server ICANN tidak berpotensi merugikan para pelanggan ISP.

Lantas, apakah seluruh ISP di Indonesia sudah menggunakan DNS Resolver yang baru? Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza mengatakan bahwa seluruh anggota di asosiasinya telah memperbaharui DNS Resolver. Jadi dia menjamin internet di Indonesia tak akan lumpuh selama 48 jam seperti yang dikhawatirkan.

"Tidak perlu khawatir. Anggota kami sudah memperbaharui DNS Resolver. Jadi gak perlu ada yang dikhawatirkan," jelasnya melalui pesan singkat, Sabtu (13/10).

Terlepas itu, menurut ICANN pemeliharaan ini perlu dilakukan guna menghindari serangan siber yang belakangan marak terjadi. Dalam pernyataannya, regulator komunikasi CRA mengatakan, pemeliharaan jaringan internet global ini diperlukan guna memastikan keamanan, stabilitas, dan ketangguhan DNS.

"Untuk lebih jelasnya, beberapa pengguna internet mungkin bakal terpengaruh jika operator jaringan atau penyedia layanan internet (ISP) belum siap untuk perubahan ini. Dampak ini bisa dihindari dengan mengaktifkan ekstensi keamanan sistem yang sesuai," kata ICANN. (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP