Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satria, Satelit Indonesia yang Segera Meluncur Dengan Roket SpaceX

Satria, Satelit Indonesia yang Segera Meluncur Dengan Roket SpaceX Roket SpaceX Falcon 9 meluncur dan mendarat kembali. ©REUTERS/Joe Skipper

Merdeka.com - Satelit Indonesia yakni Satria, telah memilih roket peluncur Falcon 9 milik Space-X untuk peluncurannya pada 2022 mendatang.

Hal ini diungkapkan Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latif, mewakili konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) .

Soal lokasi peluncuran, kemungkinan besar Satria akan dilontarkan di Florida, AS. Di sana terdapat lokasi peluncuran roket bernama Cape Canaveral.

"Roket peluncurnya sudah diputuskan buatan Amerika, Space X, yaitu Falcon 9. PSN sebagai mitra kami juga sudah menetapkan satelit yang akan dipakai adalah buatan Prancis, Thales Alenia Space. Sudah dipastikan dua kombinasi ini yang akan kita pakai untuk mendukung Satria," kata Anang di Jakarta, melansir Liputan6.com.

Pembangunan satelitnya, kata Anang, sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini. Prosesnya akan berlangsung selama 36 bulan dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2022. Satria diharapkan bisa mulai beroperasi untuk mendukung konektivitas layanan publik pada 2023.

"Pembangunannya cukup rumit karena ini kan berteknologi tinggi dan kira-kira butuh tiga puluh enam bulan untuk selesai. 150Gbps ini (kapasitas) merupakan satelit pertama di Asia yang sebesar ini. Sejauh ini, targetnya masih oke," ujar Anang.

Target Satria

satria, satelit indonesia yang segera meluncur dengan roket spacexRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Proyek Satria ini memiliki kapasitas 150 Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Cakupan layanannya akan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh Indonesia. Satelit ini didesain khusus untuk layanan internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, beberapa waktu lalu mengatakan, Satria menjadi solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau Palapa Ring. Satelit ini diperuntukkan bagi pemerintah dan berbagai layanan publik termasuk sekolah, Puskesmas, Kantor Desa, Koramil, dan Polsek yang membutuhkan akses internet.

Proyek Satria menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment/AP) selama 15 tahun masa konsesi dengan nilai total Rp 20,68 triliun yang meliputi nilai capex, opex, dan perhitungan pengembalian investasi wajar. Pembayaran AP akan menggunakan anggaran di dalam lingkungan Kemkominfo.

Sumber: Liputan6.comReporter: Andina Librianty

(mdk/idc)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP