Sama-Sama Platform Video Pendek, Ini Beda Byte dengan TikTok!

Jumat, 31 Januari 2020 19:10 Reporter : Indra Cahya
Sama-Sama Platform Video Pendek, Ini Beda Byte dengan TikTok! Byte. ©2020 Byte via Engadget

Merdeka.com - Pendiri platform video pendek yang kini sudah tiada yakni Vine, Dom Hofmann, meluncurkan sebuah aplikasi baru. Aplikasi yang juga berkonsep berbagi video pendek ini diberi nama Byte.

Hofmann mengembangkan aplikasi itu sebagai suksesor Vine. Ia menyebut, aplikasi Byte sudah tersedia di iOS dan Android.

Lalu, apa bedanya dengan TikTok?

Byte, seperti Vine, hanya menawarkan video pendek berdurasi enam detik, sedangkan TikTok 15 detik dan dapat dirangkai hingga satu menit.

Basis penggunanya pun juga sangat berbeda. Melansir Insider via Tekno Liputan6.com, beberapa pengguna Vine yang terkenal secara resmi telah bermigrasi ke Byte dan mereka secara blak-blakan tidak menyukai TikTok.

Kategori 'Komedi' sangat disukai dan berkembang biak dengan pesat di TikTok, dan video TikTok tidak disambut dengan hangat oleh pengguna Byte.

Pun demikian, pengguna TikTok bisa memilih kategori yang bisa diatur sesuai keinginan, mulai dari vlog, food, dance, sports, DIY, hingga animals. Ini membuat pengguna dapat lebih inovatif.

1 dari 2 halaman

Sistem Monetisasi

Perbedaan utama lainnya selain dari kecenderungan konten yang diunggah pengguna, adalah soal monetisasi langsung.

Hoffman dalam sebuah wawancara dengan TechCrunch menyebut, Byte akan memperkenalkan mekanisme berbagi pendapatan untuk membantu kreator mendapatkan uang hasil atas hasil kreasinya. Aplikasi ini juga akan menjadi sebuah platform beriklan.

"Kami melihat semua itu, namun kami akan mulai dengan pembagian pendapatan ditambah dengan dana kami sendiri," kata Hoffman.

Nantinya akan ada detail lebih lanjut terkait berjalannya pembagian pendapatan ini.

2 dari 2 halaman

Byte Belum Rilis di Indonesia

Sayangnya saat Tekno Liputan6.com mencoba mengunduh Byte di Play Store Android, terdapat keterangan bahwa Byte belum tersedia di Indonesia.

Aplikasi ini sebenarnya sudah tersedia dalam versi beta selama beberapa waktu. Namun, ia baru dirilis sekarang ini sebagai sebuah kejutan.

Sekadar informasi, Hofmann telah mengembangkan Byte selama beberapa tahun.

Dia membuat Byte setelah berhenti dari Vine, beberapa waktu setelah platform tersebut diakuisisi Twitter.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Iskandar [idc]

Baca juga:
Deretan Cara Manfaatkan TikTok Untuk Dapatkan Uang
Masyarakat Diminta Kritis, Lawan Konten Intoleransi di Medsos
Pendiri Vine Rilis Aplikasi Video 6 Detik Bernama Byte, Pesaing TikTok?
Garuda Indonesia Bentuk Tim Investigasi Informasi Media Sosial
Hacker Korea Utara Bobol Uang Kripto Gunakan Telegram, Caranya?
Instagram Buang Tombol IGTV di Aplikasi
Founder Snapchat Sebut TikTok Bisa Kalahkan Instagram

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tik Tok
  3. Media Sosial
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini